Terinspirasi oleh Pemilih Lapas


Jumat, 09 Oktober 2015 - 17:07:44 WIB
Terinspirasi oleh Pemilih Lapas

Bagi Boedi yang ikut ber­juang dan mera­sakan peru­bahan rezim di Indo­nesia hing­ga la­hir babak demo­krasi di ta­hun 1998, penting se­ka­li baginya agar ma­sya­rakat bisa ter­libat aktif da­lam me­nentukan pe­­mim­pin bang­sa ini, baik di ting­kat pusat, provinsi, kabu­paten dan kota. Jika ma­syarakat tidak terlibat aktif, maka era de­mokrasi yang telah ia per­juangkan dulunya akan te­rasa sia-sia, karena era de­mokrasi itu mundur ke bela­kang bukan maju ke depan.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Hal ini pulalah yang me­la­tarbelakagi pria kelahiran Matur, Agam 21 November 1976 ini mau mengikuti tes pencalonan anggota KPU Kota Pariaman pada tahun 2008 lalu. Saat pendaftaran di­buka, Boedi yang saat itu men­­jabat sebagai Ketua LP3EI Ca­bang Padang, me­ning­galkan pe­ker­jaan­nya ini dan de­ngan se­rius me­ngikuti se­lek­si anggota KPU. Tahun 2008 ini ia ber­hasil me­ngi­kuti serangkaian tes dan memegang jabatan di divisi logistik sejak 2008-2011. Di pertengahan, di 2011 ia pin­dah ke divisi lain, yai­tu divisi tek­nis.

Tahun 2013, masa jaba­tannya sebagai anggota KPU ber­akhir. Tapi Boedi merasa belum puas, ia merasa masih banyak hal yang perlu dibe­nahi. Ia pun kembali mengi­kuti proses seleksi hingga menjadi Ketua KPU hingga sekarang. Boedi juga mem­percayai KPU bisa menjadi tonggak dalam penegakan reformasi di Indonesia.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Baginya, bicara de­mo­krasi bukan hal yang baru. Ilmu-ilmu ini sudah dida­patnya sejak bangku kuliah dulu, meskipun ia meru­pakan mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Bung Hatta. Budi aktif sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fa­kul­tas Ekonomi hingga men­­­jadi Ketua Senat Ma­hasiswa Tingkat Uni­ver­sitas. Ia juga aktif di bi­dang himpunan mahasiswa Indo­nesia (HMI) dan or­ga­­nisasi lain­nya. Dari se­lu­ruh orga­nisasi ini, men­jadi sa­lah satu ak­ti­vi­vis pejuang 1998 dan meng­gerakkan akti­vis di kam­pus UBH menjadi hal yang tidak bisa dilupakan.

Dulu, Boedi sangat si­buk, sekarang juga sama. Na­mun hal ini bisa di­mengerti oleh keluarga dan orang tuanya.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

“Yang penting tercapai apa yang diinginkan dan berbuatlah sesuai hati nura­ni, itu pesan orang tua sa­ya,” kisahnya.

Ketua Bidang 1 Asso­siasi Futsal Sumatera Barat ini berkeinginan di pilkada kali ini, perjalanan mela­hirkan pemimpin baru un­tuk 13 kabupaten dan kota termasuk gubernur yang diselenggarakan oleh KPU Kota Pariaman  bisa ber­jalan tertib, aman dan lan­car. Target partisipasi pe­milih 77,5 persen yang ditugaskan oleh KPU Sum­bar supaya dapat tercapai. Ke­ingi­nan­nya ti­dak mu­­­luk-mu­luk, seder­ha­na saja, ka­re­na ini saja sudah men­­jadi tugas be­rat bagi pe­nye­­­leng­gara KPU.

Baca Juga : Perang Inovasi dalam Era Disrupsi

Baginya, per­­­jalanan de­mo­kra­si dan du­nia politik itu adalah jalan pan­­jang yang ha­­rus di­la­lui. Per­­­wujudan de­mo­krasi yang diinginkan se­la­ma ini, me­libatkan pe­nye­lenggara pe­milu. Be­rada di dalam ke­rang­keng aturan memang tidak mu­dah, tapi KPU ha­rus meng­gunakan ke­kua­tannya un­tuk men­jadi­kan pemilu yang dise­nangi rak­yat dan peserta serta sesuai dengan ke­ingi­nan rakyat. Bagi par­tai poli­tik yang men­jadi bagian dari peserta pe­milu, diha­rapkan me­lakukan peng­kaderan yang baik dan dila­kukan semak­simal mung­kin. ***

 

Laporan:
ARDA SANI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]