RI-Malaysia Sepakat Kerja Sama Industri Sawit


Ahad, 11 Oktober 2015 - 18:48:40 WIB

Kesepakatan itu antara lain berkaitan dengan pem­bentukan Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (council of palm production countries). Hal ini untuk memperkuat posisi kedua negara di dunia sebagai pro­dusen minyak sawit terbesar.

“Karena kita tahu 85% produksi palm oil adalah di Indonesia dan Malaysia. Dan yang kedua kita akan membuat standar global baru untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan,” kata Jokowi dalam kon­ferensi pers bersama di Ista­na Bogor, Minggu (11/10/2015)

Menurut Jokowi telah ada harmonisasi antara stan­dar sawit Indonesia dan Ma­l­ay­sia. Kesepakatan standar minyak sawit ini bisa men­jadi standar baru di dunia.

Harapannya, adanya har­monisasi ini menegaskan bahwa produk sawit ramah lingkungan dan berke­lan­jutan, juga bermanfaat bagi 4 juta petani sawit di In­donesia dan 300.000 pe­tani sawit di Malaysia.

“Kita juga setuju mem­bentuk zona ekonomi hijau. Kita akan membangun se­buah kawasan industri yang berkaitan dengan sawit yang meningkatkan nilai tambah dan promosi produk bahan bakar ramah lingkungan atau biofuel,” kata Jokowi.

Kedua kepala negara tersebut juga sepakat untuk membentuk satuan tugas gabungan task force sektor sawit agar bisa dilaksanakan. “Ini inisiatif sangat ber­sejarah untuk industri mi­nyak sawit. Dan kita harap­kan nantinya ini bermanfaat bagi petani kecil baik di Indonesia maupun di M­a­laysia,” kata Jokowi.

Sementara itu, PM Najib menanggapi kesepakatan soal industri sawit kedua negara sangat penting dan jadi peristiwa bersejarah. “Apa yang diputuskan hari ini sebagai sangat bersejarah dan siginifikan,” kata Najib di samping Jokowi, yang didampingi Menlu Retno Marsudi dan Menko Mari­tim Rizal Ramli.

Ia mengatakan penjaja­kan kerjasama ini telah lama dibicarakan sejak 2006, bah­wa sudah ada kesepahaman kedua negara tapi tidak da­pat diterjemahkan dalam tindakan formal.

“Apa yang diumumkan bapak presiden tadi kewuju­dan dewan negara penghasil minyak sawit yang diajui Indonesia-Malaysia secara bersama, karena kami meru­pakan terbesar di dunia, bahwa kita akan dapat men­ca­pai hasrat untuk memberi kesejahteraan kepada pe­kebon-pekebon kecil yang ingin mendapat pendapatan yang adil dan seksama,” kata Najib. (h/dtc)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]