Kasus Pelecehan Seksual Meningkat 20 Persen


Senin, 12 Oktober 2015 - 18:23:24 WIB

Yasri mengaku perihatin dengan kekerasan terhadap anak, karena setiap tahunnya mengalami trend pe­ning­ka­tan. Ia berharap, ada per­hati­an serius dari para pe­mang­ku kepentingan di negeri itu.

“Prihatin sekali. Para korban merupakan generasi muda bangsa ini. Mereka terciderai ulah nafsu bejat dari para pelaku, sungguh sangat tidak manusiawi se­kali. Pada korban bisa be­ra­ki­bat cacat mental dan fisik,” tukasnya.

Yasri menilai kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan yang kompleks dan multi­dimensional. Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek sosial, budaya dan hukum, tetapi juga berkaitan dengan persoalan ekonomi, khu­sunya kemiskinan.

“Diperlukan upaya pe­ny­e­­lesaian yang kom­pre­hensif yang melibatkan semua pi­hak dengan pendekatan yang terintegrasi,” ujar Yasri.

Sementara Kepala BP2­KB dan Perlindungan Anak Pemkab Pasaman menga­ta­kan, Yusnimar mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya menurunkan angka kekerasan dan pe­lecehan terhadap anak.

Selain pembinaan, kata Yusnimar, pihaknya juga me­­­lakukan penyuluhan (so­sialisasi) kepada masyarakat, sesuai dengan program BK­KBN di instansi tersebut. “Memang terjadi pe­ning­katan kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak, tapi angka pastinya kurang tahu karena ada di P2TP2A. Kita intens mela­kukan penyuluhan di tiap nagari untuk pencegahan,” ungkap Yusnimar.

Ia mengatakan, dalam tahun ini sebanyak 25 kasus kekerasan terhadap perem­puan dan anak terjadi di daerah itu. Kasus tersebut mengalami peningkatan se­besar 20 persen. “Program berbasis keluarga harus di­ting­katkan. Biasanya, pelaku pelecehan dan kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang-orang terdekat, ini yang harus dicegah,” tandas Yusnimar.

Ia menduga, jumlah itu diperkirakan bakal terus bertambah, karena diduga masih banyak korban yang enggan, malu, maupun takut untuk melapor. Keluarga korban, kata Yusnimar, bah­kan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Pada kasus yang men­yang­kut pelecehan seksual, banyak korban atau keluarga korban yang enggan me­lapor,” sebut Yusnimar saat bertemu ketua DPRD Pa­saman, kemarin.

Yang membuatnya se­ma­kin prihatin, terdapat la­po­ran kasus pemerkosaan di­mana korban dan pelakunya sama-sama masih di bawah umur. “Korbannya masih di bawah umur, sudah hamil, sementara pelakunya pelajar di Madrasah Tsanawiyah,” ujarnya.

Berdasarkan catatan ko­ran ini, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur cende­rung meningkat. Seperti, kasus pencabulan dua anak dibawah umur di Bonjol. Pelakunya, Waikwaik (63) warga setempat. Terakhir, kasus pencabulan terhadap seorang pelajar di Tanjung Medan, Panti. (h/col)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]