Paket Ekonomi Harus Segera Direalisasikan


Kamis, 08 Oktober 2015 - 19:56:12 WIB

“Jangan sampai nanti ada regulasi yang berbenturan, salah satunya dengan pe­raturan dae­rah,” terangnya. Menurut As­nawi Bahar, paket-paket eko­no­mi yang dikeluarkan peme­rin­tahan Joko Wiidodo mulai me­­nun­jukkan hasil yang positif. Se­jak paket ekonomi I, II dan III di­­luncurkan, pere­konomian In­do­­­ne­sia yang lesu mulai ber­gairah.

“Kita bisa lihat serapan ang­garan sudah mulai baik. Selain itu, rupiah juga menunjukkan pergerakan yang bagus dengan menguat terhadap Dollar AS di level 13.711 rupiah,” ujarnya.

Paket ekonomi Jokowi ini kata Asnawi, merupakan angin segar bagi produsen untuk mela­kukan usaha. Seperti turunnya tarif listrik, gas, bahan bakar dan lainnya. “Ini tentu akan mem­berikan kepastian berusaha bagi produsen. Dengan kebijakan ini cost produksi akan diturunkan, nantinya secara otomatis harga di pasaran juga akan turun,” te­rangnya.

Kecenderungan harga susah turun setelah terjadi kenaikan, dikatakan Asnawi di sinilah peran pemerintah untuk tetap me­ngon­trol harga. Kalau pun intervensi ini tidak dibenarkan, maka lang­kah lainnya dengan membanjiri pasar dengan produk.

“Ketika produk sudah banjir di pasaran maka harga akan turun dengan sendirinya. Tentu produk yang dilkluarkan ini dilabel dengan harga baru,” paparnya.

Asnawi berharap, kebijakan ini harus segera direalisasikan agar perputaran ekonomi di dae­rah bisa berjalan dan akan mem­bangkitkan gairah perekonomian global secara umum. “Kalau ini sudah direalisasikan dampaknya nanti akan terlihat,” imbuhnya.

Hal ini harus ditunjang de­ngan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah. “SDM menjadi poin pen­ting untuk pelaksanaan kebijakan ini,” tandasnya.

Dihubungi terpisah Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, Zigo Rolanda mengatakan, k­e­bijakan paket ekonomi ini sangat bagus di tengah tekanan ekonomi global. Namun, ini tidak akan ada apa-apanya kalau tidak segera dilakukan.

“Harus segera dilakukan. Karena ini akan menggerakkan perekonomian, karena semua kegiatan ekonomi akan berjalan dan lapangan pekerjaan puna akan terbuka,” paparnya.

Menurut Zigo, kita di Sumbar rata-rata konsumsi melalui Ang­garan Pendapatan Belanja Negara dan APBD. Jadi, dengan paket ini akan memutar roda pere­ko­nomian.

Sementara itu, Bendahara Fraksi PDIP DPR RI, Alex Indra Lukman menilai paket ekonomi jilid III pemerintahan Jokowi berperan penting untuk mem­perbaiki perekonomian bangsa.

Sebelumnya, kata anggota Komisi IX itu, Fraksi PDI P meminta BI sebagai otoritas moneter, untuk bertindak secara tegas dan antisipatif, dalam me­n­jaga nilai tukar rupiah sekaligus memberi bobot lebih, terhadap penguatan kurs nilai tukar dalam kebijakan moneter BI.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar ini juga menjelaskan, bahwa untuk menjalankan fungsi check and balances, partai pen­dukung utama pemerintahan Jokowi-JK ini, juga meminta Ba­dan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI segera mengaudit kinerja Bank Indonesia (BI).

Diketahui, bahwa Bank Sen­tral memiliki peranan yang besar dalam menentukan arah ke­bija­kan ekonomi suatu negara. Dalam lingkup kebijakan mo­neter BI, ter­dapat empat variabel yang di­kelola yakni tingkat inflasi, suku bunga, kurs rupiah dan cadangan devisa. (h/mg-isr/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]