Pebalap Iran Masih Berjaya


Selasa, 06 Oktober 2015 - 19:54:05 WIB

Balapan Etape 4 berlangsung pada Selasa (6/10), dengan start di Kota Sawahlunto dan finis di hala­man kantor Bupati di Solok Selatan (Solsel). Para pebalap menempuh jarak 163,5 km.

Perubahan terjadi di klasifikasi pebalap tercepat di Indonesia dan Asean. Rider asal Malaysia, Ariya Phounsavath, berhasil menggeser Aiman Cahyadi sebagai pebalap tercepat di ASEAN.

Tidak hanya tergeser sebagai pebalap tercepat di klasemen pe­balap ASEAN, Aiman juga tergeser dari puncak klasemen pebalap tercepat Indonesia. Tampuk pim­pinan klasemen pebalap Indonesia kini dipegang oleh Dadi Suryadi yang juga berasal dari Pegasus.

Dadi mengaku penampilannya kali ini lebih baik dibandingkan etape-etape sebelumnya.  “Saya kram sebelum KOM 1 pada etape kedua sehingga tidak tampil maksimal,” katanya usai balapan.

Untuk kategori Indonesia Rider Classification atau Red White Jeresey dijuarai oleh pe­balap Bambang Suryadi dari tim Banyuwangi Racing Cycling Club dengan waktu 12:40:47 dan di­susul Nandra Eko Wahyudi dari tim yang sama dengan durasi waktu 12:49:48.

Untuk kategori General Cals­sificcation atau Yellow Jersey masih dipegang oleh pebalap asal Iran Amir Zargari tim Pishgaman Giant dengan durasi 12:26:41. Sedangkan,kategori Mountain Competition atau Polka Dot Jersey dimenangkan oleh pebalap Iran Arvin Maozemi Goudarzi dengan poin 41.

Etape 4 sebagai titik King of Mountain alias perebutan predi­kat raja tanjakan dan sepenuhnya berisi tantangan Sprint, rombo­ngan memasuki finis hanya ber­kelompok kecil dengan jarak waktu yang cukup lama.

Pada etape 3  sebelumnya pebalap dimanjakan trek landai. Pada Etape 4, para pebalap menemui tantangan tanjakan. Tak tanggung-tanggung, tanjakan Hors Categorie (HC) yang me­nung­gu, 3 titik king of moun­tain dan 2 sprint

“Pada Etape 3 sebelumnya, treknya berkarakter kencang, yakni tanpa titik King of Moun­tain, maka di Etape 4 lebih do­minan tanjakan. Ada tiga titik King of Mountain dan dua titik Sprint di tahap ini,” kata Kepala Dinas Budaya Pariwisata dan Pemuda Olahraga Solsel, Doni Hendra.

Para pebalap melalui jalan menurun dan menghadapi titik Sprint pertama yakni di Surian. Treknya terus menurun, sampai ke titik Sprint kedua di Muaro Labuh. Setelah itu, tanjakan ketiga sudah menanti. Titik King of Mountain kategori dengan ketinggian 943 mdpl, jadi ujian terakhir 13,5 km sebelum garis finis di blok nol Kenagarian Pekonina, Solsel.

Minta Diinvestigasi

DPRD Sumbar mengusulkan ada investigasi dan evaluasi ter­hadap pelaksanaan TdS 2015. Alasannya, pelaksanaan TdS tahun ini dinilai tak maksimal, dan banyak persoalan. Terutama, pada pelaksanaan etape 1, adanya insiden pebalap yang keluar jalur.

“DPRD Sumbar mengusul­kan investigasi dan penataan ulang teknis pelaksanaan. Hal itu harus dilakukan, agar kekacauan pelaksanaan Tds dan keluhan masyarakat tidak berlanjut,” ucap Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Mockhlasin, Selasa (6/10).

Menurut Mockhlasin, ia m­enye­salkan pelaksanaan TdS  tahun sekarang yang terlihat memalukan. Padahal persiapan sudah dilakukan dengan mak­simal.

“Dengan kegiatan TdS yang sudah tujuh tahun rutin digelar, kesalahan dan kekacauan di sana sini seperti kemarin harusnya tak terjadi,” ucap Mockhlasin.

Di antaranya, mulai dari start yang harus diulang, hingga adanya caci maki masyarakat karena jalan ditutup terlalu lama.

Kemudian, tak adanya peme­nang di etape 1.  Hal itu disebab­kan tim balap yang salah jalur sehingga penghitungan poin di tahap pembuka menjadi tak ada. Tak lama selepas ceremonial start di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, terjadi kebingu­ngan di jalur balapan. Sejumlah mobil pengiring kehilangan jejak pebalap.

Diduga, saat pebalap melalui jalan memutar lewat jalur kota Painan sehabis start, sebagian mobil mengambil jalur langsung menuju ke Padang.

Hal tersebut jadi kian berma­salah saat diketahui, sejumlah mobil yang terdiri dari ofisial tim, terlanjur melaju kencang. Men­duga bakal mengejar kerumunan pebalap, mereka justru lebih dahulu menuju garis finis. Bala­pan sempat mengalami beberapa kali restart, dimulai di titik para pebalap berhenti, sebelum pada akhirnya diputuskan tak ada balapan penuh.

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini juga menyesalkan, kela­laian pihak event organizer (EO) yang mengarap semua tahapan TdS. Padahal jelas dia, EO sebagai pelaksana teknis di lapangan bukan orang baru. Tahun sebelum­nya helat TdS ini juga disiapkan oleh EO yang sama.

Ke depan, tegas Mochklasin, investigasi musti dilakukan. Agar kesalahan yang ada jadi pelajaran dan tidak diulang lagi.  “Harus ada usaha untuk menjaga brand dan gema TdS yang sudah men­dunia dan juga masuk kalender ivent balap sepeda international ini,” katanya. (h/jef/mg-len)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 25 Juli 2019 - 14:02:51 WIB

    Pemkab Pessel Optimis Jalur Mandeh Bakal Dilewati Pebalap TdS

    Pemkab Pessel Optimis Jalur Mandeh Bakal Dilewati Pebalap TdS PAINAN,HARIANHALUAN.COM- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) bakal melakukan peningkatan jalan dan jembatan di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan K.
  • Senin, 07 November 2016 - 00:57:04 WIB
    DIDOMINASI PELAJAR

    Puluhan Pebalap Liar Diamankan Polisi

    Puluhan Pebalap Liar Diamankan Polisi PADANG PANJANG, HALUAN - Personil gabungan dari Polres Padang Panjang, dipimpin Kapolres AKBP Cepi Noval menggelar razia berjalan. Razia kali ini berhasil mengamankan puluhan orang remaja yang terlibat aksi balap liar ditiga .
  • Selasa, 09 Agustus 2016 - 11:24:59 WIB
    ETAPE 8 BUKITTINGGI

    Pemko Siapkan City Tour Bagi Pebalap

    Pemko Siapkan City Tour Bagi Pebalap BUKITTINGGI, HALUAN — Kota Bukittinggi dipercaya sebagai lokasi Star etape 8 pada penyelenggaraan lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016, yang akan berlangsung, Minggu (14/8)..
  • Selasa, 09 Agustus 2016 - 04:08:32 WIB

    Tanjakan Kelok 44 Bakal Kuras Tenaga Pebalap TdS

    Tanjakan Kelok 44 Bakal Kuras Tenaga Pebalap TdS AGAM, HALUAN — Ke­tang­guhan pebalap Tour de Sing­karak (TdS) bakal diuji pada etape IV, dengan medan berat berupa tanja­kan terjal pada jalur Kelok 44 yang membentang dari Keca­matan Tanjung Raya sampai Kecamatan Mat.
  • Jumat, 13 Mei 2016 - 16:46:13 WIB

    Pebalap TdS akan Lalui Delapan Kecamatan di Agam

    Pebalap TdS akan Lalui Delapan Kecamatan di Agam AGAM, HALUAN- Pebalap Tour de Singkarak dijadwalkan bakal melalui lebih kurang sebanyak delapan dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam pada iven TdS pada tahun 2016. Untuk menyemarakkan kegiatan tersebut masyarakat dan pelajar a.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]