Pessel Bangun Jaringan Irigari Air Tanah


Jumat, 09 Oktober 2015 - 18:56:59 WIB

Maka menurut Afrizon, tahun ini Kementerian PU mengalokasikan angga­ran untuk membangun irigasi air tanah. Khusus di Pessel, irigasi tersebut dibangun di Sutera, Lengayang dan Ranah Pesisir. Irigasi tersebut airnya bersumber dari air dalam tanah dengan membuat sumur pompa. “Setiap sumur pompa sanggup mengairi 16 hektare lahan,” katanya.

Pantauan Haluan selama ini petani sering terpekik karena lahan sulit diolah. Bahkan ada yang terlanjur menyemai benih, petani terpaksa menanam padi di sawah kering akibat dilanda kemarau.

Maulud (68) petani di Lengayang menyebutkan, ia menyambut baik program pembangunan irigasi air tanah. Ia mengaku kekeringan lahan selalu terjadi tiap tahun.

“Misalnya benih sudah saatnya dita­nam di lahan, maka mau tidak mau terpaksa juga ditanam di lahan tanpa air. Saya sering menanam padi di lahan tidak berair dan cara menanamnya dengan cara membuat lubang dengan tugal terlebih dahulu, setelah itu baru dimasukkan benih padi,” katanya.

Akibat tidak ada air, tanaman padi petani tidak dirawatnya lagi. Padi tampak menguning padahal umurnya baru sekitar satu bulan lebih. “Ya disini memang tidak ada irigasi, kami hanya mengandalkan hujan untuk mengairi sawah. Namun beberapa pekan belakang hujan tidak tutun,” katanya.

Selanjutnya pada beberapa titik di Batang Kapas dan Koto XI Tarusan akibat tidak ada irigasi, petani tidak mengolah lahannya. Lahan sebagian tampak terlantar dan bahkan dibiarkan menjadi kawasan ternak merumput.

Di kawasan Ranah Pesisir kekeringan lahan sudah diduga petani sebelumnya. Petani di sini telah mensiasati kemung­kinan terjadinya kekeringan lahan dengan menanam tanaman pangan non padi, misalnya jagung, kedelai dan sebagai­nya. (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]