Warga Koto Tangah Tagih Janji Pemko Padang


Ahad, 04 Oktober 2015 - 19:29:55 WIB

Bangunan yang telah di­roboh paksa oleh pemko akhir Juli lalu, dengan mem­buat perjanjian dengan ma­syarakat, tak ada tindak lanjutnya hingga sekarang. Tun­tutan datang dari ma­syarakat yang bangunanya dirobohkan sebanyak 15 unit.

Julimar  kepada Haluan mengatakan, setelah tanah diserahkan oleh masyarakat kepada Pemko Padang, keje­lasan konsolidasi tak ada tindak lanjutnya sampai sekarang.

“Kami sudah sabar me­nung­gunya hingga sekarang, tapi pemko tidak ada tindak lanjut penyelesaian. Kon­solidasi seperti apa yang akan diselesaikan dengan kami?” ucap Julimar.

Julimar masih me­ngi­ngat bagaimana kerasnya hati pemko agar masyarakat bersedia menyerahkan tanah dan mau merobohkan ba­ngu­nannya. Sebanyak 15 bangunan yang dirobohkan dengan urai air mata ma­syarakat sampai sekarang masih diingat oleh Julimar.

“Ketika merobohkan ba­ngunan, kan, terjadi ricuh. Tapi pemko berjanji akan menyelesaikannya dengan kami,” kata Julimar.

Ia berharap pemko bisa menunaikan janjinya kepada masyarakat Koto Tangah hingga menyerahkan ba­ngunannya. Tapi sudah ham­pir dua bulan ditunggu ma­syarakat, namun tidak ada kejelasannya.

“Kami hanya minta kej­elasannya,” kata Julimar.

Hal yang sama di­sam­paikan oleh Kahar, war­ga Aia Pacah Koto Tangah. Baginya janji pemko tidak ada kejelasannya, sama de­ngan yang pernak dilakukan Pemko Padang 20 tahun yang lalu.

“Soal by pass ini sudah pernah terjadi dua puluh tahun silam. Ketika pemko sekarang mencoba me­ya­kinkan kami, masyarakat Koto Tangah mau mem­ban­tu masyarakat untuk me­nyelesaikan konsolidasi. Ma­kanya kami mau me­nyerahkan bangunan dan tanah kami,” kata Kahar.

Kahar berharap jika ti­dak ada niat pemko untuk menuntaskan konsolidasi sesuai dengan janji Walikota Padang, dia bersama dengan masyarakat Koto Tangah yang tanah dan bangunannya yang diserahkan, akan me­nemui Mahyeldi.

“Saat ini kami masih sabar, tapi kalau pemko masih diam saja tanpa me­nemui kami terkait dengan kelanjutan konsolidasi, lihat saja nanti,” ancam Kahar.

Memang di Kecamatan Koto Tangah tidak banyak tanah masyarakat yang ber­masalah. Di kawasan tempat Julimar, Kahar dan Siri ber­mukim, ada 3 persil tanah yang masih bermasalah.

Siri juga mengharapkan hal yang sama dengan Kahar dan Julimar. Pasalnya pem­ko tidak juga menemui ma­sya­rakat setelah bangunan dan tanah bisa dilanjutkan untuk jalur dua by pass. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]