Minimalisir Risiko Berkendaraan di Tengah Kabut Asap


Jumat, 02 Oktober 2015 - 19:06:53 WIB
Minimalisir Risiko Berkendaraan di Tengah Kabut Asap

Pertama, penggunaan masker adalah faktor ter­penting bagi seorang pe­ngendara saat memacu ken­daraannya di tengah kondisi jalan dipenuhi kabut asap. Bahkan ketentuan tersebut juga ditekankan kepada para pejalan kaki dan kepada setiap orang yang beraktifitas di luar rumah.

Baca Juga : Lirik Lagu Sofia yang Sedang Viral di TikTok

Se­bagaimana pernah disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pembinaan Kon­servasi Wilayah Pesisir Laut, Badan Pengendalian Dam­pak Lingkungan Daerah (Ba­pedalda) Sumbar, Yuli As­tuti kepada Haluan pada Kamis (1/10) lalu, sepekan belakangan berdasarkan pe­ngujian Indeks Standar Pen­cemaran Udara (ISPU), kua­litas udara di sebagian besar wilayah Sumbar berada pada level yang tidak sehat.

“Memang kualitas udara saat ini sudah tidak sehat, hasil pengujian beberapa hari ke belakang, me­nun­juk­kan PM10 berada pada level sekitar 327 ug/m3. Sehingga pemakaian masker menjadi amat penting bagi mereka yang berada di luar rumah,” kata Yuli.

Baca Juga : Geram dengan Sikap Aldi Taher, Deddy Corbuzier Bilang Ini

Secara pasti, penggunaan masker  sangat diperlukan untuk melindungi sistem pernafasan dari asap dan debu yang mungkin me­ngan­dung bahan-bahan kimia beracun. Paparan debu dan asap dalam jangka panjang dapat memengaruhi dan meng­gang­gu kesehatan sis­tem per­nafasan. Virus dan bakteri juga terdapat di udara se­hingga penggunaan mas­ker dapat menjadi tindakan pen­cegahan awal dari pe­nu­laran berbagai macam penyakit.

Selain menggunakan mas­­ker yang menjadi hal yang paling pokok, pe­ngen­dara sebaiknya juga meng­gunakan kaca spion di kedua stang sepeda motor. Karena tak disangkal lagi, jamak pengendara yang hanya meng­gunakan satu kaca spion, bahkan ada yang sama sekali tidak mengguna­kan­nya.

Menghidupkan lampu utama sepanjang hari juga menjadi satu keharusan bagi pengendara, terlebih dengan kondisi udara telah ter­cemari kabut asap yang te­bal, sehingga dapat mem­batasi pandangan pe­ngen­dara saat berada di jalanan. Karena selain memperjelas pan­dangan, lampu utama diang­gap cukup bisa me­me­cah kabut asap di hadapan jalan yang akan dilewati sepeda motor. Sehingga, sedikit banyaknya akan mem­­buat jarak pandang se­ma­kin bertambah bagi pe­ngendara.

Hari ini, kebanyakan pabrikan telah menerapkan lampu utama yang hidup secara otomatis pada sepeda motor keluaran tahun baru. Namun, jumlah sepeda mo­tor yang tidak memiliki fitur ini tentu lebih banyak, se­hingga memang kesadaran pe­ngendara untuk meng­hidupkan sendiri melalui saklar amat sangat di­perlukan.

Selain menggunakan mas­ker, dua kaca spion dan meng­hidupkan lampu uta­ma, pengendara juga diha­rapkan menggunakan pa­kaian yang dapat me­mak­simalkan penutupan pada bagian-bagian tubuh yang sebelumnya tak biasa di­tutup, seperti bagian mata, kaki dan tangan.

Anjuran penutupan tu­buh bagian kaki dan tangan ini dikarenakan dampak kabut asap tidak sekedar me­nyasar saluran pernafasan. Karena mungkin saja kabut asap tersebut membawa ma­terial kimia yang bisa mem­buat mata dan kulit terisitasi. Sehingga diperlukan bagi pengendara untuk meng­gunakan kacamata pe­lin­dung untuk mata, serta me­nge­nakan baju lengan pan­jang (longsleeve) dan celana panjang. Bila mana perlu, pengendara juga dapat me­lindungi telapak tangan dengan sarung tangan, serta menggunakan sepatu selama berkendaraan.***

 

Laporan :
JULI ISHAQ PUTRA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]