Lampu Hijau untuk Calon Tunggal


Rabu, 30 September 2015 - 20:55:31 WIB

Putusan itu lantas diang­gap kontroversial oleh Wa­kil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria. Sis­­tem referendum itu diang­gapnya berpotensi membo­rosi uang negara jika ternya­ta hasilnya adalah tidak setuju.

“Masyarakatkan menya­ta­kan setuju dan tidak setuju, kalau tidak setuju pemilu tetap 2017. Itu artinya pem­borosan. Ini membi­ngung­kan masyarakat, karena nor­ma baru. Masyarakat tidak terbiasa referendum. Nanti lama-lama masyarakat bisa-bisa sedikit-sedikit minta referendum,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (30/9/2015).

Padahal, sebutnya, semangat Pilkada yang diusung selama ini adalah efektif dan efisien. Hal lainnya, kata Riza, MK berpotensi membuka ruang ada­nya “per­mainan” monopoli calon dari partai politik berkepen­tingan.

Diketahui, MK mengabulkan sebagian gugatan Undang-Un­dang Nomor 8 Tahun 2015 ten­tang Pilkada atau UU Pilkada. Putusan itu membuat Pilkada bisa diselenggarakan meski hanya dengan calon tunggal.

Sementara itu,  KPU telah menggelar rapat pleno untuk mengambil langkah terkait putu­san Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan pasangan calon tunggal berlaga di Pilkada. Apa keputusan KPU?

“Langkah KPU, pertama pe­lak­sanaan pilkada dengan satu pasangan calon bisa dilaksanakan setelah analisis tahapan atas putusan MK,” kata komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada detikcom, Rabu (30/9).

Kedua, KPU akan merevisi peraturan KPU atau membuat peraturan baru khusus mengatur soal calon tunggal, untuk teknis pelaksanaan Pilkada seperti pe­mungutan suara dan lainnya.

“Ketiga,mengeluarkan surat ke 3 KPU daerah (yang pasangan calonnya tunggal) soal anggaran, mengangkat kembali badan ad hoc, proses kembali barang jasa, dan menetapkan jadwal melalui SK,” ujarnya. “Keempat me­ngundang 3 KPU derah tersebut. Dan kelima, KPU akan ber­koordinasi dengan Bawaslu dan DKPP,” imbuh man­tan ketua KPU Jabar itu.

Rapat pleno tersebut digelar Selasa (29/9) malam tadi dihadiri seluruh komisioner KPU. Se­mentara tiga daerah dimaksud adalah Kabupaten Tasikmalaya, Blitar dan Timur Tengah Utara.

Sumbar Aman

Menanggapi perkembangan ini, pengamat politik UNP Eka Vidya Putra yang dihubungi Haluan tadi malam menilai kepu­tusan ini tak memiliki kaitan erat dengan Pilkada di Sumbar. Hanya saja, keputusan MK dapat “me­nye­lamatkan” Pilkada di Sumbar, jika pasangan calon yang telah ditetap, terkendala di tengah jalan jelang 9 Desember 2015 nanti.

Di Sumbar, ada beberapa daerah yang memiliki dua pasang calon, seperti Pilgub, Pilbup Padang Pariaman, Pasaman, Solok Selatan dan Dharmasraya. Dalam perjalanan, Pilgub Sumbar menjadi menarik diamati me­nyusul munculnya serangkaian gugatan yang berpotensi meleng­serkan salah satu pasangan calon.

“Bagi saya, itu (gugatan yang akhirnya menggugurkan pasa­ngan calon) tak akan mempe­ngaruhi apa-apa. Ingat, mereka sudah ditetapkan menjadi pasa­ngan calon dan Pilkada tak akan ter­halangi hanya karena salah satu calon tergelincir. Pilkada tetap bisa dilaksanakan. Berbeda kasus­nya dengan Surabaya yang sebelum penetapan, pasangan calonnya hanya satu pasang yang lolos untuk kemudian ditetapkan. Ini memang berpotensi mengga­galkan Pilkada di Surabaya,”amat aktivis HMI ini.

Ditambah lagi, kata Eka, ada keputusan MK yang memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan Pilkada dengan satu pasang calon. (h/okz/dtc/mat)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:27:19 WIB

    Perekonomian Indonesia ‘Lampu Kuning’

    JAKARTA, HALUAN — Direktur  Institute for Development of Economics and Finance  (Indef) Enny Sri Hartarti menyebutkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah berada di lampu kuning yang men.

  • Ahad, 12 Juli 2015 - 19:10:10 WIB

    Islah Pilkada Golkar Jadi ‘Pelampung’

    JAKARTA, HALUAN — Ketua DPP Partai Golkar Munas Ancol, Ibnu Munzir men­ga­takan, islah Pilkada yang baru saja disepakati oleh Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical), memang dilakukan un­tuk kepentin.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]