Pakaian Jadi Bali Laris di Australia


Ahad, 27 September 2015 - 18:49:59 WIB

Perkembangan pereko­nomian global memang belum pulih signifikan me­nye­babkan pangsa pasar pakaian buatan masyarakat Pulau Dewata cepat beru­bah, yakni sebelumnya Si­nga­pura pembeli terbanyak kini menggeser ke Aus­tralia.

Ia mengatakan, tempo hari, rekan bisnis di negeri kawasan ASEAN itu ba­nyak memesan pakaian buatan tangan-tangan te­ram­pil masyarakat Pulau Dewata untuk dipasarkan kembali kepada wisatawan mancanegara yang berlibur maupun singgah sementara di Singapura.

“Namun, sekarang mu­lai tergeser ke Australia terutama pakaian jadi bu­kan rajutan sebagai pem­beli terbanyak kemudian konsumen dari Amerika Serikat sedangkan Singa­pura agar berkurang, mung­kin akibat kondisi ekonomi dunia kurang menggem­birakan,” ungkap Dewi.

Sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Pro­vinsi Bali, konsumen asal Australia misalnya selama Juli 2015 membeli sekitar 24,36 persen pakaian jadi bukan rajutan buatan Bali. Angka yang terbanyak di­susul Amerika Serikat se­banyak 18,73 persen, Si­ngapura 6,98 persen dan sisanya ke sejumlah negara lain.

Australia mengelu­ar­kan devisanya sebanyak US$21,4 juta selama Ja­nuari-Juli 2015 untuk mem­beli aneka barang ke­ra­jinan dan hasil industri kecil daerah Bali selain untuk membeli pakaian, juga perhiasan, perabotan rumah tangga dan barang rajutan.

BPS Bali juga mencatat, secara kumulatif ekspor barang asal Provinsi Bali pada periode Januari-Juli 2015 mencapai US$287,7 juta atau mengalami pe­nurunan 8,08 persen jika dibandingkan dengan kea­daan pada periode yang sama tahun 2014 mencapai US$313 juta.

Menurut pangsa pasar ekspor barang asal provinsi Bali pada tahun 2015, seba­gian besar dikirim ke negara Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Australia dan Hong Kong dengan pro­porsi masing-masing sebe­sar 23,70 persen, 8,52 per­sen, 8,24 persen, 7,46 per­sen, dan 5,66 persen. (h/inl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 September 2020 - 22:27:48 WIB

    Kebiasaan Buruk PM Israel dan Istri: Numpang Gratisan Nyuci Pakaian Kotor

    Kebiasaan Buruk PM Israel dan Istri: Numpang Gratisan Nyuci Pakaian Kotor HARIANHALUAN.COM - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, dan istrinya, Sara, dilaporkan sengaja membawa pakaian kotor untuk dicuci dengan memanfaatkan jasa binatu negara lain saat melakukan kunjungan kenegaraan ke .
  • Selasa, 16 Mei 2017 - 23:56:41 WIB

    Kasus Pembunuhan di Purus, Dodiar Tangisi Pakaian Terakhir Anaknya

    Kasus Pembunuhan di Purus, Dodiar Tangisi Pakaian Terakhir Anaknya Air mata Dodiar (54) tak terbendung saat Jaksa Penutut Umum (JPU) memperlihatkan barang bukti (BB) pakaian terakhir yang dikenakan Rizki Afdal, remaja 14 tahun yang tewas di tangan Arwin (49) dan Bayu Satrya (21) di rumahnya,.
  • Ahad, 15 Maret 2015 - 19:04:02 WIB

    Mulai 2016, Perdagangan Pakaian Bekas Impor Dilarang

    JAKARTA, HALUAN -Pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait larangan perdagangan barang bekas seperti pakaian bekas impor di pasar dalam negeri. Selama ini perdagangan pakaian bekas .


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]