Banyak Kasus Mengendap di Kejati Riau


Ahad, 27 September 2015 - 18:41:09 WIB

Saat ini, sebut Sus­di­yarto, pihaknya telah me­ngin­ven­tarisir kasus-kasus yang diduga mengendap di institusinya. “Yang lain-lain (selain kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pe­damaran I dan II di Ro­kan Hilir,red) sudah kita inven­tarisir,” ujar Sus­diyarto.

Inventarisir kasus ter­sebut bertujuan untuk me­nentukan skala prioritas pe­nanganan kasus, sekaligus untuk memberikan ke­pas­tian hukum kepada ma­syarakat dan pihak-pihak yang diduga sebagai ter­sangka. “Mana (kasus) yang masih bisa lanjut, (akan) dilanjutkan. Kalau tidak bisa lanjut, akan kita pikirkan tahapan berikutnya,” tukas Susdiyarto.

Dengan begitu, sebutnya, dirinya mengharapkan agar setiap penanganan perkara oleh jajarannya, bisa di­lakukan secara tepat. “Kita harus bisa mengarahkan ke penanganan perkara yang profesional,” pungkas Sus­diyarto.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesian Mo­nitoring Development (IMD), R Adnan, me­nga­takan kalau kinerja Kejati Riau dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi, dinilai masih mengecewakan. Pa­salnya, hingga saat ini masih ada puluhan perkara korupsi yang ditangani instansi itu, terkesan mengendap. Selain itu, masih ada kasus yang tidak tuntas, meski ter­sang­ kanya sudah ditetapkan sejak tahun 2011 lalu.

Ada sejumlah perkara korupsi yang mengendap, yang berhasil dirangkum Haluan Riau, di antaranya, dugaan korupsi pengadaan buku di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau yang telah ditingkatkan ke penyidikan sejak tahun 2011 lalu.

Kemudian dugaan ko­rup­si pembangunan kawasan Ke­bun Nopi yang di­ang­garkan pada Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Riau, yang telah ditingkatkan ke penyidikan sejak Mei tahun 2011. Du­gaan Korupsi Lampu Pene­rangan Jalan oleh Dinas Pe­kerjaan Umum Kabupaten Siak yang telah ditingkatkan ke penyidikan sejak tahun 2012 lalu.

Dugaan korupsi pe­ng­a­manan Pantai Dorak yang di­ang­garkan Dinas Pe­ker­jaan Umum Provinsi Riau yang telah ditangani sejak tahun 2013 lalu oleh ketua tim Emiwati SH. Dugaan korupsi Jembatan Timbang Dinas Perhubungan Riau yang juga ditangani sejak tahun 2013 lalu.

Kemudian dugaan ko­rupsi Dana Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Riau ke Universitas Islam Riau se­besar Rp2,8 miliar, yang pada tanggal 30 Januari 2014 lalu menetapkan Said Fazli selaku Direktur CV GEE dan Em­rizal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIR sebagai tersangka. Sementara Ketua Tim Peneliti Ab­dullah Su­laiman yang juga Wakil Rek­tor III belum ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, dugaan ko­rupsi Dana Alokasi Khusus Pen­didikan Kabupaten Kam­­par tahun 2011-2013, te­lah ditingkatkan ke pe­nyidikan sekitar Mei 2014 lalu. Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Sari Madu, yang telah menetapkan HM Ha­faz sebagai tersangka sejak tanggal 2 Juli 2014 lalu.

Selain itu, beberapa per­kara yang diselidiki tim Tindak Pidana Khusus Ke­jati Riau selama tahun 2014 yang masih jalan di tempat yakni, dugaan korupsi jasa Pelabuhan Dumai, dugaan korupsi proyek pen­dis­tri­busian surat suara Pemilu 2009 di Riau. Dugaan Ko­rupsi Pembangunan Islamic Center Rokan Hulu, dugaan korupsi Jembatan Siak IV, dugaan korupsi SPPD Fiktif Dispenda Kuansing dan du­gaan korupsi biaya pe­neri­maan mahasiswa di Uni­versitas Riau, telah diperiksa Ben­dahara Pengeluaran Di­rek­torat Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Riau.

Sementara perkara ko­rupsi yang telah dilaporkan IMD namun belum jelas tin­dak lanjutnya, yakni dugaan tindak pidana pekerjaan kons­­truksi pengadaan dan pe­masangan tiang Pe­ne­ra­ngan Jalan Umum (PJU), tiang selembayung senilai Rp6.780.589.500 yang di­lak­sanakan Dinas Per­tam­ba­ngan Energi Provinsi Riau tahun 2012, dugaan korupsi PAD Riau tahun 2008 pada sektor kontribusi sewa kamar mess Pemprov Riau di Slipi, Jakarta yang belum disetor ke kasda Pem­prov Riau se­nilai Rp117.000.000 dan dugaan korupsi pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 MM pada Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 senilai Rp3,4 miliar. (h/dod)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 27 Januari 2020 - 14:15:06 WIB

    Banyak Penolakan di Sumbar, Kedatangan Turis China Gelombang Kedua Dibatalkan

    Banyak Penolakan di Sumbar, Kedatangan Turis China Gelombang Kedua Dibatalkan PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kehadiran rombongan turis dari Kunming, China ke Sumatera Barat sejak kemarin menimbulkan sejumlah penolakan dan kekhawatiran sebagian publik di Ranah Minang. Salah satu penyebabnya adalah virus co.
  • Selasa, 17 Desember 2019 - 10:05:50 WIB

    Mengapa Banyak Orang Bali Namanya Made, Kadek, dan Wayan?

    Mengapa Banyak Orang Bali Namanya Made, Kadek, dan Wayan? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kalau kamu main ke Bali pasti sering menemukan orang yang namanya sama, misalnya Wayan atau Made. Apa ya makna pada nama-nama itu?.
  • Ahad, 15 Desember 2019 - 07:54:30 WIB

    Ini Negara yang Punya Banyak Jomblo

    Ini Negara yang Punya Banyak Jomblo STOCKHOLM, HARIANHALUAN.COM - Sebuah negara di Eropa ini bikin gregetan. Penduduknya enggan terikat dan nggak suka pacaran sehingga punya angka jomblo tertinggi di Eropa..
  • Senin, 25 November 2019 - 21:29:54 WIB

    Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Seniman Minang Sarankan Perbanyak Iven 

    Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Seniman Minang Sarankan Perbanyak Iven  PADANG,HARIANHALUAN.COM- Seniman minang yang juga Mahasiswa Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Yogyakarta, Dani Fajrul Arisyi melihat potensi wisata di Sumbar (yang biasa dikenal dengan ranah minang), cukup besar dan menjanjik.
  • Jumat, 02 Agustus 2019 - 08:19:41 WIB

    Wow Indahnya! Ternyata Banyak yang Baru di Bukittinggi

    Wow Indahnya! Ternyata Banyak yang Baru di Bukittinggi “Tak terasa kita sampai lagi di penghujung pekan hari ini. Saatnya refresh liburan akhir pekan. Kemanakah anda liburan akhir pekan ini? Inilah kota wisata yang tak ada bosan-bosanya memberikan keindahan bagi pengunjungnya..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]