Masker N95 Tidak Dianjurkan di Sumbar


Ahad, 11 Oktober 2015 - 18:52:40 WIB

“Dari berbagai referensi dan pemberitaan yang kami baca, masker N95 lebih la­yak dipakai untuk me­ngan­tisipasi dampak buruk kabut asap bagi kesehatan. Se­dang­kan masker biasa dinilai tidak begitu layak,” ucap Yogi.

Selain Yogi, banyak ma­syarakat lain berpendapat sama, masker N95 dinilai sebagai satu-satunya masker yang layak menjadi tameng dalam situasi kabut asap. Terlebih lagi jika melihat komentar beberapa netizen di dunia maya, yang menilai pemerintah sengaja mem­beri bantuan masker biasa kepada masyarakat karena harganya yang jauh lebih murah.

Untuk Sumbar sendiri, menanggapi ke­sim­pang­siu­ran informasi terkait masker yang layak pakai, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Rosnini Savitri, melalui Kepala Bidang Pe­nanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ka­­­­­­­bid P2PL) Irene Susilo menerangkan, sebagai lea­ding sector penanggulangan bahaya kabut asap, Dinkes Sumbar menilai level kabut asap di Sumbar tidak meng­haruskan masyarakat meng­guna­kan masker N95 seba­gai pelindung pernafasan.

“Pusat Perhimpunan Dok­­­­ter Paru Indonesia  telah men­jelaskan dasarnya mas­ker berfungsi untuk me­ngurangi masuknya paja­nan partikulet (PP) saat bernafas. Untuk masker biasa atau masker bedah, fungsi fil­trasinya memang tidak seba­ik masker N95. Tapi untuk di situasi kabut asap di Sumbar yang selalu fluk­tuatif, penggunaan N95 be­lum dianjurkan karena mas­ker biasa masih dapat mem­filtrasi partikel,” kata Irene.

Namun, ia mengaku ti­dak dapat menghalangi ma­sya­rakat yang bersikeras meng­gunakan masker N95 di­banding masker biasa. Dinkes Sumbar hanya ber­pesan agar masyarakat ter­lebih dahulu me­mahami aturan pakai mas­ker N95 un­tuk me­ngan­tisi­pasi terja­dinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Beberapa aturannya ada­­lah terkait disposable (daya pakai), masker N95 hanya boleh digunakan sela­ma de­lapan jam, setelah itu harus dibuang. Selain itu, N95 tidak dire­komen­da­sikan untuk di­gunakan da­lam rumah, tidak boleh dipa­kai anak-anak, ibu ha­mil, lansia, pasien kar­diovas­kuler dan pasien men­derita paru kronik,” jelas Irene.

Filtrasi yang lebih ketat pada masker N95, lanjutnya, membuat oksigen juga lebih sulit masuk ke dalam mas­ker. Selain itu, harga masker N95 yang cukup mahal(h/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]