Disesuaikan dengan Kondisi Daerah


Senin, 12 Oktober 2015 - 18:21:44 WIB

Ditegaskan Mudrika, wa­laupun aturan yang lama direlaksasi apakah nantinya dibolehkan kembali menjual mikol di tempat-tempat yang sebelumnya di larang, khu­sus untuk Sumbar akan di­sin­kronkan kembali dengan kondisi daerah.

“Kita di Sumbar tidak bisa serta merta menerima aturan baru ini. Nantinya akan kita sesuaikan dengan kebutuhan daerah dulu. Kita akan bicarakan ini bersama Gubernur dulu,” terangnya.

Menurut Mudrika, ini bukan bentuk menolak ke­putusan dari pusat, hanya saja ini untuk mencari jalan bagaiamana seharusnya per­edaran Mikol tersebut di Sumbar. “Kita dominan mus­lim yang memang diha­ramkan untuk mengkon­sumsi mikol walaupun hanya setetes,” imbuhnya.

Ditegaskan Mudrika, ka­lau ­seandainya nanti mikol ini te­tap dibebaskan untuk ke­ma­b­ali dijual di min­mar­ket atau tempat yang sebe­lumnya di larang maka ber­sama MUI, LKAAM dan Bundo Kan­duang akan tetap melakukan him­bauan ten­tang bahaya mikol.

Sebelumnya, Kemen­teri­an Per­dagangan menyatakan akan merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perda­ga­ngan Dalam Negeri No­mor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beral­kohol Go­longan A. Regulasi itu mela­rang penjualan miras dan minuman beralkohol di mi­nimarket. Miras hanya bo­leh dijual di kawasan wisata masing-masing daerah.

Pemerintah daerah akan diberi wewenang untuk me­netapkan daerah mana saja yang bisa menjual bir dan minuman sejenisnya. Arti­nya, daerah yang bukan ka­wasan wisata sekali pun tetap bisa memperdagangkan mi­kol meski larangan penju­alan di minimarket tetap diberlakukan. (h/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]