Jajaran Polda Riau Tetapkan 58 Tersangka Karhutla


Jumat, 25 September 2015 - 19:02:43 WIB

“Jajaran Polda Riau me­ne­tapkan 58 orang warga sebagai tersangka, serta 16 perusahaan sedang dilakukan penyidikan,” ujar Guntur.

Diterangkan Guntur, 58 ter­sangka dari kalangan masyarakat, lima orang ditangani Polres Bengkalis, enam orang ditangani Polres Siak, dan sembilan orang oleh Polres Indragiri Hulu. Se­men­tara, Polres Indragiri Hilir ada sembilan orang tersangka, tujuh orang di Polres Pelalawan dan lima orang di Polres Rokan Hilir. “Sementara, Polres Ke­pulauan Meranti dan Polres Du­mai masing-masing menetapkan dua orang tersangka. Polres Kam­­­par ada enam orang ter­sang­ka, tu­juh orang oleh Polres Rokan Hulu,” terang Guntur.

Total, 57 orang tersangka dari kalangan masyarakat dan satu lagi tersangka koorporasi, yakni PT Langgam Inti Hibrindo (PT LIH) di Kecamatan Langgam Ka­bu­paten Pelalawan, serta telah menahan Administaturnya, Frans Katihokang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Guntur kalau jum­lah pelaku pembakar lahan, baik yang telah masuk proses pe­nyi­dikan maupun sudah ada pe­netapan tersangka, sewaktu-waktu bisa bertambah. Hal ter­sebut, jika polisi menemukan alat bukti yang kuat.

Saat ditanya mengenai nama-na­ma perusahaan yang disinyalir terlibat pembakaran lahan, Gun­tur menyebut hal tersebut belum bisa diumumkan. “Untuk 16 perusahaan yang tengah disidik, (nama-namanya) belum bisa diumumkan. Karena kita buk­tikan dulu keterlibatannya,” tukas Guntur.

Senada, Wakil Direktur Re­serse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Riau AKBP Ari Rahman, juga tidak mau me­nye­butkan nama-nama 26 per­usahaan tersebut. “Belum bisa kita umumkan. Kita tidak mau terburu-buru, nanti kalau kita umumkan sekarang, ternyata perusahaan itu tidak terlibat?, kan tidak enak jadinya,” jelas Ari Rahman.

Kendati demikian, Ari me­mastikan bukti-bukti kuat telah dikantongi pihaknya terkait ke­terlibatan 16 perusahan tersebut dalam melakukan pembakaran lahan, pihaknya akan segera me­ngu­mumkan nama perusahaan tersebut ke publik.

“Kemarin ada satu perusahaan yang kita sidik. Setelah kita pantau ke lapangan, ternyata pe­rusahaan itu sudah lama dicabut izinnya oleh Kementerian (Ling­kungan Hidup dan Kehutanan). Kita takutnya seperti ini. Ma­kanya kita harus hati-hati,” tegas Ari.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, 16 perusahaan yang tengah disidik polisi termasuk PT LIH, dilakukan berdasarkan laporan dari warga dan pe­merik­san sejumlah saksi. Meski begitu, baru 10 nama perusahaan yang ba­ru diketahui dari sumber Ha­luan Riau yang dapat dipercaya.

Polres Kampar disebut-sebut tengah melakukan proses pe­nyidikan terhadap PT SRT, PT PSPI, PT RJU. Polres Indragiri Hulu saat ini tengah menyidik PT ?AS, serta Polres Pelalawan menyidik PT BRP?, PT PMBN? dan PT Par. Sementara Polres Indragiri Hilir tengah melakukan penyidikan terhadap PT SRL ?dan PT BDL. Sedangkan PT PU disidik Polres Bengkalis.

Sementara, yang tengah di­sidik Polres Rokan Hilir se­banyak dua perusahaan, Polres Kuantan Singingi, Dumai dan Siak, yang masing-masing satu perusahaan, belum diperoleh informasinya. (hr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]