Semua Jam Dinding di Balaikota Padang Tak Berfungsi


Rabu, 30 September 2015 - 20:40:09 WIB

Apalagi Kantor Balai­kota Aia Pacah sering me­ngadakan kegiatan, mulai dari pertemuan dengan ma­syarakat, seminar dan rapat.

Salah seorang ma­sya­rakat yang datang ke Kantor Balaikota Aia Pacah, Mar­lina, warga Pauh, menga­takan jam merupakan pe­nunjuk waktu dan dibu­tuhkan untuk kedisiplinan. Jika jam saja rusak, wajar saja kegiatan Pemko sering mo­lor.

“Kami kalau melak­sana­kan kegiatan di Pemko ini sering terkecoh dengan ja­rum jam di ruangan rapat. Waktu sebenarnya baru pu­kul 9, sedangkan jam din­ding di ruangan sudah pukul 10,” paparnya.

Kondisi ini ini menurut Marlina harus diperbaiki karena bisa membuat malu Pemerintah Kota Padang. Apalagi hampir di semua ruangan jam mati.

“Di ruangan pak wali juga rusak kalau ndak salah. Sebab saya pernah ke rua­ngannya,” canda Marlina.

Di lobi Kantor Balaikota Padang jam dindingnya juga ikut rusak. Padahal kantor mewah ini baru ditempati sekitar dua tahun, namun perabotannya sudah banyak yang rusak.

Pegawai Pemko Padang yang biasa dipanggil Fitrah juga pernah ditanya perihal jam mati oleh tamu Wa­likota Padang dari luar pro­vinsi. Namun, Fitrah ter­paksa berbohong demi nama baik Kota Padang.

“Ha-ha-ha, sebenarnya lucu ya, kan, cuma jam din­ding tapi, kok, bisa semuanya rusak. Saya pernah ditanya sama tamu dari luar, pukul berapa ya pak? Kok jamnya baru pukul 07.00 padahal, kan, sudah pukul 09.00. Saya jawab saja lagi perbaikan jam,” canda Fitrah.

Kabag Umum Pe­me­rintah Kota Padang Afriadi mengakui bahwa seluruh jam di ruangan balaikota Aia Pacah memang dalam ko­n­disi mati.

Sebab, seluruh jam ter­sebut memiliki satu pusat atau sentral. Jam ter­sebut tidak menggunakan baterai seperti jam biasanya tapi terkoneksi melalui ja­ringan.

“Kami juga tidak tahu apa penyebabnya, namun dari keterangan teknisi jam itu terkoneksi dari satu jam ke jam lainnya. Itu dila­kukan oleh pemborong atau yang membangun kantor ini dulu,” terang Afriadi.

Ia menambahkan, jika dibongkar atau jam tersebut diturunkan maka akan me­rusak satelit atau jaringan di kantor orang nomor satu di Kota Padang itu.

“Saya sudah pernah me­nurunkan satu jam di rua­ngan Bagindo Aziz Chan kalau tidak salah, akibatnya merusak jaringan satelit kita. Saya terpaksa membukanya karena malu juga sama ma­syarakat yang mengadakan kegiatan di situ,” katanya lagi.

Afriadi tidak mau me­nyalahkan siapa-siapa da­lam kasus ini. Namun, dia akan berusaha untuk men­cari solusi dengan pem­borongnya terdahulu.

“Kita sudah koor­di­na­sikan dengan pihak itu, apa jalan yang kita tempuh. Tapi saya mohon kepada setiap ruangan di kantor ini untuk membeli jam sendiri, yang murah saja dan tidak perlu dianggarkan,” kata­nya lagi.

Terkait dengan AC yang rusak, Afriadi juga me­nga­kuinya. Menurutnya AC yang biasanya dibuat de­ngan air pembuangan satu pipa, tapi AC di ruangan per­temuan walikota, tiga AC, satu pipa pembuangan.

“Mungkin pipanya mam­pet, jadi airnya itu me­luap dan keluar lagi melalui AC tersebut. Kita juga sudah koordinasikan itu,” tutup Alfiadi.(h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]