Jemaah Haji RI Wafat Jadi 34 Orang


Ahad, 27 September 2015 - 19:10:33 WIB

Kepala Daker Mekkah, Arsyad Hidayat, di Mekkah, kemarin mengatakan, ke-15 jenazah yang berhasil diidentifikasi itu 3 orang berasal dari BTH 14, 9 orang dari JKS 61, 2 orang dari SUB 48, dan 1 orang dari UPG 10.

Arsyad menjelaskan, proses identifikasi terhadap para korban dari targedi yang terjadi pada Kamis lalu itu dipusatkan di tempat pemulasaraan jenazah al-Mu’aishim. Kondisi korban saat ini tersimpan dalam mobil trailer yang dilengkapi mesin dengan pendingin udara. “Kami harus mendatangi tempat penyimpanan jenazah untuk mengecek foto korban yang diserahkan pemerintah Saudi,” katanya.

Informasi terakhir, masih ada 99 jemaah haji Indonesia yang belum kembali ke maktab atau hilang.

Tragedi Mina terjadi akibat ribuan jemaah berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, ketika berjalan kaki menuju Jamarat pada Kamis (24/9). Akibatnya, lebih dari 700 jemaah haji meninggal dunia dan 853 jemaah mengalami luka.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menya­takan 19 jemaah haji Indonesia meninggal dalam kejadian itu. Lima mukimin atau warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi juga dinyatakan wafat. Enam orang juga masih dirawat di rumah sakit karena luka.

Tidak ada jemaah haji asal Sumbar yang menjadi korban dalam tragedi Mina. Jemaah haji yang meninggal antara lain dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Kepulauan Riau.

Sampai saat ini penyelidikan kasus tersebut masih berlanjut. Namun, seorang pejabat Iran telah membenarkan bahwa jema­ah Iran sebagai penyebab terja­dinya tragedi Mina.

Dilansir Arabnews, Ahad (27/9), seorang pejabat Iran telah mengonfirmasi bahwa sekitar 300 jemaah Iran yang datang dari arah berlawanan telah menyebabkan bentrokan itu terjadi.

Pejabat Iran kepada surat­kabar Asharq Al-Awsat mengata­kan, pelanggaran dimulai ketika 300 jemaah Iran mulai bergerak dari Muzdalifa langsung menuju Jamarat. “Bukannya pergi ke kamp mereka terlebih dulu untuk menunggu waktu kelompok me­re­ka untuk bergerak, justru me­reka langsung bergerak ke arah yang berlawanan di jalan 203, di mana insiden menyakitkan itu terjadi,” kata Asharq.

Surat kabar itu merujuk hasil rekaman sebuah kamera di Jama­rat, yang mengungkapkan perin­cian insiden itu dan menegaskan kelompok Iran salah langkah dalam tragedi tersebut. Sebe­narnya, saat insiden terjadi adalah waktu bagi jamaah Turki untuk melempar kerikil.

Sumber tersebut mengatakan, ada rencana yang telah ditetapkan untuk jemaah haji yang dilak­sanakan secara menyeluruh de­ngan bantuan instansi pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri. Tapi, ada beberapa kelompok yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Kronologi Kejadian

Jalan 204 bukan akses untuk jemaah Indonesia menuju lokasi melontar jumrah atau Jamarat di Mina, Arab Saudi. Namun, jemaah dari tiga kelompok terbang (klo­ter) justru melintas akses tersebut menuju ke Jamarat pada Kamis (24/9) pagi.

Ketua Kloter JKS 61 Aceng Sukandar mengatakan, seluruh jemaah dari kloternya berangkat pada pagi hari karena mengejar waktu utama atau afdal. Seluruh jamaah sudah mengikuti jalur sesuai peta yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Peta yang diberikan menun­jukkan dua warna, yaitu jalur hijau untuk akses menuju Jamarat dan jalur merah untuk akses kembali ke tenda di Mina. Jalur hijau, yaitu melalui Jalan King Fahd. “Jalur lurus itu memang untuk jamaah asal Asia,” kata Aceng.

Ada delapan rombongan yang berangkat pada Kamis (24/9)  pagi. Tiga rombongan berjalan lurus melintasi Jalan King Fahd untuk menuju Jamarat.

“Sudah ada rombongan ketiga yang melntas di jalan lurus itu lalu disetop dan harus berbelok ke kiri, ke jalur orang-orang Afrika,” ujar Aceng.

Jamaah yang tergabung dalam tiga rombongan Kloter JKS 61 pun berbelok ke Jalan 223 yang menjadi penghubung antara Jalan King Fahd dan Jalan 204.

“Ada delapan rombongan. Tiga rombongan bisa lewat lurus (Jalan King Fahd), tiga rombo­ngan berbelok, dan dua yang terakhir bisa lurus lagi,” kata jamaah Kloter JKS 61, Roni Herdianto (34 tahun).

Dari Jalan 223, jemaah masuk ke Jalan 204. Jalan 204 meru­pakan akses ke Jamarat yang digunakan oleh jamaah asal Liba­non, Iran, Irak, Nigeria, dan Mesir. Ketika masuk ke Jalan 204, menurut Aceng, sudah terja­di kepadatan.

“Itu orang-orang Afrika baru pulang dari Jamarat sedangkan kami mau menuju Jamarat se­hingga berpapasan di jalur itu,” ujar dia.

Pertemuan jamaah yang telah selesai melontar jumrah aqabah bertemu dan jamaah yang hendak menuju Jamarat menyebabkan kekacauan. Aksi saling dorong terjadi sehingga banyak korban yang terinjak-injak dalam keja­dian itu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan mene­lusuri alasan askar mengarahkan jemaah berbelok kiri ke Jalan 223 sehingga mereka harus me­lin­tasi Jalan 204 ketika hendak menuju Jamarat. Jalan 204 meru­pakan lokasi terjadinya insiden jemaah berdesakan pada Kamis (24/9) pagi.

Menteri Agama Lukman Ha­kim Saifuddin mengatakan, ke­terangan korban asal Indonesia yang menyebutkan askar me­ngarahkan jemaah ke jalan yang berbeda harus ditelusuri.

Lukman menyatakan upaya pemerintah untuk perbaikan layanan penyelenggaran haji di Arab Saudi tidak akan berhenti. Pemerintah Indonesia akan me­nyampaikan kepada Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan seperti di Jalan 204, Mina. (rol/dtc/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 10:56:51 WIB

    Nasib Calon Jemaah Gimana Usai Arab Saudi Setop Umrah?

    Nasib Calon Jemaah Gimana Usai Arab Saudi Setop Umrah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, termasuk Indonesia. Menurut Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI) Syam .
  • Kamis, 14 April 2016 - 03:18:49 WIB

    PT Wisata Almabrur Berangkatkan 34 Jemaah

    PT Wisata Almabrur Berangkatkan 34 Jemaah PADANG, HALUAN — Bisnis biro perjalanan masih menjadi usaha primadona, terbukti masih banyaknya pertumbuhan usaha biro perjalanan umroh dan haji di Kota Padang. Salah satunya adalah PT Wisata Almabrur. Belum lama ini, perus.
  • Jumat, 08 Januari 2016 - 03:03:58 WIB
    Musim Dingin di Arab Saudi

    Armindo Pastikan Jemaah Umrah Dalam Kondisi Prima

    Armindo Pastikan Jemaah Umrah Dalam Kondisi Prima PADANG, HALUAN — Musim dingin tengah menyelimuti Arab Saudi belakangan ini. Menurut Divisi Operasional Armindo Jaya Tour (AJT) Mabrur Barik, saat ini suhu di Arab Saudi berada pada kisaran 5 sampai 15 derjat celcius. Hal it.
  • Jumat, 25 September 2015 - 19:05:18 WIB

    125 Jemaah Haji RI Dilaporkan Hilang

    SEJAK TRAGEDI MINA

    Sebanyak 125 orang jemaah haji Indonesia dilaporkan hilang atau belum kembali ke maktab sejak terjadinya tragedi Mina, Kamis pagi. Mereka berasal dari .

  • Kamis, 24 September 2015 - 20:31:55 WIB

    Ratusan Jemaah Haji Tewas

    MUSIBAH LAGI DI MINA

    *Tiga Korban JH Indonesia

    Tragedi Mina kembali terjadi. Ratusan .


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]