331 Kada Terjerat Hukum


Ahad, 11 Oktober 2015 - 18:49:46 WIB

Hal ini penting dila­ku­kan demi memastikan pesta demokrasi tersebut benar-benar menghasilkan  pe­mimpin yang berintegritas dan visioner. Bukan se­ba­lik­nya, pemimpin yang lahir justru dari orang-orang yang memiliki nafsu ke­kuasaan dan korup.

‘’Pilkada nanti harus di­posisikan sebagai mo­men­tum untuk mendapatkan pemimpin yang visioner dan berintegritas. Sangat disa­yangkan bila kemudian yang muncul adalah orang-orang yang korup,’’ ujar Syam­suddin, dalam siaran pers­nya, Ahad (11/10).

Dia mengatakan, semua itu disebabkan lemahnya pengawasan publik terhadap proses jalannya pilkada.  Termasuk minimnya infor­masi rekam jejak kandidat kepada masyarakat untuk bersikap kritis sebelum men­jatuhkan pilihannya ter­hadap kandidat tertentu. ‘’Masyarakat saat itu minim informasi terhadap rekam jejak para kandidat, sehingga boleh jadi salah dalam men­jatuhkan pilihannya kepada orang-orang yang justru ber­nafsu berkuasa dan korup dalam pemerintahan,’’ tam­bah Syam lagi.

Syamsuddin menga­ta­kan, masyarakat sejak awal penting diberi akses untuk mengenal lebih jauh rekam jejak kandidat agar lebih kritis dalam menggunakan hak pilihnya. Rekam jejak tersebut, tidak hanya terkait dengan profil aktivitas dan profesi kandidat selama ini, tapi yang lebih penting ada­lah rekam jejak pengabdian kemasyarakatannya ter­ma­suk prilakunya sendiri da­lam kaitan hukum.

Termasuk pula ki­ner­janya saat dipercaya menjadi kepala daerah sebelumnya. ‘’Kita  terkadang ter­pe­nga­ruh dengan kampanye yang heroik. Janji-janji yang sur­gawi. Celakanya yang men­janjikan itu adalah mere­ka yang pernah dipercaya me­mimpin di daerah ber­sang­kutan namun kiner­janya buruk. Bayangin kalau AP­BD saja di saat kepe-mim­pi­nannya ter­lam­bat terus dan kena finalty dari pusat. Apa yang layak diperta­hankan dari me­re­ka,’’ ujar Syam­suddin.

Dia menjelaskan dari puluhan kandidat in­cum­bent, hanya satu dua orang yang berkinerja baik. Pil­kada serentak  9 De­sember 2015 mendatang sedang menjalani tahapan pada 263 wilayah dengan 809 pasa­ngan calon  yang terdiri dari  9 provinsi dengan 20 pasangan calon, 219 kabu­paten dengan 681 pasangan calon serta 35 kota dengan 108 pasangan calon. (h/rol)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]