Kenaikan Harga TBS Belum Untungkan Petani


Selasa, 29 September 2015 - 19:25:38 WIB

Sepriadi warga Sutera Selasa (29/9) menyebutkan, harga TBS masih belum sepadan dengan biaya produksi untuk pengolahan lahan dan tuntutan kebu­tuhan harian. Harga ideal sawit yang diharapkan adalah Rp1500, sementara yang terjadi malah sebaliknya. Dengan harga Rp450 sebetulnya petani harus menutup biaya-biaya Rp1150.

Dikatakannya, meski telah naik yang sebelumnya anjlok, aktivitas di kebun tidak bergairah. Ketika harga sawit Rp1400 perkilogram dia bisa mem­bayar upah buruh untuk me­manen dan perawatan.

“Sekarang, karena harga sawit tidak menguntungkan, terpaksa dikerjakan sendiri. Dikerjakan sendiripun masih alami kerugian besar. Biaya pupuk saja setiap batang memerlukan dana Rp600, belum lagai pembersihan lahan dan biaya angkut,” katanya.

“Saya menjual sawit seharga Rp450 perkilogram kepada toke, harga itu bahkan cenderung tidak stabil,” ujar Sepriadi.

Nawir (61) petani sawit di daerah tersebut mengatakan, dia telah men­jalin hubungan dengan toke semenjak sepu­luh tahun lalu. Toke mem­beri­kan bantuan kepadanya disaat petani alami kesulitan. “Saya dibantu pupuk bila tidak ada dana pembeli pupuk. Kemu­dian bila beras tidak ada toke juga siap memberikan pinjaman kepada kami. Jadi kami sangat tertolong,” katanya.

Akibat hubungan seperti itu menu­rut Nawir, dia tidak punya pilihan lain untuk menjual TBS bila masa panen tiba. Berapapun harga yang ditetapkan toke ia tidak bisa mengelak. “Meski dengan menjual sawit seharga Rp400 dan tidak memperoleh keuntungan, kami tidak mungkin melupakan jasa toke disaat kami dalam keadaan sulit,” katanya. (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]