Pendidikan Masyarakat Sumbar Rata-rata SMP


Selasa, 29 September 2015 - 19:44:26 WIB

Rendahnya indeks pen­didikan tersebut dapat me­nye­babkan Indek Pemba­ngunan Manusia (IPM) ti­dak mengalami pertum­bu­han. Sehingga upaya pem­bangunan yang ditargetkan menjadi terganggu.

“Data ini menunjukkan indeks pendidikan dari RLS merupakan variable penting dalam mendorong IPM. Se­dangkan IPM adalah indi­kator untuk mengukur ke­ber­hasilan membangun kualitas hidup manusia, pemba­ngu­nan daerah, dan penen­tuan Dana Alokasi Umum (DAU). Jika salah satu in­deks tentang RLS turun ma­ka IPM yang di­capai pun sulit didapat,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri saat sosialisasi IPM metode baru di Hotel Inna Muara, Padang, Selasa (29/9).

Yomin menjelaskan, RLS didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh pen­duduk dalam menjalani pendidi­kan formal. Dan cakupan pen­duduk yang dihitung RLS adalah yang berusia 25 tahun ke atas, dengan asumsi pada usia tersebut proses pendidikan formal sudah berakhir.

“Selain RLS ada variable lain yang mendukung IPM, seperti Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir, pengeluaran per kapita, dan Harapan lama Sekolah (HLS). Dan dengan IPM ini, dapat menjelaskan bagaimana pen­duduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam mem­pe­roleh pendapatan, kesehatan, dan pendidikan,” terangnya.

Lebih lanjut Yomin menga­takan, saat ini BPS menggunakan IPM metode baru yang baru saja diterapkan pada tahun 2015. Diharapkan dengan metode baru dapat memberikan potret per­kem­bangan pembangunan manu­sia secara lebih tepat dan akurat. Selain itu, motode baru tersebut juga merupakan bagian dari kesepakatan global.

“Metode baru ini merupakan penyempurnaan yang sudah ada. Sehingga perubahan semakin cepat. IPM ini selalu dievaluasi oleh para ahli, maka akan selalu ada pengembangan,” ung­kapYomin.

Dengan metode baru, hasil perhitungan IPM saat ini menjadi lebih rendah dibandingkan hasil perhitungan dengan metode lama. Misalnya saja, IPM Indonesia yang baru pada 2010 dan 2013 menjadi 66,53 dan 68,31. Sebe­lumnya, dengan metode lama, IPM Indo­nesia pada periode yang sama, tercatat sebesar 72,27 dan 73,81.

Menurut Yomin, kelemahan pada metode lama ada pada arit­matik yang menjadikan penghitu­ngan IPM yang menunjukkan capaian rendah dalam suatu dimensi dapat ditutupi dengan capaian dimensi lainnya. Sedang­kan menggunakan rumus rata-rata geometric, capaian suatu dimensi tidak dapat ditutupi dengan dimensi lainnya. Dimensi dasar tersebut meliputi umur panjang dan hidup sehat, penge­tahuan dan kesehatan.

Sementara itu, guru besar Ekonomi SDM Universitas An­dalas sekaligus analis komponen IPM, Elfindri menyampaikan, Sumbar mempunyai masalah dalam memperbaiki strategi indeksnya. Sehingga program yang sudah ada tidak berjalan sampai ke pelosok.

“Ini problem di Sumbar, IPM sulit ditingkatkan karena kom­ponen sub tidak tumbuh seperti daerah lain. Jadi saat ini bisa dikatakan Human Resource Deve­lopment trap, meskipun program-program sudah dibuat tetapi tidak berjalan hingga ke daerah terpencil,”terangnya.

Menurut Elfindri, salah satu cara yang dapat dilakukan mengatasi masalah ini adalah, menjangkau yang sulit terjangkau dan menjadikanya lebih baik. Terjangkau dalam pelayanan KB dan kesehatan dan gizi. Jika ini dapat dilakukan maka indeks kesehatan dapat ditingkatkan. Dan IPM jauh lebih tinggi dari daerah lainnya.(h/rvo)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 19 Agustus 2020 - 23:00:19 WIB

    Berjasa di Bidang Pendidikan, Irwan Prayitno Terima Penghargaan dari Kota Padang

    Berjasa di Bidang Pendidikan, Irwan Prayitno Terima Penghargaan dari Kota Padang HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menerima penghargaan dari Kota Padang sebagai tokoh yang berjasa dibidang pendidikan. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumbar di ruang ker.
  • Ahad, 23 Februari 2020 - 18:19:53 WIB

    Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wawako Padang Hendri Septa Ternyata Pernah Dirikan LSM

    Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wawako Padang Hendri Septa Ternyata Pernah Dirikan LSM PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kini nama Hendri Septa, B.Bus (Acc), MIB sudah sangat akrab didengar, terlebih sosoknya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Padang. Bahkan sebelum menjabat, putra dari politisi Sumbar Mu.
  • Senin, 17 September 2018 - 13:39:19 WIB

    Baznas Padang Punya Delapan Program Bantuan Pendidikan

    Baznas Padang Punya Delapan Program Bantuan Pendidikan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang menyalurkan bantuan pendidikan untuk pelajar Kota Padang melalui program Padang Cerdas. Setidaknya pada 2018, dana bantuan akan digelontorkan melalui d.
  • Ahad, 17 September 2017 - 12:36:25 WIB

    Weno Aulia Durin, Pendidikan di Padang Harus Lebih Manusiawi

    Weno Aulia Durin, Pendidikan di Padang Harus Lebih Manusiawi PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Peserta didik di Padang disesaki banyak masalah, mulai dari terancamnya nyawa mereka di jalan sampai pada ancaman jadi korban tawuran. Lainnya, was-was saat banjir, terutama yang perempuan. Dunia pe.
  • Senin, 19 Desember 2016 - 01:24:03 WIB
    STIKES RANAH MINANG WISUDA 167 LULUSAN

    Tenaga Kesehatan Perlu Tingkatkan Pendidikan

    Tenaga Kesehatan Perlu Tingkatkan Pendidikan PADANG, HALUAN — Standar kualifikasi pendidikan di dunia kerja semakin lama semakin tinggi, oleh karena itu di saat ada ke­sem­patan, generasi terpelajar di­harapkan dapat meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih ti.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]