Sekolah di Kabupaten Solok Diliburkan


Rabu, 30 September 2015 - 20:35:36 WIB

“Kita sudah instruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk meliburkan sekolah yang berada di daerah ter­parah terkena kabut asap ini,” kata Pj. Bupati Solok, Devi Kurnia kepada Haluan di Arosuka, Rabu (30/9).

Devi menyebutkan, se­jauh ini pihaknya memang belum meliburkan seluruh sekolah, karena kondisi  dan tingkat ketebalan kabut di masing-masing daerah ber­beda. “Kondisi kabut asap di tiap daerah tidak sama, ma­kanya kita belum mel­i­bur­kan seluruh se­kolah,” be­bernya.

Devi juga belum bisa me­mastikan sampai kapan se­kolah akan diliburkan. Se­mua katanya, tergantung kepada kondisi cuaca dan indeks pencemaran setiap harinya. Karena kondisi udara di Kabupaten Solok setiap harinya fluktuatif dan berubah-ubah setiap saat. “Belum bisa dipastikan, karena bisa saja besok kon­disinya berubah, apakah akan semakin parah atau semakin baik,” katanya.

Kepala BPBD Ka­bu­pa­ten Solok, Abdul Ma­nan menyebut, dari data indeks kualitas udara (PM10) di daerah Kabupaten Solok, pada pagi harinya berada pada angka 354. Sementara pada siangnya kembali turun pada angka 291. Dalam ar­tian, kondisi ini masih be­rada pada tataran kualitas tidak sehat.

Ancam Kelancaran TdS

Bencana kabut asap kiri­man di Kabupaten Solok, juga mulai mengancam ke­lan­caran ivent Tour de Sing­karak (TdS) 2015. Pemkab Solok selaku panitia lokal, sejauh ini juga belum bisa memastikan apakah akan ada perubahan agenda pe­laksanaan ivent tersebut.

“Secara teknis kabut asap memang mengganggu kese­ha­tan. Namun terkait pe­lak­sanaan TdS, secara teknis itu kewenangan panitia nasional dan akan ada technical mee­ting,” ujar Pj. Bupati Solok, Devi Kurnia kemarin.

Terkait pengamanan TdS, Pemkab Solok bakal menyiagakan sebanyak 756 personil dari gabungan lin­tas instansi. “Sementara untuk tenaga kesehatan sudah ada prosedur tetapnya dari pani­tia pusat. Namun kita tetap akan menyiagakan dua unit ambulance, serta seluruh Puskesmas yang akan dilalui oleh pebalap nantinya,” kata­nya seraya menyebut, jika pada TdS 2015 ini, Kab. Solok dipercaya menjadi tuan rumah finish etape II, pada Minggu 4 Oktober.

Penderita ISPA Meningkat

Dari Dharmasraya dila­porkan, sebanyak 306 warga di bumi Ranah Cati Nan Tigo itu sudah terkena In­feksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). “Sampai pekan ke 37, sudah 306 kasus ISPA di Dharmasraya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, drg. Hj. Erina, MKM, kepa­da Haluan, Rabu (30/9).

Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan Din­kes terhadap warga. Ter­masuk membagikan masker di jalanan dan di pasar-pasar. Selain itu berbagai instansi termasuk swasta juga sudah bagi-bagi masker kepada masyarakat.

Sekretaris Dispora, Drs. Sutadi terpisah mengatakan, pihaknya kembali me­li­bur­kan sekolah karena semakin tebalnya kabut asap dan mu­lai berbahaya bagi ke­se­hatan. “Memang anak-anak sekolah kita liburkan lagi. Karena dari data BLH, uda­ra sudah ber­bahaya bagi kesehatan. Sebe­lumnya pada Senin dan selasa, sekolah juga sudah kita libur­kan,” ujarnya. (h/ndi/mdi)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]