DPRD Kabupaten Solok Akhirnya Panggil KPU


Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:29:37 WIB

Selain itu kata Dendi, pem­asangan alat peraga kam­panye (APK) sangat jauh dari kepatutan. APK di­pasang asal jadi dan terbuat dari bahan berkualitas rendah dan gampang patah. Kemudian, APK yang dipasang di tem­pat sepi bahkan menghadap ke kuburan.

Untuk itu, katanya, agar tak terjadi kegaduhan di kemudian hari, mulai saat ini KPU se­bagai lembaga penting dan stra­tegis dalam alam demokrasi harus be­kerja secara pro­fe­sional dan mematuhi kode etik.

“Kalau KPU tidak juga menjaga netralitasnya, maka DPRD Kabupaten Solok tidak segan segan me­nga­dukan KPU ke Dewan Ke­hormatan Penyelenggara Pe­milu (DKPP),” jelas Dendi.

Lebih jauh politisi PPP ini mengungkapkan, netra­litas  PNS dan Panwas saat ini juga mengkhawatirkan. PNS telah diseret kesana kemari oleh kepentingan politik praktis, pelanggaran telah terjadi di­mana-mana, akan tetapi  be­lum ada satu­pun yang ditegur Panwas, apalagi disidangkan.

“Duitnya besar,tetapi ker­janya tak beres,baru ha­nya sekedar gagah gagahan. Ja­ngankan menertibkan pe­lang­garan di daerah pelo­sok, pe­langgaran di depan rumah ketuanya saja tak bisa,” tam­bah Patrischan, politisi PPP, sedikit sinis. Mengenai ba­nyaknya di­temukan APK yang ber­kua­litas rendah, Ke­tua Fraksi Nasdem, Hidayat meminta pihak KPU jangan me­lunasi pembiayaan se­be­lum pihak ketiga membenahi peker­jaannya secara benar.

Menanggapi keluhan wa­kil rakyat ini, Ketua KPU Kabupaten Solok, Elwiza mengatakan, adanya APK yang hilang atau tidak leng­kap, bukan karena tidak netralnya komisioner KPU, melainkan karena roboh dihantam  angin. Untuk APK yang hilang ini,pihak CV Cofel dari Pariaman sebagai rekanan  akan sege­ra melakukan penggantian.

“APK yang hilang akan diganti, akan tetapi kami tidak bisa menerima kalau dituding tidak netral. Untuk itu kami siap untuk di­adu­kan ke De­wan Ke­hormatan Pe­nyeng­gara Pemilu (DK­PP) kalau kami terbukti bekerja tak sesuai kode etik,” tantang Elwiza.

Sementara itu Ketua Pan­was Kabupaten So­lok, Ve­reiswind Marwan Bus­tami mem­bantah pernyataan de­wan yang mengatakan bahwa Panwas belum bekerja.

Dikatakannya,Panwas Ka­bupaten Solok pernah me­n­ertibkan baliho satu kali. Buktinya,di kantor Panwas ada tumpukan ba­liho yang menyalahi aturan yang d­iturunkan Panwas. Setelah di­evaluasi,kata Ve­reis­win, ter­nyat­a pe­ne­rtiban itu justru me­­­­mun­culkan baliho b­a­ru da­­­lam jumlah yang lebih ba­­n­yak. Kenyataan ini mem­buat Pan­­was berpikir dua kali un­­tuk menurunkan baliho. (h/eri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]