Pemko “Berjanji” Benahi Lagi Pantai Padang


Ahad, 27 September 2015 - 19:00:21 WIB

Dari pengamatan Ha­luan di lapangan, juru parkir selain tidak memberikan karcis parkir juga tidak menggunakan identitas. Se­perti baju parkir yang sudah dibagikan oleh Pemko Pa­dang beberapa waktu lalu.

Salah seorang juru parkir yang ditanya Haluan, An­dika, mengaku baju par­kirnya basah dan karcis parkirnya habis. Tetapi, An­dika mengaku tidak pernah memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan.

“Biasanya ada pakai kar­cis kakak, sekarang lagi habis,” terangnya.

Juru parkir lainnya, Pak Totok juga tidak mem­be­rikan karcis parkir. Dengan berbagai alasan Pak Totok juga mengatakan bahwa par­kir yang dia kelola resmi, karena ada rompi yang lang­sung dipasangkan oleh wa­likota beberapa waktu lalu.

“Karena tidak ada karcis jangan dikira parkir ini ilegal. Ini resmi, kebetulan saja karcisnya habis,” papar Pak Totok.

Dengan tidak adanya karcis yang diberikan oleh juru parkir selain membuat tidak nyaman pengunjung, kondisi ini juga membuat citra objek wisata buruk.

Nita, salah seorang pe­ngunjung mengaku penge­lolaan objek wisata masih buruk di Kota Padang. Jika dinilai dengan angka Kota Padang masih dalam level merah.

“Pembenahan objek wi­sata ini bukan sarana saja. Masyarakat yang ada di ob­jek wisata ini yang harus dibenahi juga. Karena pe­ngunjung jadi tidak nyaman seakan-akan wisata ini di­kelola warga setempat de­ngan sesuka hati,” katanya lagi.

Nita menambahkan, usa­ha Pemerintah Kota Padang untuk membenahi wisata sudah nampak, hanya saja belum menunjukkan hasil.

“Pembenahan wisata su­dah dimulai. Hasilnya saja belum nampak,” ulasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ke­budayaan Kota Padang Dian Fakhri mengatakan memang susah mengubah watak ma­syarakat di objek wisata. Tetapi, pihaknya selalu me­mantau objek-objek wisata.

“Kota Padang saat ini sedang membenahi semua objek wisata. Jadi wajar saja masih ada kejanggalan di­lihat pengunjung,” katanya lagi.

Terkait dengan juru par­kir dan pemalakan di objek wisata, menurut Dian, itu sudah diminimalisir dengan memanggil pemuda se­tem­pat. Pemuda itulah yang akan mengontrol perilaku teman-temannya.

Untuk di Muaro Lasak, katanya, sudah dibentuk juru parkir resmi beberapa waktu lalu. Sudah ada koor­dinasi dengan Dishub­ko­minfo untuk memantau juru parkir tersebut.

Kepala UPT Parkir Dis­hubkominfo Kota Padang Bastiar mengatakan untuk memulai pengelolaan parkir di objek wisata dengan stan­darisasi memang susah. Ka­rena lokasi parkir itu selama ini bukan di bawah penga­wasannya. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]