Masyarakat Dilarang Mendirikan Bangunan


Senin, 05 Oktober 2015 - 19:03:22 WIB

“Warga ber­ko­mit­men menja­ga hu­tan yang dibelah ja­lan sepan­jang 3 kilo­meter. Hutan konser­vasi ini memang sem­pat menjadi polemik saat pengajuan jalan tembus. Maka salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tidak mengganggu hutan sekiranya jalan telah dibuka,” katanya.

Dikatakannya, jalan tembus yang sudah pernah dilaluinya akhir tahun lalu itu, belum me­me­nuhi lebar yang ideal. Dari Muara Air, lebar jalan rata-rata masih sekitar enam meter, se­men­tara lebar jalan dari Alahan Panjang sudah standar.

“Ini menjadi catatan yang kami sampaikan ke pemerintah provinsi agar lebar jalan ditam­bah hingga 12 meter. Begitu pula dengan sejumlah tanjakan pada sejumlah titik yang masih tinggi perlu di gunting agar lebih ideal,” katanya.

Ia menyebutkan, terkait pem­bangunan jalan tembus Bayang-Alahan Panjang, maka Muara Air meru­pa­kan kawasan paling stra­tegis. Nagari ini berada persis di perbatasan Pessel- Alahan Pan­jang Solok. Oleh sebab itu, ba­ngunan baru yang bakal muncul perlu diawasi. “Pertama diawasi soal lokasi pendirian bangunan, jangan sam­­pai menyalahi aturan. Ke­mudian jarak bangunan dari jalan,” katanya.

Dia juga meminta warga yang sudah tinggal di jalan tembus Bayang-Alahan Panjang untuk tidak membuat bangunan di kawasan hutan konservasi. Ia menjelaskan, masyarakat harus proaktif menjaga kawasan hutan konservasi di Kecamatan Bayang Utara. Karena sudah diberi izin untuk membuka jalan tembus melalui kawasan konservasi.

“Dinas Kehutanan Pessel ju­ga akan melakukan patroli ke ka­wasan yang dianggap rawan peru­sakan. Jadi intinya mari kita sama sama menjaga hutan,” kata­nya.

Dikatakannya, ruas jalan Ala­han Panjang-Pasar Baru yang me­le­wati kawasan hutan konser­va­si ini mulai dikerjakan tahun 2011 lalu memanfaatkan dana APBD Sum­bar 2011. Pekerjaan ja­lan ini mu­lai pada bagian jalan yang ti­dak termasuk kawasan hutan. Se­bab rekomendasi izin pe­man­faatan kawasan hutan un­tuk pem­bangunan jalan alter­na­tif Ala­han Panjang-Pasar Baru itu ba­ru diperoleh setahun kemu­dian.

Pembangunan jalur alter­natif yang sangat didambakan masya­rakat kedua daerah, diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp100 miliar yang dialokasikan pada tahun jamak. Pada 2011, APBD Sumbar mengalokasikan dana sebesar Rp5,1 miliar untuk pekerjaan pembukaan trase jalan dan pembentukan grade (kelan­daian ideal jalan) sepan­jang 6 km. (h/har)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]