Pencarian Aviastar Libatkan 299 Personel


Ahad, 04 Oktober 2015 - 19:42:30 WIB

Personel tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat sipil yang melakukan pencarian pesawat berjenis Twinn Otter tersebut terus ditambah.

ý”Total personel yang diterjunkan sekarang 299 orang,” ujar Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Heronimus Guru, Minggu (4/10).

Dari enam sektor wilayah, pencarian kali ini terfokus di sektor VI, yaitu sekitar wilayah Siwa, Sulsel. Sebelumnya, heli­kopter melakukan pencarian di area Suli.  Petugas pencari kesulitan menemu­kannya karena pesawat jenis Twin Otter tersebut tidak dilengkapi pemancar lokasi atau emergency locator transmitter (ELT).

“Pesawat Aviastar yang hilang kontak tidak dilengkapi ELT, sehingga radar TNI dan ATC tidak menangkap signal emer­gency-nya di mana pesawat ini hanya me­miliki FDR (flight data recorder),” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo saat menggelar kon­frensi pers di Bandara Inter­nasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/10).

Menurut Soelistyo, ELT juga biasa disebut emergency locator beacon aircraft (ELBA). Alat ini merupakan perangkat suar pe­nentu lokasi untuk pesawat. “Kita meminta ke negara sahabat karena Basarnas tidak bisa menangkap sinyal dari pesawat itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, penca­rian lewat udara hanya bisa dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Sedangkan pencarian malam lewat jalur darat tidak bisa dila­kukan karena gelap gulita.

Secara terpisah, General Ma­na­ger PT Aviastar Mandiri Petrus Budi mengatakan bahwa tim telah mendeteksi sinyal ponsel milik kru Aviastar tersebut.  Sinyal tersebut terdeteksi di kawasan Palopo. Tim pun lang­sung bergerak untuk menuju ke tempat tersebut.

Manajer Komersial Aviastar Petrus Budi Prasetyo memastikan bahwa pilot pesawat Aviastar itu memiliki jam terbang cukup untuk mengoperasikan pesawat Twin Otter tersebut. Kopilot pesawat tersebut bahkan memi­liki jam terbang lebih lama diban­dingkan pilot.

“Jam terbang pilotnya me­mang tidak banyak kalau diban­ding kopilotnya,” kata Petrus di kantornya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (3/10).

Menurut Petrus, pilot berna­ma Iriafriadi memiliki 2.900 jam terbang. Adapun kopilot berna­ma Yudhistira telah mengantongi 4.035 jam terbang.

Meski jam terbangnya tidak sebanyak kopilot, kata Petrus, Iriafriadi sudah memenuhi aspek kelaikan menerbangkan pesawat jenis Twin Otter.

Menurut Petrus, Iriafriadi bergabung di Aviastar pada 2009. Aviastar menjadi pengalaman pertamanya dalam dunia pener­bangan komersial. “Sebelumnya, ia terbang di Papua untuk pener­bangan misi,” ujar Petrus.  (kcm/mtn/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 13 Februari 2015 - 19:51:12 WIB

    Pencarian AirAsia QZ8501 Ditunda 6 Hari

    AKIBAT CUACA BURUK

    JAKARTA, HALUAN — Ke­pala Badan Search and Rescue Na­sional (Basarnas) Mar­sekal Madya F Henry Bam­bang Soel­istyo mengatakan operasi pen­carian korban p.

  • Selasa, 13 Januari 2015 - 19:34:07 WIB

    Pencarian Fokus Badan Pesawat

    DPR AKAN BENTUK PANSUS AIRASIA

    JAKARTA, HALUAN — Meski dua bagian black box AirAsia QZ8501 sudah dite­mukan, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pen­carian. Kali ini penca.

  • Ahad, 04 Januari 2015 - 19:41:05 WIB

    Hari Ini, Pencarian Fokus Badan Pesawat dan Kotak Hitam

    BARU 34 JENAZAH KORBAN AIRASIA DITEMUKAN

    JAKARTA,  HALUAN — Jum­lah jena.

  • Kamis, 01 Januari 2015 - 21:17:57 WIB

    Cuaca Buruk Sulitkan Pencarian Korban AirAsia

    JAKARTA, HALUAN — Upa­ya pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 terus dilakukan pi­hak Basarnas. Sudah sem­bilan jenazah hingga Kamis (1/1), ditemukan tim pencari yang berasal dari berba.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]