Alasan Pemadaman Mengada-ada


Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:36:03 WIB

Rapat dipimpin Erizal Muluk. Didampingi Wakil Ketua, Hardianto, Sek­re­taris, Asri Auzar, Anggota, Almainis dan M.Yusuf Si­kumbang.

Ketua Komisi D, Erizal Muluk mengungkapkan hea­­ring dilakukan untuk membahas pemadaman list­rik yang sering dilakukan. Hearing ini mem­perta­nya­kan alasan pemadaman.

“Karena, orang sibuk mematikan api penyebab kabut asap, PLN malah beru­saha mematikan lampu. Masyarakat tidak mau tahu apapun itu alasan pln, karena mereka sudah membayar kewajiban dan pln wajib menyediakan daya listrik,” ungkap Erizal Muluk.

Setelah dibuka Erizal Muluk, General Manager PT.PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Febi Joko Priharto men­jelaskan manajemen beban masih berlanjut sampai mu­sim basah (estimasi No­vember 2015) dan defisit daya cendrung bertambah. “Kondisi ter­akhir kelis­trikan di sistem Riau me­ngalami defisit 70 MW pada Waktu Beban Puncak (WBP) dan 40 MW pada Luar Waktu Beban Puncak (LWBP),” te­rang­nya.

Lebih lanjut, Febi mene­rangkan, sistim kelistrikan di pulau sumatera saat ini memang bisa dikatakan sakit.

Disebutkannya, defisit da­ya ini disebabkan pe­me­liharaan rutin pem­bangkit, gangguan pembangkit dan akibat musim kemarau. Dengan adanya variasi mu­sim, untuk mendapatkan debit air yang cukup maka PLTA Kotopanjang, Ma­ninjau dan Singkarak hanya dapat dioperasikan pada WBP, karena pada siang hari tidak dioperasikan untuk menampung air. “Ter­jadi­nya bencana asap juga mem­pengaruhi kinerja pem­­bangkit listrik (PLTG/PLTU). Sehingga terjadi penurunan daya (derating) sebesar 200 MW di sistem Sumatera dan kita me­ng­informasikan  pemadaman dilakukan sekali dua hari,” terang Febi.

Menanggapi ini, Ketua Komisi D Erizal Muluk menyebutkan, alasan cuaca kurangnya debit air dan karena kabut asap me­ru­gikan alasan pln untuk me­madamkan listrik karena pemadaman listrik ini sela­lu terjadi tidak hanya karena kekurangan debit air.

“Setelah selesai pun ke­marau dan asap. Pln tetap akan bermasalah listrik tetap akan ada pemadaman, ka­rena apalagi sekarang selalu ada permintaan baru dan banyak yang antri,” ujar Erizal.

Kemudian, Sekretaris Komisi D, Asri Auzar me­ngungkapkan, alasan yang sama seperti tahun sebe­lumnya disampaikan PLN, padahal istrik mati ini se­men­jak berdiri. Solusi yang diberikan juga disampaikan sejak tahun lalu juga sama, namun tetap mati. “Seperti resep dokter, satu hari sekali dua kali dn menjadi tiga kali. Yang perlu saya pertanyakan apa upaya pln supaya listrik ini tidak mati. Sebab pema­daman ini jelas merugikan masyarakat,” ujar Asri.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi D, M. Yusuf Sikumbang menyebutkan, alasan pemadaman listrik dilakukan pln ini jawaban sekarang sama seperti dulu. “Ini seperti akal-akalan sama seperti dulu, alasan klasik itu saja dari dulu. Yang jadi persoalan pln saya belum melihat upaya pln untuk mengatasinya, malah yang dijadikan alasan kekurangan air dan asap lah. Apa alasan konkrit, karena tak ada asap dan tak kemarau listrik tetap listrik tetap padam,” beber Yusuf.

Wakil Ketua Komisi D, Hardianto juga menilai, alasan pln memadamkan listrik merupakan alasan kli­se dan selalu sama tiap tahun terjadi kurangnya de­bit air karena musim kemarau.

Menurut Politisi Ge­rind­ra ini, pln tidak tranparan dalam meng­informasikan dan jadwal pemadaman da­lam mensosialisasikan ma­syarakat. “Informasinya tadi sekali dua hari, justru yang terjadi sampai 3 kali sehari. Kalau diinfor­masikan de­ngan benar sehingga masya­rakat siap,”ujar Hardianto.

Akibatnya, kata dia, ma­syarakat dirugikan secara materil dan inmateril, seha­rus­nya pln bisa meng­infor­masikan tranparansi ke pub­lik. “Masyarakat sebenarnya bisa menuntut, karena ke­wajiban masyarakat sudah dijalankan memabyar listrik. Tapi kewajiban pln untuk memenuhi ketersediaan list­rik tidak mampu  terpe­nuhi,” tegas Hardianto.

Ia berharap, pe­ma­da­man listrik yang di­la­kukan pln tahun ini merupakan tahun terakhir. “Jangan sam­­­pai ada lagi pe­ma­da­man. Karena ka­si­han ma­syarakat sudah men­de­rita karena asap tiap ta­hun di­tam­bah pema­da­man lis­trik,” kata Har­dianto. (h/rud)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 16 Juli 2020 - 10:49:35 WIB

    Jangan ke Yogya Dulu hingga Agustus, Ini Alasannya

    Jangan ke Yogya Dulu hingga Agustus, Ini Alasannya HARIANHALUAN.COM - Turis umum dari luar daerah diimbau menunda kunjungan ke Yogyakarta hingga Agustus, pasalnya saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta masih memantapkan berbagai protokol pencegahan COVID-19 di sejumlah destinasi.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]