Jarak Pandang Hanya 50 Meter


Ahad, 27 September 2015 - 18:53:50 WIB

“Mereka mengaku bosan hanya bermain di dalam ru­mah, makanya dibiarkan bermain di luar. Mereka se­pertinya juga sudah ter­biasa dan mulai ‘bersahabat’ de­ngan kondisi ini,” kata Wira (40), salah seorang war­ga kepada Haluan, Ming­gu (27/9).

Meski kabut asap yang menyelimuti Kabupaten So­lok sudah semakin pekat dan tebal, namun BPBD Kabupaten Solok me­nye­butkan jika indeks partikel dalam udara atau PM10 akibat kabut asap kiriman yang melanda daerah itu, masih dianggap belum ma­suk ke level berbahaya.

“Indeks partikel dalam udara akibat kabut asap, khusus di Kabupaten Solok sampai saat ini masih di­ambang batas tidak sehat. Untuk angka pastinya kita belum dapat informasi,” kata Kepala BPBD Kab. Solok, Abdul Manan me­lalui selulernya kepada Ha­luan, kemarin.

Kendati demikian lan­jutnya, kondisi indeks par­tikel dalam udara akibat polusi kabut asap di daerah itu, bisa saja berubah-ubah karena sifatnya yang ber­fluktuasi. Mengantisipasi masalah itu, kata Abdul Ma­nan, pihaknya se­ca­ra kon­tiniu terus ber­koor­dinasi de­ngan BPBD Provinsi Su­matera Barat, BMKG dan pihak-pihak terkait lainnya.

40 Ribu Masker

Sementara dari Ka­bup­a­ten Sijunjung, BPBD se­tempat membagikan 40 ribu masker kepada sejumlah elemen masyarakat di dae­rah itu, Sabtu (26/9). Selain kepada masyarakat umum, masker juga didistribusikan kepada murid TK, SD dan pelajar se Kabupaten Si­junjung. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dam­pak kabut asap ter­hadap kesehatan warga. Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan SP mengatakan, pembagian masker tersebut disalurkan kepada UPTD Pendidikan di masing-ma­sing kecamatan, untuk se­lanj­utnya dibagikan kepada seluruh murid TK dan SD. Untuk murid SD sebanyak 29.251 masker dan TK serta PAUD sebanyak 3.537 de­ngan total jumlah 32.788. Sementara sisanya 7.212, dibagikan kepada pelajar dan masyarakat.

Hardiwan mengatakan, semakin parahnya kabut asap yang melanda Sijunjung saat ini, antara lain di­ka­renakan masih adanya titik-titik api serta ter­deteksinya ti­tik-titik api baru yang te­r­sebar di sejumlah pro­vinsi di Pulau Sumatera. “Kita juga terus mengingatkan warga untuk menggunakan masker saat bepergian ataupun me­lakukan kegiatan di luar rumah,” imbaunya. Saat ini terang Hardiwan, ka­but asap yang me­nye­limuti Sijunjung ter­deteksi beracun dan sangat tidak sehat untuk dihirup. Hal ini sesuai dengan hasil pe­ne­litian yang dilakukan L­a­bo­ratorium Sumbar beberapa waktu lalu. Bahkan, hingga akhir September ini, Si­junjung juga telah ditetapkan sebagai salah satu daerah dengan status tanggap da­rurat kabut asap. (h/ndi/ogi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]