Perekonomian Lesu, UMKM Mulai Terimbas


Ahad, 27 September 2015 - 19:13:22 WIB

“Memang ada pelaku UMKM kita yang mengaku ada dampak perekonomian global. Ini harus menjadi perhatian kita tentunya,” terangnya.

Sementara itu, hingga kini aktivitas ekspor produk kerajinan Sumbar masih didominasi dengan sistem tentengan. Sehingga aktivitasnya tidak tercatat dalam realisasi ekspor Sumbar.

Dikatakannya, belakangan Sumbar memang akan mengutamakan ekspor pada produk kerajinan, selain komoditi hasil pertanian. Namun hingga kini aktivitas itu belum dapat dimasksimalkan, karena belum bisa memproduksi secara massal.

”Aktivitas ekspor kerajinan kita masih didominasi oleh ekspor tentengan, tujuannya Malaysia dan Singapura. Kalau yang rutin belum ada,” ungkapnya.

Dikatakannya, ekspor tentengan tersebut terdiri dari kerja sama perajin dan pengusaha kerajinan langsung dengan pembeli luar negeri. Sehingga jumlah dan sistemnya masih ditenteng, baik oleh pembeli, maupun diantar perajin.

“Pada umumnya mereka memiliki relasi sendiri, terkadang ada juga yang memiliki famili di negara pembeli,” terangnya. Kendala lain rendahnya eskpor produk kerajinan, bukan pada kualitas produk. Namun pada kemasan dan standardisasi produk belum jelas. Akibatnya, daya saing produk kerajinan tersebut menjadi lemah diban­ding produk di luar negeri.

“Meski begitu tetap membe­rikan pemahaman bagaimana caranya menembus pasar ekspor. Sehingga tetap ada motivasi,” ujarnya.

Menurut Zirma, lemahnya ilmu para penggerak UMKM tentang pengemasan juga menjadi kendala ekspor. Pengemasan tersebut selain bertujuan untuk promosi, kemasan juga harus bisa membuat makanan yang ada da­lam kemasan tahan lama.

“Kalau rendang sudah ada yang bisa tahan 8 bulan dalam kemasan. Tapi, setelah kemasan dibuka, dua hari setelah itu tidak baik lagi untuk dikonsumsi. Ilmu untuk itu yang belum kita da­patkan,” ujarnya.

Salah satu bentuk promosi nantinya kata Zirma, dengan cara membuat kawasan pusat UMKM.  Contohnya kalau un­tuk produk kuliner, dibuat kawasan wisata kuliner. Program ini semenstinya harus sejalan dengan program pembangunan wisata.(h/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 Desember 2015 - 02:50:35 WIB
    Walikota Mahyeldi di Seminar IORAG

    Teluk Bayur dan BIM Infrastruktur Strategis Perekonomian Kota Padang

    JAKARTA, HALUAN — Pa­dang berada di sisi barat pulau Sumatera. Sebagai daerah yang berada di garis pantai, Padang memiliki pelabuhan berkapasitas ter­besar di Sumatera, yakni Teluk Bayur..
  • Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:35:32 WIB

    Tol Padang-Bukittinggi-Riau Berdampak Ganda Pada Perekonomian

    PEMKO PADANG GELAR FGD

    PADANG, HALUAN — Sesuai amanat Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, Kota Padang telah memiliki Rencana Tata Ruang Wila­yah (RTRW) mel.

  • Senin, 05 Oktober 2015 - 19:12:40 WIB

    Iven Internasional Diharapkan Dongkrak Perekonomian

    PADANG, HALUAN — Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah berharap sejumlah iven internasional yang diadakan di Padang, mampu menggeliatkan perekonomian kota ini.

    “Dengan banyaknya kegi­atan berskala besar seperti.

  • Selasa, 01 September 2015 - 19:11:14 WIB

    Perekonomian Daerah Terancam Stagnan

    SERAPAN ANGGARAN MASIH DI ANGKA 24 PERSEN

    PADANG, HALUAN — Serapan anggaran di 19 kabupaten/ kota di Sumbar hingga Agustus 2015, diakui masih sangat rendah. Rata-rata, serapan anggaran kabupaten/.

  • Senin, 23 Februari 2015 - 18:56:28 WIB

    Opini BPK Tak Jamin Perekonomian

    PADANG, HALUAN — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis menilai opini BPK yang diraih oleh sejumlah daerah tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Meskipun sudah meraih opi.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]