Kasus 2 Mobdin Gubri dan Wagubri Berlanjut


Ahad, 11 Oktober 2015 - 18:57:31 WIB

“Masih koordinasi dengan BPKP. Pasalnya, beberapa unsur pimpinan BPKP Riau kan baru diganti,” ujar Kepala Kejari Pekanbaru, Edy Birton, kepada Haluan Riau akhir pekan lalu.

Koordinasi yang dilakukan dengan BPKP, menurut Edy, mutlak dilakukan untuk menge­tahui apakah ada indikasi ke­rugian negara dalam pengadaan mobil dinas tersebut. Meskipun pihak kejaksaan telah memegang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Provinsi Riau Tahun 2013 lalu yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau.

Namun hasil audit yang akan dilakukan BPKP nantinya akan mempertegas adanya dugaan penyimpangan yang menimbul­kan kerugian negara atas per­soalan tersebut.

“Kita minta tolong BPKP Riau untuk memperdalam. Bisa jadi ada temuan lebih lanjut. Jika temuan BPKP menyatakan ada penyimpangan, proses pe­nanga­nan akan ditingkatkan ke penyeli­dikan oleh Pidsus (Pidana Khu­sus, red) Kejari Pekanbarui ,” tukas Edy.

Pembelian kedua mobil dinas merek Toyota Land Cruiser ter­sebut diketahui kelebihan be­sa­ran silinder atau CC. Pembelian tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2007, tentang Standarisasi Sarana dan Pra­sarana Kerja Pemerintah Daerah.

Kelebihan besaran silinder atau CC masing-masing 300 dan 1.300 cc untuk kendaraan dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Persoalan ini terungkap berdasarkan LHP Provinsi Riau Tahun 2013 lalu yang dikeluarkan oleh BPK Perwakilan Provinsi Riau.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Haluan Riau di­sebut­kan, terjadi pemborosan anggaran akibat pengadaan kendaraan tersebut. Pejabat Pembuat Ko­mit­men diduga tidak mem­per­hati­kan ketentuan yang berlaku. Dalam rekomendasinya, BPK meminta kepada Gubernur un­tuk memberikan sanksi kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Total nilai kedua kendaraan tersebut mencapai lebih dari Rp4 miliar. Kendaraan tersebut telah lunas dibayar kepada pihak re­kanan pemenang tender CV Kana Surya Sejahtera untuk pengadaan mobil dinas Gubernur Riau dan CV Surya Dinda untuk pengadaan mobil dinas Wakil Gubernur Riau.

Pertanyaan mendasar, ketika tidak ada kendaraan yang sesuai dengan Permendagri, kenapa yang dibeli itu CC yang lebih besar dari aturan berlaku. Kenapa tidak dibeli yang CC di bawah aturan saja.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, Pelak­sana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman bela­kangan jarang menggunakan kendaraan tersebut. Politisi Par­tai Golkar tersebut lebih memilih menggunakan mobil dinas merek Toyota Kijang Innova. (hr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 September 2020 - 19:01:17 WIB

    Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Objek Wisata di Kota Padang Tetap Ramai

    Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Objek Wisata di Kota Padang Tetap Ramai HARIANHALUAN.COM - Kasus positif Covid-19 yang terjadi di Sumbar mengalami peningkatan. Hal tersebut berdasarkan update data yang dirilis Pemprov Sumbar. Hari ini saja masyarakat yang positif Covid-19 mencapai 118 kasus..
  • Senin, 24 Agustus 2020 - 19:20:47 WIB

    Nol Covid-19! 10 Negara Ini Belum Ada Kasus Positif Corona Lho

    Nol Covid-19! 10 Negara Ini Belum Ada Kasus Positif Corona Lho HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 telah menginfeksi hampir setiap negara di dunia. Setiap hari, kasus konfirmasi positif hingga meninggal terus bertambah dan menghancurkan perekonomian negara-negara itu..
  • Jumat, 18 November 2016 - 00:08:04 WIB

    Kasus Perjalanan Fiktif DPRD Melempem

    LINGGA, HALUAN — Ormas Gema Lingga mendesak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Daik Lingga mengusut tuntas kasus dugaan perjalanan fiktif di DPRD Lingga. Gema Lingga menilai kinerja aparat penegak hukum tersebut melem­pem..
  • Ahad, 13 November 2016 - 00:25:10 WIB
    BAHAYA ABAIKAN IMUNISASI ANAK

    Kasus Difteri Mulai Mengintai di Duri

    Kasus Difteri Mulai Mengintai di Duri DURI, HALUAN —Mengabaikan imunisasi pada anak balita, ternyata berdampak fatal bagi ketahanan tubuh setelah dewasa. Salah satunya adalah terkena “difteri”, yang dikembangkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Corynebacterium.
  • Sabtu, 22 Oktober 2016 - 00:49:50 WIB
    BERNILAI MILIARAN RUPIAH

    Inspektorat Pekanbaru Tangani 4 Kasus Pungli

    PEKANBARU, HALUAN — Kepala Inspektorat Pekanbaru, Azmi menyatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan empat kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan dinas pendidikan. Tidak tangung-tangung dari e.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]