Tahun Ini Dibangun 4 Selter


Selasa, 29 September 2015 - 19:50:57 WIB

Pemerintah juga telah mem­bangun beberapa selter di zona-zona merah yang terkena dampak tsunami yaitu di tepi pantai. Hal ini diharapkan bisa memberikan rasa aman untuk mencegah masyarakat eksodus atau pindah ke tempat lain.

Dinas Prasarana Jalan dan Tata Permukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar akan membangun empat selter tahun 2015 ini. Lokasi empat selter tersebut satu di kawasan Ulak Karang, Padang dan tiga lainnya akan dibangun di Pesisir Selatan.

Kepala Disprasjaltarkim Sum­bar, Suprapto kepada Haluan Selasa (29/9) di Padang menuturkan, tahun ini akan dibangun empat selter baru dengan sumber dana dari APBD dan APBN. Dari dana APBD direncanakan untuk pembangunan tiga selter dan dari APBN satu selter.

“Diperkirakan total dana untuk tiga selter tersebut menghabiskan Rp9 miliar dana APBD. Semen­tara untuk selter dari dana APBN dengan total biaya Rp20 miliar,” ujarnya.

Kapasitas daya tampung selter itu kata Suprapto, tiga selter dari APBD masing-masingnya me­nam­pung 200 orang. Sementara untuk selter dari dana APBN senilai Rp20 miliar dengan kapa­sitas 1.000 orang.

“Sejauh ini kita sudah bangun 35 selter yang kita tempatkan di zona merah rawan tsunami. Jadi, warga tidak perlu khawatir lagi,” imbuhnya.

Sejauh ini yang menjadi ken­dala Disprasjaltarkim dalam pembangunan selter hanya pada persoalan dana. Dengan anggaran yang terbatas membuat pemba­ngunan selter itu dilakukan berta­hap dan berkelanjutan.

Kepala BPBD Sumbar, Zul­fiat­no menguatkan pernyataan Kepala Disprasjaltarkim, Su­prapto. “Berdasarkan rekapi­tulasi kebutuhan selter usulan kabu­paten/kota, dibutuhkan 211 selter dengan daya tampung 436.000 jiwa. Seperti Kota Pa­dang seba­nyak 38 unit, Kota Pariaman 22 unit, Padang Paria­man sebanyak 55 unit,” terangnya.

Selain itu kata Zulfiatno, Agam sebanyak 8 unit, Pesisir Selatan 56 unit, dan Mentawai sebanyak 24 unit. “Saat ini juga sudah banyak gedung-gedung yang dijadikan selter. Gedung di Perguruan Tinggi (PT) seperti UNP, Bung Hatta yang berada di zona merah. Masjid-masjid di Sumbar dan gedung pemerintahan umumnya juga sudah dilengkapi selter,” terangnya.

Ke depan kata Zulfiatno, Pemprov Sumbar akan terus membangun tempat evakuasi vertikal atau shelter yang akan dibangun di kampus dan sekolah, masjid, gedung pemerintahan, dan gedung fasilitas umum. “Kita sudah memberikan standardisasi bangunan yang dilengkapi lang­sung dengan selter,” ujarnya.

Mantan Walikota Padang Fau­zi Bahar ketika diminta tangga­pannya soal selter, beranggapan jumlah tempat evakuasi semen­tara (TES) di Padang memang perlu diperbanyak.  Ratusan ribu penduduk Padang berdomisili di zona merah, harus diberi rasa aman agar mereka tak lagi was-was kemana harus mengevakuasi diri ketika gempa besar terjadi.

“Bangunan-bangunan seperti SMA 1 Padang, Masjid Raya serta Mapolda Sumbar harus jadi tem­pat penyelamatan secara masif. Sementara untuk unit-unit kecil, kita bisa ambil contoh seperti TES yang ada di komplek Villa Hadis dimana masyarakat setem­pat atau penghuni membangun­nya secara swadaya. Tapi untuk komplek perumahan dengan pen­duduk yang lebih besar, tentu itu pe­ran pemerintah yang lebih diper­banyak,”kata Fauzi sambil me­ngenang momen ketika terjadi gempa besar 30 September 2009 lalu.

Kondisi pada saat ini, katanya sulit sekali. Masyarakat panik karena tidak tahu harus lari kemana. “Saya ambil alih RRI untuk mencoba menenangkan warga. Secara eksternal, informasi ini juga cepat tersebarluas hingga menjadi perhatian pemerintah. Pak (Presiden) SBY yang saat itu sedang berada di luar negeri, memilih mempersingkat kunju­ngannya untuk melihat kondisi Padang dan sekitarnya,”sebut Fauzi lagi. Karenanya, dengan banyaknya jumlah shelter tadi, tentunya masyarakat tidak lagi perlu panik. Mereka cukup mencari shelter terdekat untuk mengevakuasi diri dan keluarga.

Jalur Evakuasi

Kepala Disprasjaltarkim Sum­bar Suprapto mengatakan, untuk evakuasi horizontal atau lebih dikenalkan jalur evakuasi tahun ini tidak menjadi prioritas Pemprov Sumbar. Karena Pem­prov Sumbar akan lebih mem­fokuskan pembuatan evakuasi vertikal.

Untuk pembangunan jalur evakuasi khusus Kota Padang, diprioritaskan untuk tiga jalur evakuasi. Yaitu, Alai – By Pass yang sudah rampung. Bandara Tabing – Dadok Tunggul Hitam- By Pass masih dalam pengerjaan dan Nipah Teluk Bayur yang masih tersendat karena lahan yang belum bebas.

“Tahun ini, tiga jalur ini yang  menjadi prirotas kita,” tambah­kan Kepala BPBD Sumbar Zul­fiatno ditemui di ruangannya.

Tambahan Alat Peringatan Dini Gempa

Sampai saat ini Provinsi Sum­bar masih membutuhkan lebih kurang 200 unit alat peringatan dini gempa. Direncanakan tiap nagari dapat dipasangi alat peri­ngatan dini gempa tersebut.

”Enam  Warning Receiver System Digital Video Broadcast (WRS DVB)  berfungsi dengan baik. Untuk itu kita minta tamba­han, jika ada pengadaan alat lagi,” ujarnya. Penambahan ini kata Pagar, karena Sumbar tidak hanya di­han­tui gempa dari laut, namun juga dari darat. Sepanjang bukit barisan terdapat patahan semang­ka yang mengkawatirkan. Semen­tara di darat selama ini tidak ada alat peringatan dini yang ter­pasang.

“Jalur pantai kita punya alat, sedangkan didarat tidak ada, untuk itu setidaknya ada 243 nagari yang rawan gempa yang akan kita pasang alat ini,” te­rangnya.

WRS DVB merupakan alat menerima dan memproses infor­masi jika terjadi bencana, tidak saja gempa bumi, melainkan juga tsunami, hingga cuaca ekstrem dan kabut asap. Mekanisme ker­ja­nya DVB server yakni Stasiun Geofisika akan mengirim infor­masi ke WRS DVB di daerah yang selanjutnya informasi diteruskan ke pihak pengambil keputusan, media dan elemen masyarakat melalui pesan singkat.

Rehab rekon Rumah Warga

Sebanyak 197.751 rumah telah dibantu pemerintah untuk dibangun kembali dengan ban­tuan kepada rumah yang rusak berat dan rusak sedang.

Hingga 2012 seluruh rumah yang terkena gempa sudah bisa diselesaikan dengan total dana Rp2,7 triliun. Selama 3 bulan, dari Oktober hingga Desember 2010 pemerintah sudah bisa mencairkan Rp2,114 triliun rupiah untuk 143.000 rumah.

Atas usaha ini, Pemprov Sum­bar mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggu­langan Bencana (BNPB) karena tercepat dalam rehab rekon. Kemudian pencairan Rp600 miliar dilanjutkan hingga tahun 2012. Selain itu Pemerintah juga telah membangun infrastruktur jalan, jembatan dan juga sekolah-sekolah. Selain berasal dari dana pemerintah, juga ada bantuan luar negeri seperti dari pemerintah Jepang, Australia, Amerika, Sau­di Arabya, dan dana masyarakat yang begitu banyak datang dari berbagai daerah.

Begitu pula dengan rumah ibadah termasuk rumah ibadah lainnya. Ribuan masjid dan mu­shala serta rumah ibadah lainnya dibantu melalui dana APBD provinsi. Hal ini sangat mem­bantu pelaksanaan ibadah masya­rakat. Kedepannya, gedung peme­rintahan yang tinggal 8 buah lagi akan dituntaskan pada 2016 termasuk Kantor Gubernur yang sampai saat ini Gubernur masih berkantor di rumah. Hal itu dikarenakan Pemprov lebih mem­prioritaskan pembangunan akibat gempa 2009  kepada rumah masyarakat dan fasilitas publik lainnya.

Sementara, pasca gempa dan tsunami 25 Oktober 2010 di Mentawai yang menyebabkan korban meninggal lebih dari 500 orang, telah dilaksanakan rehab rekon hunian sementara (hun­tara) 2010-2011 dan diteruskan menjadi hunian tetap (huntap) untuk 2.072 KK di 4 kecamatan. Di antaranya, Sipora Selatan, Sikakap, Pagai Utara, dan Pagai Selatan hingga 2015. Direncana­kan akan diselesaikan pada Mei 2015. (h/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 12 September 2020 - 07:32:27 WIB

    Sebelas Tahun Tak Digunakan, SPBP Gunung Pangilun Kembali Beroperasi

    Sebelas Tahun Tak Digunakan, SPBP Gunung Pangilun Kembali Beroperasi HARIANHALUAN.COM - Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto meresmikan Stasiun Pengisian Bahan bakar Polri (SPBP) di jalan Gajah Mada, Gunung Pengilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Jumat (11/9). Peresmian SPBP ini dihad.
  • Kamis, 20 Agustus 2020 - 21:16:28 WIB

    Bocah 3 Tahun di Padang Sembuh dari Covid-19

    Bocah 3 Tahun di Padang Sembuh dari Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Seorang bocah laki-laki berumur tiga tahun di Kota Padang dinyatakan sembuh dari virus corona berdasarkan konversi negatif yang dilakukan sebanyak dua kali oleh laboratorium penanganan Covid-19..
  • Selasa, 09 Juni 2020 - 18:56:50 WIB

    1 Bayi dan 3 Anak Usia di Bawah 10 Tahun Positif Covid-19 di Padang

    1 Bayi dan 3 Anak Usia di Bawah 10 Tahun Positif Covid-19 di Padang HARIANHALUAN.COM - Satu bayi dan tiga orang anak usia di bawah 10 tahun terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 di Padang Sumatra Barat, Selasa (9/6/2020)..
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 15:52:37 WIB

    Polisi Terus Buru Pelaku Pembacokan Terhadap Remaja 16 Tahun

    Polisi Terus Buru Pelaku Pembacokan Terhadap Remaja 16 Tahun HARIANHALUAN.COM -- Kepolisian Sektor (Polsek) Pauh terus memburu pelaku pembacokan terhadap Yudha Pratama (16) korban pembacokan oleh orang tak dikenal, setelah dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil .
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 16:57:47 WIB

    Setahun Masuk DPO, Pencuri Kabel Dibekuk Saat Nonton Televisi

    Setahun Masuk DPO, Pencuri Kabel Dibekuk Saat Nonton Televisi HARIANHALUAN.COM - Setahun lebih ditetapkan sebagai DPO dalam kasus pencurian kabel di kompleks PT Semen Padang, akhirnya MS (38), berhasil dibekuk polisi dari jajaran Polsek Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]