125 Jemaah Haji RI Dilaporkan Hilang


Jumat, 25 September 2015 - 19:05:18 WIB

Sebanyak 225 jmaah hi­lang atau belum kembali ke tenda di Mina sejak kejadian di Jalan 20, Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) pagi.  Panitia Penyelenggara Iba­dah Haji (PPIH) Arab Saudi masih menelusuri rumah sakit, pemondokan, dan Masjidil Haram, untuk men­cari jemaah.

“Jemaah yang dila­por­kan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang,” tutur Kepala Daerah Kerja Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (25/9/2015).

Arsyad Hidayat m­e­ng­a­takan ratusan jemaah yang belum kembali ke tenda di Mina itu berasal dari tiga kelompok terbang (Kloter).

Dia memerinci, 14 orang berasal dari Kloter BTH 14 Embarkasi Batam, 19 orang dari Klo­ter SUB 48 Em­barkasi Su­ra­ba­ya, dan 192 orang dari Kloter JKS 61 Embarkasi Jakarta-B­e­kasi.

“Ketiga kloter ini maktabnya bertempat di Mina Jadid,” ujar Arsyad. Kloter BTH 14 tinggal di Maktab 1 Mina, SUB 48 tinggal di Maktab 2 Mina, dan JKS 61 tinggal di Maktab 7 Mina.

Arsyad menyatakan, PPIH Arab Saudi terus berupaya men­cari para jamaah yang hilang setelah peristiwa di Jalan 204. Langkah pertama yang dilakukan, yaitu menginventarisir data je­maah dari para ketua kloter yang pada waktu tersebut diduga me­lintas di sekitar tempat ke­jadian.

PPIH Arab Saudi juga mel­akukan penyisiran jemaah yang dirawat di seluruh rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi di Kota Makkah. Dia me­nam­bah­kan, rumah sakit yang disisir seperti RS Al Noor, RS King Abdullah, dan RS Jizrul Mina.

Arsyad menuturkan, PPIH Arab Saudi juga mengerahkan petugas pengamanan untuk men­cari di semua pemondokan dan Sektor Khusus untuk mengecek di Masjidil Haram. Sebab, ada kemungkinan jamaah yang belum kembali ke tenda di Mina karena pulang ke pemondokan.

Dia menuturkan, ke­mung­kinan jemaah pulang ke pe­mon­dokan. Sebab, lokasi tenda di Mina Jadid lebih jauh ke Ja­marat daripada pemondokan mereka. Jarak dari pemondokan ke ja­marat sekitar tiga sampai empat kilometer, sedangkan jarak dari tenda di Mina Jadid ke Jamarat mencapai tujuh kilometer.

Jika hendak mabit atau me­ngi­nap maka jemaah akan menginap di pelataran Jamarat. Setiap malam ketika rangkaian ibadah haji di Mina, banyak jamaah yang memutuskan menginap di Ja­marat. “Kemungkinan lainnya, mereka tersesat,” kata Arsyad.

Kepadatan terjadi di Jalan 204 ketika jemaah yang hendak me­nuju Jamarat bertemu dengan jamaah yang pulang dari Jamarat ke tenda di Mina. Ribuan jamaah pun berdesak-desakan dan te­rinjak-injak di ruas selebar 12 meter tersebut.

Akibatnya, 717 jemaah me­ninggal dunia dan sekitar 863 jemaah juga mengalami luka-luka. Musibah tersebut adalah yang terburuk dalam 25 tahun terakhir. Tragedi paling buruk terjadi pada musim haji Juli 1990 ketika 1.426 orang jemaah tewas akibat ke­habisan oksigen saat berdesakan di terowongan Mina.

Arsyad minta jemaah haji tertib dalam melakukan pe­lon­taran jumrah, termasuk jadwal melontar jumrah. Ia me­ngi­ngat­kan untuk tidak melontar jumrah pukul 13.00 sampai pukul 16.00 sore.

Sejauh ini, otoritas Arab Saudi menetapkan jumlah korban tewas dalam tragedi Mina mencapai 717 orang. Dari jumlah ini, korban tewas paling banyak untuk se­men­tara merupakan jemaah haji asal Iran, yakni mencapai 131 orang.

Seperti dilansir media se­tempat, Arab News, Jumat (25/9/2015), otoritas Iran memastikan 131 warganya meninggal dalam tragedi yang terjadi Kamis (24/9) wak­tu setempat. Iran telah m­e­la­yangkan protes keras terhadap oto­ritas Saudi, yang mereka ang­gap lalai.

Sedangkan menurut media Maroko, sedikitnya 87 korban tewas merupakan jemaah haji mereka. Otoritas Saudi sendiri belum merilis secara resmi jum­lah jemaah haji mereka yang menjadi korban dalam tragedi ini.

Negara-negara lain yang me­laporkan warga menjadi korban tewas dalam tragedi Mina, antara lain India yang menyebut 14 warganya tewas dan Pakistan yang menyebut 7 warganya tewas. Sama seperti Indonesia, Aljazair me­laporkan 3 jemaah hajinya tewas dalam tragedi Mina.

Sedangkan Belanda menyebut ada satu warganya yang tewas dalam insiden desak-desakan dan saling injak di Mina tersebut. Sebe­lumnya, Kementerian Per­tahanan Sipil Arab Saudi melalui akun twitter resminya menyebut ada korban tewas dari Yaman, namun tidak disebut jumlah pa­stinya.

Filipina juga melaporkan ada dua warga yang tewas di Mina, namun bukan menjadi korban tragedi ini. Dua warga Filipina dilaporkan meninggal akibat terserang gelombang panas.

Sementara otoritas Turki mela­porkan ada 18 jemaah hajinya yang masih hilang dan belum diketahui keberadaannya usai tragedi ini.

Arab Saudi Bersalah

Pemerintah Iran terang-te­rangan menyebut pemerintah Arab Saudi bersalah atas tragedi Mina yang menewaskan ratusan jemaah haji. Bahkan menurut Kepala Organisasi Haji Iran, Said Ohadi, keputusan buruk yang diambil otoritas Saudi telah menyebabkan tragedi Mina yang terjadi pada Kamis, 24 September 2015.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (25/9/2015), Ohadi menjelaskan keputusan buruk yang dimaksudnya. Dikatakannya, karena alasan yang tidak dike­tahui, dua jalan di dekat lokasi pelemparan jumrah telah ditutup. Akibatnya, hanya tersisa tiga rute lagi menuju area pe­lemparan jumrah di Mina.

Menurut Ohadi, penutupan kedua jalan tersebut telah me­nyebabkan kerumunan massa me­numpuk, hingga me­nga­ki­batkan aksi saling dorong yang kemudian berujung tragedi. “Ini me­nyebabkan insiden tragis terse­but,” ujar Ohadi yang disiarkan stasiun televisi Iran.

“Peristiwa ini menunjukkan kesalahan pengaturan dan ku­rangnya perhatian serius akan keselamatan para jemaah,” cetus Ohadi. “Tak ada lagi penjelasan lain. Pejabat-pejabat Saudi harus dimintai tanggung jawab,” tan­dasnya.

Sementara itu, menurut sum­ber-sumber seperti dikutip se­jum­lah surat kabar Arab, termasuk al-Dyar yang berbahasa Arab, kon­voi kendaraan Putra Mahkota sekaligus Menteri Per­tahanan Saudi, Mohammad bin Salman Al Saud telah menyebabkan ke­panikan para jemaah hingga me­nimbulkan aksi saling dorong.

“Konvoi besar Mohammad bin Salman Al Saud, putra Raja dan Putra Mahkota, yang dikawal oleh lebih dari 3.500 pasukan keamanan, termasuk 200 tentara dan 150 polisi, melaju di jalanan untuk melewati para jemaah yang bergerak menuju lokasi pe­lem­paran jumrah, hingga me­nim­bulkan kepanikan di antara jutaan jemaah yang bergerak dari arah berlawanan dan menyebabkan saling dorong,” demikian di­beritakan media-media Arab.

Tak ada konfirmasi dari oto­ritas setempat atas laporan ini. Namun sejumlah pengamat me­ngatakan, adanya konvoi tersebut menjelaskan mengapa dua jalan menuju lokasi pelemparan jumrah ditutup.

Pemerintah Arab Saudi me­lalui Kementerian Dalam Negeri merilis bahwa insiden di Mina terjadi karena jemaah tidak di­siplin. Pemerintah Saudi me­nye­but para jemaah tidak me­matuhi jadwal yang telah ditentukan. (dtc/rol/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 19:14:29 WIB

    Apes! Dana Asing Rp125 T Minggat dari RI

    Apes! Dana Asing Rp125 T Minggat dari RI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar (capital outflow) dari dalam negeri mencapai Rp125,2 triliun sepanjang tahun ini. Aliran dipicu kekhawatiran investor atas penyebaran.
  • Jumat, 25 Mei 2018 - 11:31:48 WIB

    PT Hayati Luncurkan Vario 150 dan Vario 125

    PT Hayati Luncurkan Vario 150 dan Vario 125 PADANG, HARIANHALUAN.COM—PT Hayati Pratama Mandiri meluncurkan Vario 150 dan Vario 125 di Transmart Padang, Kamis (24/5). Dengan demikian, perusahaan tersebut ingin mengokohkan dominasi Honda pada pasar motor matik di Sumat.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]