Mindset Manajerial Pengusaha Indonesia Belum Kuat Menghadapi MEA


Ahad, 11 Oktober 2015 - 18:33:07 WIB

”Tantangan menghadapi MEA pada dasarnya adalah kekuatan sikap mental ke­mudian arah bisnis mau dibawa kemana dan juga kesiapan untuk bersaing,” ungkap Roy yang juga Ketua Pokja Penumbuhan Wirau­saha Nasional tersebut da­lam seminar yang mengu­sung tema “Menyonsong MEA Melalui Sustainable Star-Up Business serta Pro­duk Industri Kreatif Ber­basis Kearifan Lokal”.

Menurut Roy kesiapan untuk bersaing industri kre­atif kita masih dalam tahap yang maksimal apabila di­ban­dingkan dengan Negara tetangga Malaysia. Di Ma­laysia ucap Roy melalui program pemerintahnya un­tuk menjadi nomor satu. “Spirit mereka terbangun ke sana dan kekuatan keper­cayaan diri dan keyakinan untuk mencapai tujuan de­ngan program itu,” im­buh­nya.

Namun ujar Roy, saat ini pemerintah dengan paket-paket kebijakan yang dike­luarkan beberapa waktu lalu sudah mengarah kepada menyentuh pembangunan Usaha Mikro Kecil Me­ne­ngah (UMKM). “Perizi­nan­nya, inventasi dan regulasi pun sudah berpihak kepada UMKM,” imbuhnya dide­pan Dekan FE Yuniawardi didampingi PD III Susi Eva­nita dan ratusan peserta seminar.

Ditegaskan Roy, dari pandangan pribadi sebagai ekonom baru 25 persen pe­ngu­saha yang mampu meng­hadapi MEA. Sementara lainnya, siap dikarenakan tuntutan keadaan.

”Tapi, pada awalnya akan tersendat-sendat. Tapi dengan regulasi dan paket-paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan peme­rin­tah akan mengangkat ke siapan ini ke angka 70 per­sen,” ujarnya.

Sementara itu, guru besar FE UNP Syamsul Amar menilai, bahwa selama ini pengusaha dan UMKM belum diedukasi dengan baik terkait dengan MEA. Seingga dikhawatirkan In­donesia nantinya hanya se­bagai pasar saat MEA pada akhir mendatang.

”Jika dibanding dengan Malaysia dan Thailand ne­gara kita memang sudah tertinggal. Mereka sudah jauh hari mempersiapkan pengusahanya untuk ber­saing dalam MEA,” ujarnya.

Ke depan kata Syamsul Amar, pemerintah harus memperbaiki regulasi agar pengusaha bisa bersaing dengan Negara lain di Ase­an. Selain itu, juga terkait dengan pengembangan inf­struktur yang dapat me­nujang pengusaha.

”Kita tahu dalam MEA mendatang semuanya harus dipersiapkan. Apakah itu produsen maupun kon­su­men. Jadi, harus diberi  edukasi tentang MEA ini,” ujarnya. (h/mg-isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]