Panitia TdS 2015 Undang Tim Jepang


Rabu, 30 September 2015 - 20:37:26 WIB
Panitia TdS 2015 Undang Tim Jepang

“Kami sengaja mengun­dang 4 tim Jepang untuk mengimbangi kekuatan tim Iran. Tujuannya, agar per­saingan antar pebalap di ajang TdS berlangsung ketat dan semakin seru, minimal berimbang,” kata Sondi Sa­m­poerno, Rabu (30/9).

Baca Juga : Klasemen Liga Italia Pekan ke-31: Inter Milan Tak Tergoyahkan di Puncak, Atalanta Geser Juventus

Disamping itu papar So­n­di, panitia penyelenggaran juga mengundang beberapa tim lain yang disesuaikan dengan pangsa pasar pa­ri­wisata Sumbar. Tim tersebut berasal dari Timur Tengah, Malaysia dan China. Di­harap­kan setelah iven TdS selesai, ada peningkatan wisatawan ke Sumbar.

Menurut catatan Pe­ngu­rus Besar Ikatan Sport Se­peda Indonesia (PB ISSI) dan panitia penyelenggara sesuai yang dikeluarkan Union Cycliste Inter­natio­nale (UCI) sebagai badan dunia yang mewadahi ajang balap sepeda, untuk saat ini Degree Classification Tour de Singkarak berada pada poin 2.2 Upper second-class honours.

Baca Juga : Comeback Marc Marquez Tertunda di Moto GP Portugal, Quartararo Raih Podium

Poin ini dapat berubah menjadi 2.1 First-class ho­no­urs atau Degree classification Pro tour seperti yang di­pegang Tour de France, jika fasilitas penunjang lainnya dibenahi dan menyesuaikan dengan standar yang di­ingin­kan para tim maupun pebalap.

“Dari segi kualitas rute lintasan, Tour de Singkarak tidak kalah dengan lintasan lain. Bahkan bisa me­ngim­bangi lintasan di Eropa. Namun dari sisi fasilitas penunjang, seperti halnya hotel dan penginapan, kita masih jauh dari standar,” katanya.

Baca Juga : Starting Grid Moto GP 2021 Portugal, Menanti Comeback Marc Marquez

Karena itu harap Sondi, jika bicara masalah nilai jual kepariwisataan Sumbar, su­dah sepatutnya jika pe­me­rintah daerah melakukan pembenahan yang lebih baik lagi. TdS menurutnya, hanya merupakan batu loncatan untuk pengembangan pari­wisata, namun bagaimana sistem ke depan agar ada peningkatan dari pe­ngun­jung (turis), itu tergantung dari keseriusan Pemda setempat.

Sondi membandingkan iven Tour de Langkawi Ma­laysia. Saat ini Degree classi­fication Tour de Langkawi berada pada poin 2.1 First-Class Honours, karena fa­silitas penunjang lainnnya memiliki kualitas cukup baik, mulai dari hotel hingga hal lainnya. Jika di­ban­ding­kan dengan medan lintasan, kualitas rute TdS jauh lebih menantang.

Baca Juga : Messi Cetak Sejarah, Kedua Terbanyak Peroleh Trofi

Terpisah, Didit P. San­toso, Kabid Pemasaran Di­nas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Su­ma­tera Barat, mengakui jika sampai saat ini, kualitas fasilitas penunjang masih banyak yang belum me­menuhi standar.

Disparekraf Sumbar te­rus berupaya mendorong Pemda untuk melakukan pembenahan, agar fasilitas penunjang minimal sesuai standar nasional. TdS hanya merupakan bagian media promosi untuk menjual daya tarik destinasi wisata Sumbar.

“Memang agak sulit jika membahas pembenahan fa­silitas, karena menyangkut  investasi yang cukup besar. Disamping itu, juga per­tim­bangan lain seperti ke­lanju­tan pasca TdS seperti apa. Jangan sampai, ketika fa­silitas sudah bagus dan TdS sudah usai, tidak ada lagi iven lain yang mencitrakan Sum­bar sebagai sebuah des­tinasi. Jangan sampai inves­tasi di bidang akomodasi menjadi mubazir setelah TdS,” imbuh­nya. (h/mg-san)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]