Pasien Patah Tulang Dipindahkan ke Tukang Pijit


Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:41:26 WIB

Menurut Zam dari ke­luarga Mutiara Lorenza, seharusnya Mutiara menja­lankan operasi seperti yang dijanjikan pihak rumah sa­kit. Namun faktanya, hingga Rabu (7/10) sore, Mutiara belum juga dioperasi.

“Katanya Mutiara akan dioperasi Selasa malam, tapi tidak jadi dan dijanjikan Rabu pagi. Namun pada Rabu pagi tetap saja tidak jadi dioperasi. Kalau dibiar­kan lama-lama, takutnya luka Mutiara bisa mem­busuk,” ujar Zam.

Ia menceritakan, Mu­tiara masuk IGD RSAM pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saat bera­da di UGD, Mutiara diperik­sa oleh tim medis. Malam­nya sekitar pukul 20.00 WIB, Mutiara dipindahkan ke Ruang Rawat Inap Bedah Wanita.

Menurut keluarga kor­ban, di ruangan tersebut Mutiara hanya diberi infus dan dibersihkan lukanya. Tapi pakaian Mutiara sama sekali tidak diganti oleh tim medis, sehingga menebar aroma busuk yang masih tercium hingga Rabu sore.

“Mutiara tidak langsung dibawa ke rumah, tapi diba­wa ke tukang urut di kawasan Padang Kudo Koto Baru,” jelas Zam.

Sementara itu, Ketua I Persatuan Angkot Kopajag Bukittinggi, Masrial me­nyebutkan, pihaknya telah beritikad baik untuk meno­long korban dengan mem­bawa korban ke rumah sakit dan terus menggiring kor­ban selama dalam pera­watan. Ia mengakui, korban mengalami patah tulang setelah bertabrakan dengan angkot yang bernaung di bawah Persatuan Kopajag Bukittinggi.

Tapi Ia sangat kesal de­ngan pelayanan rumah sakit yang dinilai tidak tanggap, tidak cepat dan tidak pro­fesional.

“Kami sempat bersite­gang dengan tim medis, ka­rena korban tak dilayani dengan baik. Daripada kor­ban terus terlantar di rumah sakit, kami dan pihak ke­luarga sepakat membawa kedua korban ke ahli pijat patah tulang di kawasan Padang Kudo Koto Baru. Untuk bawa korban, kami terpaksa rental ambulance dari luar,” ujar Masrial.

Masrial berharap pihak rumah sakit betul-betul me­layani pasien dengan baik dan profesional, karena ini menyangkut nyawa manusia. Ia juga menyebut, tim medis di RSAM ini tidak menja­lankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini ditu­run­kan, belum ada ketera­ngan resmi dari pihak RSAM terkait kejadian ter­sebut. Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu sendiri terjadi di kawasan Panorama Baru, sekitar 100 meter dari SMA Negeri 4 Bukittinggi pada Selasa (6/10) sekitar pukul 10.15 WIB. Waktu itu, ke­dua korban yang berbon­cengan baru saja ke luar dari lingkungan sekolah menuju pusat Kota Bukittinggi.

Namun malang, sepeda motor dengan BA 2084  L yang dikendarai korban adu kambing dengan angkot ju­rusan Panorama Baru-Pasar Atas dengan nomor polisi BA 1602 ZU yang dike­mudikan Id. Akibat kejadian itu, kedua pengendara me­ngalami patah tulang pada bagian kaki, tangan dan leher. (h/wan)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]