Ratusan Kapal Nelayan Terkepung di Muara Kambang


Jumat, 25 September 2015 - 19:05:50 WIB

“Di pintu muara ter­da­pat gundukan pasir mem­belintang, maka untuk ma­suk terpaksa nakhoda kapal harus bisa mengikuti om­bak yang bergulung menuju mua­­ra. Dengan mengikuti kuduk ombak maka kapal bisa terhindar dari gundukan pasir,” kata Yola, nelayan setempat Jumat (25/9).

Sementara terlepas dari persoalan pintu muara itu ma­ka secara umum me­nu­rutnya, nelayan Pessel se­bulan terakhir terganggu akibat kuatnya angin selatan menghantam daerah itu de­ngan diikuti gelombang re­latif tinggi. Angin selatan oleh nelayan dianggap cuaca buruk dan berbahaya, dan bila dipaksakan, hasil tang­kapanpun tidak me­muas­kan.

Pemilik kapal tonda di Pasar Gompong, Kambang Kecamatan Lengayang juga me­nyebutkan, kapal tondanya tidak turun melaut sebulan te­ra­khir.” Sekarang musim angin selatan. Dimusim angin selatan ombak besar dan angin be­r­hembus kuat dari arah selatan, percuma saja turun ke laut,” katanya.

Disebutkan, untuk keluar muara saja kapal sangat sulit, apalagi menempuh lautan lepas. Akibat tidak melaut, ia me­nga­lami kerugian. Soalnya, dengan tetap bertahan dengan kondisi seperti ini, biaya harian terus membengkak.

“Biasanya, saya dapat mem­peroleh keuntungan sekitar Rp2,5 juta sekali turun melaut. Namun, semenjak tiga minggu terakhir saya justeru tidak menurunkan kapal. Sementara kebutuhan, terutama untuk anak buah kapal terus dipenuhi,” katanya men­jelaskan.

Hal yang sama juga terjadi pada nelayan pukat tepi. Nelayan pukat tepi tersebut semenjak se­bulan belakangan juga me­nge­luh akibat hasil yang diperoleh tidak dapat menutup biaya op­e­rasional.

Rasil (65) warga Amping Parak kepada Haluan me­nyebut­kan, satu kali turun, pukat­nya hanya mampu menghasilkan ikan sekitar satu ember. Jumlah itu sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan selama pukat di­ope­rasikan.

“Pukat kami dipenuhi ubur ubur. Sementara jumlah orang yang terlibat dalam operasi pukat tepi setidaknya 12 orang. Maka dengan hanya mendapatkan satu ember, tenaga kerja yang terlibat tidak mendapatkan apa apa,” katanya menjelaskan.

Terkait dengan buruknya cua­ca sebulan belakangan, harga ikan di pasaran tidak stabil. Bah­kan di beberapa pasar tradisional, harga ikan melonjak seiring rendahnya hasil tangkapan nelayan. (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]