Asap Mulai Ganggu Penerbangan


Kamis, 01 Oktober 2015 - 19:01:25 WIB

Salah satu penumpang yang ditemui Haluan di BIM, Nik­matul mengakui sejak masih berada di Bandara Soekarno Hatta, operator darat sudah me­ngu­mumkan penerbangan ke Padang ditunda karena jarak pandang pilot terbatas karena kabut asap.

“Sekitar setengah jam pener­bangan ditunda. Seharusnya kami sampai di Padang pukul 09.55 WIB, tapi kini jadinya sampai pukul 10.25 WIB,”katanya.

Hal ini diakui District Mana­ger Sriwijaya Air, Yudo. Infor­masi BMKG, katanya menye­butkan pada Kamis (1/10) pagi hari, jarak pandang hanya 700 meter mengharuskan pener­ba­ngan ditunda. Namun, untunglah jarak pandang pada sore hari bisa bertambah menjadi 1.500 meter.

“Memang saat ini terjadi pe­nundaan penerbangan untuk landed sampai di Padang karena jarak pandang hanya 700 pada pagi hari. Namun setelah lewat pukul 08.00 WIB penerbangan dari BIM ke daerah lain tetap normal seperti biasa,” ujarnya.

Dikatakannya, Sriwijaya akan mengalami penundaan pener­bangan jika jarak pandang berada pada minimum 900 meter. Jika lebih dari itu, penerbangan akan tetap dilakukan tanpa gangguan seperti biasanya.  Jarak pandang pada pagi hari yang terbatas itu mengharuskan penerbangan ha­rus terpaksa di-delay mengingat keselamatan penumpang.

Kepala Seksi (Kasi) Obser­vasi dan Informasi BMKG Keta­ping, Padang Pariaman, Budi Iman Samiaji yang dihubungi terpisah menambahkan, pada pagi hari, kabut asap kiriman yang menutup Sumbar sempat mem­buat jarak pandang 700 – 800 meter. Kondisi ini sangat ber­bahaya pagi pener­bangan. “Kita sudah infor­masi­kan kepada pihak bandara tentang jarak pandang ini. Karena ini sudah menjadi kewajiban kita di BMKG. Jadi, dari informasi ini, bandara akan mengambil kepu­tusan nantinya,” terangnya.

Namun, pada siang hingga sore hari, kata Budi, kabut asap sudah mulai menipis. Bahkan jarak pandang sudah mencapai angka 2.000 meter. Ini sudah angka yang bagus untuk penerbangan.

“Pekatnya kabut asap ini, memang dipengaruhi arah angin. Sehingga kita menerima asap kiriman ini lagi,” katanya.

Untuk potensi hujan kata Budi, sebagian wilayah Sumbar sangat berpotensi untuk diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Hanya bagian selatan yang masih sedikit potensi hujannya. Untuk daerah lain, itu sangat berpeluang. Tentu ini akan membuat kabut asap menipis,” terangnya.

Kualitas Udara Buruk

Kepala Sub Bidang Pem­binaan Konservasi Wilayah Pe­sisir Laut, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar, Yuli Astuti kepada Haluan pada Kamis (1/10) juga mengatakan berubahnya kualitas udara di sebagian besar wilayah Sumbar disebabkan oleh arah angin.

Berdasarkan pengujian Indeks Standar Pencemaran Udara (IS­PU) di Stasiun Peman­tau At­mosfer Global atau Global At­mos­phere Watch (GAW) Koto­tabang pada pukul 10.00 WIB 1 Oktober lalu, kategori ISPU menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat.

“Tentu saja angin sangat mem­pengaruhi kualitas udara Sumbar saat ini, karena angin yang mem­bawa kabut asap dari provinsi tetangga. Tiga hari ke belakang berdasarkan pengujian ISPU, kualitas udara berada di level tidak sehat. Begitu pula hasil yang kami terima dari GAW Koto­tabang,” kata Yuli.

Yuli melanjutkan, hari ini (2/10) akan dilakukan pengujian kualitas udara di Kota Solok. Nanti, seluruh hasil pengujian akan diserahkan sehari berselang pada pemerintah daerah setempat guna mengambil kebijakan atau tindakan tertentu.

Kepala Dinas Kesehatan (Din­kes) Sumbar Rosnini Savitri, melalui Kepala Bidang Penang­gulangan Penyakit dan Penye­hatan Lingkungan (Kabid P2PL) Irene mengatakan, berdasarkan informasi pengukuran ISPU terakhir dari GAW Kototabang, PM10 berada pada level 327 ug/m3 dan termasuk keadaan tidak sehat. Sementara itu,  Badan Pe­nang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar sudah bersiaga untuk antisipasi terburuk.

“Kita masih terus ber­koor­dinasi dengan Kabupaten/kota untuk tetap siaga. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari kabut asap kiriman tersebut,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Sumbar, Zulfiatno kepada Haluan di Padang.

Menurut Zulfiatno, kembali pekatnya kabut asap di Sumbar karena arah angin saat ini kencang bertiup ke Sumbar. Untuk titik api sendiri katanya, di Sumbar tidak terdeteksi satu pun titik api.

“Kondisi masih cukup fluk­tuatif. Karena kita hanya me­nerima asap kiriman. Pagi pekat, tapi sorenya sudah kembal me­nipis. Kita tidak akan gegabah untuk mengeluarkan status daru­rat kabut asap,” ujarnya. (h/mat/mg-win/mg-isg/mg-isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 19 Februari 2016 - 03:39:28 WIB
    DBD Marak di Kuranji

    Warga Keluhkan Tak Ada Pengasapan

    PADANG, HALUAN — Warga RT 01 RW 02 Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji Padang mengeluhkan puskesmas tidak juga melakukan fogging atau pengasapan seba­gai upaya untuk pemberantasan nyamuk..
  • Jumat, 30 Oktober 2015 - 20:04:52 WIB

    Hujan Guyur Asap, DBD Mengintai

    PADANG, HALUAN – Kete­balan asap berkurang drastis sepanjang Jumat (30/10), masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya pajanan kabut asap bagi kesehatan. Berdasarkan pendataan se­men­tara Dinas Keseha.

  • Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:21:29 WIB

    Uji Coba Bunker Perlindungan Asap Sukses

    DI SD PERCOBAAN PADANG

    PADANG, HALUAN — Ber­­bagai cara dilakukan ma­syarakat sesuai kepasitas dan kemampuan untuk mem­­­ban­tu penanganan ka­but asap yang terus menguat .

  • Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:08:05 WIB

    PKS Peduli Bencana Kabut Asap

    LUNCURKAN #GENTAPKS

    PADANG, HALUAN — Bencana kabut asap yang melanda Sumbar, tak urung mengundang simpati dan kepedulian berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik. Sala.

  • Rabu, 28 Oktober 2015 - 20:23:44 WIB

    SBY: Ini Bencana Asap Terburuk

    IKUT SALAT ISTISQA DI PADANG

    Datang ke Padang, SBY diminta ikut salat Istisqa untuk meminta huja.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]