Mediasi Gagal, Sidang Berlanjut


Kamis, 01 Oktober 2015 - 18:55:55 WIB

Pihak tergugat, Zul Elfian menginginkan pihak peng­gugat, Irzal Ilyas untuk men­cabut gugatannya. Kalau ingin berperkara juga, maka per­kara dilanjutkan setelah Pil­kada. Mengingat kedua be­lah pihak ikut bertarung pada Pilkada Kota Solok tahun ini.

Sementara pihak peng­gugat, Irzal Ilyas me­nya­takan mau  berdamai kalau Zul Elfian mau membayar utangnya. Bahkan mantan Wa­likota Solok ini mem­buka pintu damai sesaat sebelum majelis hakim me­mutuskan perkara.

“Irzal Ilyas tak mau men­cabut gugatan dan Zul El­fian juga tak mau mem­bayar utang­nya,”kata Heriyenti.

Kuasa hukum Zul Elfian, Yendrizal, SH saat ditemui di PN Solok membenarkan kliennya mengajukan opsi pencabutan gugatan. Lang­kah ini diambil karena perjanjian utang-piutang dalam kontrak politik itu bersifat abstrak dan tidak jelas wujudnya.

Sementara itu mantan Walikota Solok, Irzal Ilyas i me­ngatakan, mediasi gagal karena opsi yang diajukan pihak tergugat sangat tidak masuk akal.

“Dia minta saya menca­but gugatan, sementara itu ia tak mau membayar utang­nya, itu kan ngak masuk akal,”kata Irzal Ilyas.

Irzal Ilyas bersedia  ber­damai kapan saja, asalkan utang itu dibayar. Bisa de­ngan  mencicil. Tetapi ka­lau tak mau membayar utang sama sekali, itu artinya ia tak punya itikad baik. Kalau tidak ada itikad baik, jangan berharap ada perdamaian.

“Meskipun mediasi hari ini gagal,namun demikian ini bukan berarti pintu da­mai tertutup sama sekali, bahkan saya buka pintu damai itu seluas-luasnya. Saya siap berdamai sebelum majelis hakim membuat keputusan, asal ia mau mem­bayar utang­nya,”kata Irzal Ilyas.

Pada sidang perdana yang dipimpin Dadi Suryandi, SH, MH dengan hakim ang­gota Lola Oktavia, SH dan Melia Nur Pratiwi, SH hari itu,kuasa hukum Irzal Ilyas membacakan gugatan.

Dalam gugatan itu, Suryadi mengungkapkan, klienya menggugat Zul Elfian secara perdata karena Zul Elfian dinilai telah ingkar janji dan melanggar kontrak po­litik yang telah mereka sepa­kati  secara bersama di ha­dapan notaris Hj.Elda­ni,SH pada tanggal 15 Ja­nuari 2010 lau.

Dalam kontrak politik di bawah nomor 1.886/L/2010 itu disebutkan, keduanya se­pakat untuk menanggung biaya yang diperlukan untuk memenangkan Pilkada Kota Solok tahun 2010 dengan perbandingan 60%: 40%. Artinya dari  total dana kam­panye Rp 1.239.436.000 . Zul Elfian menanggung 40% da­rinya, atau Rp 495.774.400.

“Karena Zul Elfian tak ikut membiayai kampanye, maka terhitung sejak pa­sangan Bareh Solok dinyatakan me­menangkan Pilkada Solok 2010, maka ber­dasarkan ketentuan d­a­lam pasal 3 huruf b Kontrak Po­litik tersebut di atas, ma­ka Zul Elfian dinyatakan  telah berutang empat ratus ju­ta lebih. Dan sampai se­karang, Zul Elfian tak punya itikad baik untuk melunasi utangnya itu,”kata Suryadi.

Sidang dilanjutkan pada Selasa (13/10) mendatang. (h/eri)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]