Perusahaan Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan


Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:57:22 WIB

“Bahkan beberapa kar­ya­wan saya ada yang me­nolak didaftarkan men­jadi peserta BPJS Kesehatan. Alasannya karena buruknya pelayanan. Di samping itu, sebagian dari mereka mem­punyai anghota keluarga yang juga terdaftar sebagai peserta asuransi ke­sehatan la­in, dan mereka juga terja­min di dalamnya dengan kua­litas pelayanan yang baik. Tentu mereka menolak di­daftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan, karena  kua­litas pelayanan dari pro­vi­der itu tadi, bukan masa­lah di BPJS-nya,” ucap El­ma.

Hal senada dike­mu­ka­kan oleh Ketua Bidang (Ka­bid) Pemberdayaan Ka­bu­paten/Kota Apindo Sum­bar, Aldi Yunaldi. Menu­rutnya, seringkali apa yang diatur oleh BPJS Kesehatan, tidak berjalan dengan semestinya pada tahapan teknis di la­pangan. Sehingga jelas saja hal tersebut mengecewakan pengusaha yang diwajibkan mendaftarkan tenaga ker­janya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Satu contoh kasus yang pernah saya alami, saat bero­bat flu dan batuk meng­gunakan BPJS Kesehatan, hingga enam kali bolak-balik berobat belum kun­jung sembuh. Saya coba berobat ke dokter praktek tidak dengan BPJS, satu kali berobat langsung sembuh. Di sini kelihatan rendahnya kualitas penanganan, p­e­la­yanan dan pengobatan yang diberikan saat berobat de­ngan BPJS Kesehatan. Be­lum lagi soal waktu yang terbuang,” ucapnya.

Aldi juga mengkritisi, apabila perusahaan tidak menunaikan kewajiban men­­daftarkan tenaga ker­janya menjadi peserta BPJS Kesehatan, maka akan ada sanksi yang menanti. Lantas, jika provider yang tidak menjalankan pelayanan ke­sehatan sesuai dengan re­gulasi yang ditentukan, ap­a­kah ada sanksi yang me­nantinya. Jika pun ada, apa­kah telah diterapkan sesuai ketentuan yang ber­laku.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kepala Unit Pemasaran BPJS Ke­sehatan Kantor Wilayah Sum­bar Eva Kurnia Sari, kepada Haluan mengatakan, setelah dua tahun perjalanan BPJS Kesehatan tentu saja masih terdapat berbagai ke­kurangan dalam pe­nye­leng­garaan jaminan kese­hatan. Namun, berbagai masalah yang ditemukan terus di­pelajari untuk di­carikan solusi pe­meca­han­nya.

“Terkait keluhan, peserta mempunyai hak untuk me­nyam­paikannya melalui hot­line service atau dengan surat, baik itu peserta per­orangan maupun pe­ru­sa­haan. Sedangkan untuk kua­litas pelayanan dari pro­vider, kami selalu mewanti-wanti dan tidak segan men­cabut kerjasama dengan pro­vider yang jelas-jelas mem­berikan pelayanan ti­dak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa di antaranya sudah kami cabut setelah melalui beberapa tahap peringatan,” ucap Eva.

Beberapa Perusahaan Masih Beralasan

Namun di sisi lain, Ke­pala Disnaker Kota Padang Frisdawati Amran Boer mengatakan, seluruh kar­yawan wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kese­hatan oleh perusahaannya, namun masih ada peru­sa­haan yang enggan men­daf­tarkan karyawannya dengan berbagai alasan, terbukti dengan masih banyaknya karyawan beberapa peru­sahaan yang meminta surat rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mengimbau peru­sahaan yang belum, agar segera mendaftarkan karya­wannya sebagai peserta BP­JS Kesehatan. Karena kalau tidak didaftarkan, akan ada sanksi yang menanti, bisa saja sampai pada sanksi pen­cabutan izin usaha peru­sahaan bersangkutan. Sejauh ini berbagai alasan dike­mukakan oleh perusahaan, seperti kerumitan pengu­rusan atau pun ketidak­sediaan dana untuk mem­bayar kewajiban BPJS Kese­hatan tersebut,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Fris­dawati, persentase jumlah perusahaan di Kota Padang yang sudah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan mencapai 80 persen. Sedangkan ke­pada BPJS Kesehatan sen­diri, Dis­naker terus me­ng­im­bau agar semakin me­ningkatkan ko­mukasi de­ngan provider un­tuk me­ningkatkan pela­yanan kese­hatan yang diberikan kepada peserta BPJS Ke­sehatan itu sendiri. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 November 2019 - 11:05:32 WIB

    Perusahaan Jepang Ikut Wandie Karya Properti Expor Sumbar

    Perusahaan Jepang Ikut Wandie Karya Properti Expor Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wandie Karya Properti Expo Sumbar 2019 yang akan digelar pada Jumat sampai Minggu (27-29/12) di Transmart Padang, Jalan Khatib Sulaiman, mendapat respon dari beberapa perusahaan besar di Indonesia .
  • Kamis, 16 Mei 2019 - 14:24:46 WIB

    DPRD Padang Rekomendasikan Cabut Izin Perusahaan yang Telat Bayar THR

    DPRD Padang Rekomendasikan Cabut Izin Perusahaan yang Telat Bayar THR PADANG, HARIANHALUAN.COM – Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Padang diminta untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan seminggu jelang hari raya. Jika tidak, perusahaan bisa dikenakan sanksi berat, sebagai.
  • Sabtu, 24 Maret 2018 - 00:57:39 WIB
    CDC UBH ADAKAN BURSA KERJA

    43 Perusahaan Diserbu Ribuan Pelamar

    43 Perusahaan Diserbu Ribuan Pelamar PADANG, HALUAN--Career Development Center (CDC) Universitas Bung Hatta kembali menyelenggarakan Job Fair yang bertajuk “Let Networking Light Up Your Career Path. .
  • Jumat, 30 September 2016 - 04:09:18 WIB

    Izin 100 Perusahaan Terancam Dicabut

    PADANG, HALUAN — Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Ter­padu (BKPM-PPT) Sumbar pada 2017 mendatang, akan men­cabut izin sedikitnya 100 pe­rusahaan yang dilaporkan tidak aktif dan tidak beroperasi la.
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 - 04:45:53 WIB

    Lulusan SMAK Padang Diminati Perusahaan

    Lulusan SMAK Padang Diminati Perusahaan PADANG, HALUAN —Sebanyak 95 orang dari 129 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Analisis Kimia (SMK-SM­AK) Padang tahun 2016 telah direkrut oleh sejumlah perusahaan ternama di dalam negeri dan luar negeri. S.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]