Gempa Laut dan Darat Masih Mengancam Sumbar


Kamis, 01 Oktober 2015 - 18:55:23 WIB

Berdasarkan data gempa dari tahun 1900 hingga 2014, seperti halnya bebe­ra­pa ka­wasan di sepanjang jalur sub­duksi, Zona Megathrust Me­n­­tawai termasuk zona seismic gap (daerah jarang gempa atau yang sudah lama tidak me­ngalami gempa besar).

Menurut penelitian para ahli,  seismic gap pada Zona Megathrust Mentawai masih menyimpan potensi gempa dengan Magnitudo 8,9 SR. Kawasan ini pernah me­ngalami gempa besar pada tahun 1797 di wilayah Siberut dengan Magnitudo 8,7 dan 8,9 SR dan pada tahun 1883 di wilayah Sipora dengan Magnitudo 8,9  dan 9,1 SR, dengan periode ulang 200 hingga 300 tahun.

Peristiwa-peristiwa gem­­pabumi di sepanjang jalur subduksi (Megathrust), di dalam zona seismic gap d­i­tengarai merupakan suatu proses pecahnya ‘kuncian-kuncian’ yang selama ini menghambat pergerakan tek­tonik pada zona seismic tersebut, sehingga dengan berkurangnya  faktor-faktor pengunci akan mem­per­besar kemungkinan zona mega­­thrust melepaskan se­lu­r­uh energinya yang ter­simpan.

Hal ini menimbulkan ke­khawatiran bagi para pe­mangku kepentingan dalam penanggulangan bencana dimana gempa-gempa yang terjadi beberapa waktu be­lakangan mungkin akan mem­­­percepat terjadinya gem­­pa besar di kawasan tersebut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Pakar Gempa Badrul Mus­tafa mengungkapkan, potensi gempa besar di ka­wasan megathrust Siberut Mentawai masih berpeluang terjadi hingga 2050 men­datang. Artinya, bisa saja energi tersebut lepas dalam skala yang besar, namun bisa juga melepaskan energi se­cara dikit sedikit hingga puluhan atau ribuan kali.

Jika gempa megathrust ini terjadi, maka 7 kabu­paten dan kota di Sumbar akan me­rasakan dam­pak­nya, di an­taranya Kabu­paten Ke­pu­lauan Mentawai, Kota Pa­dang, Kota Pariaman, Ka­­bupaten Padang Pa­ria­man, Kabupaten Agam, Ka­bu­paten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Namun Badrul kembali menegaskan, bahwa gempa di Mentawai ini tidak bisa diprediksi kapan akan ter­jadi, karena hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa men­deteksi kapan wak­tu gempa terjadi.

Terkait hubungan gempa darat dengan gempa laut, Badrul menjelaskan, suatu kejadian gempa laut bisa saja mempengaruhi terjadinya gempa darat. Namun se­balik­nya, gempa darat tidak akan mempengaruhi ter­jadinya gempa di laut, de­ngan alasan gempa darat terjadi akibat dorongan dari laut.

“Gempa darat lebih dah­syat dibanding gempa laut, karena lebih dekat ke pe­mu­kiman. Untuk gempa darat, segmen yang sudah lama tidur ada di segmen Suliti kawasan Muaro La­buah. Di sebelahnya juga ada segmen Sungai Panuah Jambi, yang sama-sama berpotensi me­ngeluarkan energi yang cu­kup besar,” jelas Badrul. (h/wan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 10 Juni 2020 - 17:09:35 WIB

    Gempa 5,7 SR Muko-muko, Semua Pasien RSUP M Djamil Dipastikan Aman

    Gempa 5,7 SR Muko-muko, Semua Pasien RSUP M Djamil Dipastikan Aman HARIANHALAUAN.COM - Rumah sakit umum pusat (RSUP) M. Djamil Padang pastikan seluruh pasien aman terkait gempa berkekuatan 5,7 skala richter yang berpusat pada 2,73 Lintang Selatan dan 100,91 Bujur Timur..
  • Ahad, 15 April 2018 - 21:44:01 WIB

    Gempa Dangkal Kejutkan Warga Padang

    Gempa Dangkal Kejutkan Warga Padang PADANG, HALUAN--Gempa berkekuatan 4.0 SR pukul 19.23 WIB kejutkan sejumlah warga Padang dan Padang Panjang. Sempat membuat panik, gempa tersebut berdasarkan analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang berkekuatan 4.0 SR. Ge.
  • Jumat, 29 September 2017 - 17:51:47 WIB

    Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009

    Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009 PADANG, HARIANHALUAN.COM—Tugu Monumen Gempa di Jalan Gereja masih tetap menjadi pusat tempat untuk memperingati gempa 30 September 2009. Kegiatan akan dilakukan hari ini Sabtu (30/9) pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB..
  • Selasa, 05 September 2017 - 02:09:17 WIB

    Lift Balaikota Rusak Akibat Gempa

    Lift Balaikota Rusak Akibat Gempa PADANG, HALUAN--Gempa yang menghoyak Padang pada Jumat (1/9) dinihari lalu berimbas kepada kerusakan sejumlah fasilitas. Seperti di Balaikota Padang. Lift yang biasa digunakan oleh para ASN tak dapat difungsikan. .
  • Jumat, 01 September 2017 - 02:16:14 WIB

    Gempa Tengah Malam, Bagaimana Nasib Ribuan Penghuni LP di Padang?

    Gempa Tengah Malam, Bagaimana Nasib Ribuan Penghuni LP di Padang? PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 1.428 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Muaro Padang diungsikan dari blok sel penjara akibat gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat, Jumat (1/9/2.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]