2.601 Kasus Rabies di Sumbar


Ahad, 27 September 2015 - 19:13:51 WIB

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Rosnini Savitri melalui Kepala Bi­dang Penanggulangan Penya­kit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL), Irene kepada Haluan pada Minggu (27/9) mengatakan, dari 2.601 kasus GHTR, tercatat lima di antaranya positif kasus Hewan Penular Rabies (HPR). Data terse­but ditetapkan berdasarkan angka kematian akibat ra­bies (Lyssa) pada tahun ini yang berjumlah lima kasus.

“Lima kasus Lyssa per-Agustus ini terdiri dari dua kasus di Kabupaten Pesisir Selatan, dua di Kabupaten Solok dan lainnya di Kabu­paten Sijunjung. Melihat pada angka GHTR, tentu ini sangat mengkhawatirkan, sehingga kami berharap masyarakat mau bekerja sama dengan memberi vak­sin pada hewan pelihara­annya, terutama anjing,” ucap Irene

Secara gamblang Irene menjelaskan, untuk patokan kasus secara global, kajian internasional menghasilkan data bahwa seluruh kasus rabies berakibat fatal, di mana satu orang meninggal setiap sepuluh menit kare­nanya, 50% kasus umumnya menimpa anak-anak. Se­dang­kan untuk hewan penu­lar, 95% di antaranya adalah anjing, sisanya didominasi kucing, kera dan beberapa hewan lainnya. Untuk itu, pem­berian vaksin kepada 70% lebih populasi anjing diperkirakan dapat menghentikan penularan rabies.

“25 provinsi di Indonesia masih tertular rabies, Sumbar bersama Sulawesi Utara, Suma­tera Utara dan Bali termasuk daerah-daerah yang angka GHTR-nya tertinggi dibanding provinsi lainnya.

Untuk Sumbar, dari total 2.601, Kabupaten Solok (302), Limapuluh Kota (264), Sijunjung (247) dan Kota Padang (280) adalah yang paling banyak kasus GHTR-nya. Sedangkan yang paling minim adalah Kabu­paten Mentawai (1),” lanjut Irene.

Dalam penanganan kasus ra­bies, imbuh Irene, Dinas Kese­hatan dan Dinas Perternakan merupakan dua leading sektor, Dinkes fokus pada penanganan atas dampak serta melakukan pencegahan, sedangkan Disnak terfokus pada pencegahan lewat berbagai kampanye vaksinasi rabies.

“Masyarakat jangan mambu­nuh anjing yang menggigit kor­ban. Saat terjadi kasus GHTR, langsung cuci bekas gigitan de­ngan sabun pada air yang menga­lir, lalu kunjungi pelayanan kese­hatan. Sembari itu kita pantau anjing yang menggigit tersebut. Jika selama 14 hari setelah keja­dian anjing itu masih hidup, maka korban akan diberi Vaksinasi Anti Rabies (VAR). Tapi jika anjing itu mati setelah menggigit, korban harus diberi Serum Anti Rabies (SAR). Karena jikan anjing itu mati setelah menggigit, dapat dipastikan ia terkena ra­bies,” jelasnya lagi.

Rakor se-Sumatera

Jika anjing yang menggigit langsung dibunuh atau hilang, lanjutnya, korban akan langsung diberi SAR dan VAR sekaligus.

Selain itu, penanganan juga melihat kepada risiko dan lokasi luka bekas gigitan. Sedangkan untuk gejala pada kasus yang terlambat ditangani, tidak mudah dideteksi karena gejala gigitan tak bisa langsung terlihat. Dengan kata lain apabila lambat ditangani, korban bisa saja meninggal ber­tahun-tahun setelah kejadian, tergantung perkembangan rabies di tubuhnya.

“Karena itu yang terpenting adalah mencegah, karena untuk satu vial SAR saja harganya mencapai Rp2 juta, sedangkan berat 1 kiur vaksin (4 vial) VAR harganya mencapai Rp750 ribu. Untuk itu pula, dalam rangka Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 September, pada 30 September ini Dinkes dan Disnak akan menggelar rapat koordinasi (rakor) se-Sumatera di Bukittinggi untuk mengkaji ber­bagai langkah penanganan rabies. Penyakitnya bakal dikaji oleh Dinkes, sedangkan untuk penye­bab rabies dikaji oleh Disnak.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peter­nakan Sumbar, M Kamil, me­ngim­bau masyarakat agar men­jadi pemilik hewan peliharaan yang bertanggung jawab, dengan bukti mengupayakan pemberian vaksin anti rabies kepada anjing-anjing peliharaan.

Selain itu, Disnak Sumbar juga menyediakan fasilitas pemberian vaksin gratis bagi para pemilik hewan dan meminta masyarakat luas agar segera melaporkan kasus kejadian gigitan anjing sesegera mungkin kepada ins­tansi terkait. (h/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]