Penyaluran KUR BRI Capai Rp2,1 Triliun


Senin, 28 September 2015 - 20:03:59 WIB

“Keberhasilan menem­bus angka Rp2 triliun hanya dalam waktu singkat tentu merupakan prestasi mem­banggakan yang menunjuk­kan keseriusan Bank BRI dalam melakukan akselerasi penyaluran KUR sejak mo­ra­torium dibuka kembali,” lanjutnya.

Dari jumlah KUR yang telah disalurkan tersebut, sektor perdagangan masih mendominasi pembiayaan, yaitu sekitar 69,3 persen. Kemudian berturut-turut pembiayaan terbanyak di sektor pertanian 19,95 per­sen, dan sisanya ke sektor ekonomi lainnya.

Budi memaparkan, ada tiga wilayah yang menyerap KUR paling banyak yakni Wilayah Sulawesi Selatan sebesar Rp268,93 miliar (12,41 persen), Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebesar Rp216,02 miliar (9,97 per­sen), serta Yogyakarta se­besar Rp203,34 miliar (9,38 persen). Sedangkan sisanya relatif cukup merata di wila­yah lainnya di seluruh In­donesia.

“Meratanya penyaluran KUR ini juga menjadi bukti bahwa akselerasi KUR be­nar-benar dilakukan secara merata di seluruh wilayah di Tanah Air. Seluruh jajaran BRI memiliki semangat yang sama tingginya dalam me­nyukseskan program KUR dan memastikan bahwa tar­get Rp21 triliun yang dia­manahkan kepada BRI bisa terwujud,” ujar Budi.

Dari segi kualitas kredit, level NPL KUR BRI terca­tat berada di posisi 0 persen. Sementara itu, potensi untuk meningkatkan debitur dari KUR ke pinjaman komersial cukup besar,

“Kami optimis 153 ribu debitur KUR baru ini bakal hijrah ke kredit komersial,” ujar Budi.

Untuk mendorong hijrah tersebut, lanjut Budi, BRI berupaya melakukan pem­binaan terhadap pelaku usa­ha yang mendapatkan KUR, sehingga bisnis debitur KUR dapat berkembang.

“Sebab kalau binaan BRI ini bermigrasi ke kredit ko­mersial, itu artinya bisnisnya semakin bagus dan menjadi bankable serta mereka su­dah punya aset riil yang dapat menjadi agunan untuk pemberian kredit dengan nominal yang lebih besar,” kata Budi.

Ia menambahkan, untuk da­pat meningkatkan penya­luran KUR, BRI meman­faatkan Teras BRI yang be­ra­da di pasar-pasar basah dan BRI Unit yang men­jangkau daerah-daerah ter­pencil.

“Kekuatan kami adalah unit kerja yang mengakar dan terbesar di Indonesia, hingga saat ini jumlah ja­ringan mikro, termasuk Te­ras BRI dan Teras BRI ke­liling adalah 9.033 outlet dengan infrastruktur IT real time online,” ujar Budi. (h/ans)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:41:19 WIB

    Perbatasan di Sumbar Jadi Sasaran Penyaluran Narkoba

    Perbatasan di Sumbar Jadi Sasaran Penyaluran Narkoba PADANG, HARIANHALUAN.COM - Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Kumbul Kusdwijanto Sudjadi menyebut bahwa kawasan perbatasan kerap dijadikan lokasi transit dan peredaran barang haram narkoba untuk kemudian disalurkan.
  • Selasa, 29 September 2015 - 19:21:43 WIB

    Penyaluran Kredit Perbankan Melambat

    PADANG, HALUAN — Bank Indonesia mencatat pertum­buhan penyaluran kredit per­bankan di Suma­tera Barat (Sumbar) pada triwulan II 2015 melambat seiring de­ngan terjadinya perlambatan ekonomi glo­bal.<.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]