Seluruh Jasad Korban Dievakuasi


Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:52:52 WIB

Bahkan Kapolres Luwu, AKBP Adex, harus menggunakan tongkat saat ia pulang dari gunung Bajaja sambil menggendong jenazah bayi dalam sarung dan bangkai pesawat Aviastar.

Sejumlah masyarakat juga ikut memasukkan jenazah kedalam sarung kemudian dibawa secara bersama-sama ke Desa Ulu Salu.

Proses evakuasi ini juga diha­diri Kapolda Sulsel, Pangdam VII Wirabuana. Para jenasah korban Aviastar, dibawa ke Makassar, sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolres Luwu AKBP Adex Yudisman mengatakan kondisi sebagian pesawat sudah rusak parah dan ada bekas terbakar. Semua korban telah meninggal dunia dan kondisi jenazah mulai membengkak. “Diperkirakan pesawat tersebut itu menabrak gunung Pajaja, diduga pesawat itu keluar jalur penerbangan dan kehilangan kontak,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelum­nya, pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 Twin Otter milik Aviastar dengan nomor pener­bangan MV 7503 dina­khodai tiga kru pesawat yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Sukris hilang kontak pada Jumat, 2 Oktober lalu.

Selain ketiga kru, pesawat tersebut juga membawa tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi satu tahun), Raya Adawiah (balita tiga tahun).

Demi mengidentifikasi jena­zah, lanjut Barung, data ante mortem dan post mortem akan dicocokkan. “Kemungkinan akan dilakukan tes DNA untuk jenazah yang sudah keadaan hangus terbakar,” kata dia.

Barung menambahkan, lokasi jatuhnya pesawat Aviastar adalah di Gunung Bajaja.

Keluar Jalur

Selain menemukan seluruh korban pesawat Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 yang dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira, tim gabungan juga menemukan kotak hitam (black box) pesawat ber­jenis PKBRM/DHC6 tersebut.

Usai ditemukan, tim kemu­dian menyerahkan black box tersebut ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan inve­s­tigasi. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo kepada ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Pesawat  ini dipastikan keluar jalur dari rute yang seharusnya sebelum ditemukan jatuh. Hal tersebut dikatakan Ketua Komite Nasional Keselamatan Trans­portasi (KNKT), Soerjanto Tjah­jono setelah berlangsung kon­ferensi resmi bersama Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo, Selasa malam di ruang briefing Pluto Lanud Hasa­nuddin, Makassar.

Soerjanto menambahkan, se­ha­rusnya rute asli pesawat ter­sebut dari Bandara Andi Jemma ke Sultan Hasanuddin melalui Masamba, Bua, Siwa, Barru dan Makassar. Namun, pesawat ber­geser setelah melewati di jalur Masamba, Bua, Siwa dan ak­hirnya ditemukan jatuh di Kabupaten Luwu. “Pesawat ini bergeser ke kanan sejauh 15 Nautical Mile,” ujarnya.

Terkait dana santunan, pihak Jasa Raharja akan memberikan santuan. Untuk satu orang kor­ban, keluarga korban akan men­da­patkan santunan sebesar Rp 50 juta. “Ini sesuai dengan PMK 37 tahun 2008. Bahwa Jasa Raharja akan memberikan santuan masing-masing 50 juta,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Sulselba Evert Yulianto.

Menurut Evert, pihaknya te­lah melakukan pendataan kepada semua keluarga korban pesawat Aviastar. Mulai dari data kartu tanda penduduk hingga kartu keluarga korban telah dikan­torngi pihak Jasa Raharja.

Evert berjanji, dengan semua data yang telah didapat pihak Jasa Raharja, maka Jasa Raharja akan memberikan Santunan ini dalam satu pekan ke depan.

Mengenai santunan yang dibe­ri­kan pihak Aviastar, Evert tidak bisa memberikan komentar. Menurut dia santuan dari Aviastar tergantung dari pihak perusahaan tersendiri. “Itu saya tidak tahu,” papar Evert. (h/dn/rol)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]