Jelang Pilkada, Kota Solok Seperti Api dalam Sekam


Senin, 12 Oktober 2015 - 18:24:27 WIB

Sekitar seratus meter arah ke timur  dari posko pemenagan pasanag nomor urut satu ini, ada posko pemenagan pasangan calon Irzal Ilyas-Alfauzi Bote. Di posko pemenangan pasangan nomor urut  dua ini ada sekitar 8 orang yang melakukan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Irzal Ilyas.

Irzal Ilyas sendiri, ketika ditanya tentang aktivitas harian posko mengakui kalau aktivitas di poskonya masih minim. Rapat evaluasi yang dilakukan hari itu hanya sebuah kebetulan saja. Biasanya memang tak banyak aktivitas di posko.

“Ini hanya kebetulan saja kami sedang melakukan rapat evaluasi, biasanya aktivitas di posko tidak banyak. Kami lebih banyak melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah dan itu dilakukan waktu sore dan malam hari,” kata Irzal Ilyas.

Dua puluh meter ke arah timur dari posko Irzal Ilyas  ada posko pemenangan pasangan Ismael Koto-Jon Hendra. Di posko pemenagan nomor urut dua ini hanya ada tiga orang yang sedang duduk duduk. Satu staf pemerima tamu dan dua lagi ketua tim sukses dengan  seorang anggotanya.

Ketua Tim Sukses IKO-JH, Noviardi Syam mengatakan, posko yang ditempatinya itu jarang ada kegiatan di siang hari. Posko hanya dijadikan sebagai tempat menyusun strategi, sementarakegiatan kampanye atau sosialisasi lebih banyak dilakukan sore hingga malam hari.

Sementara itu anggota Panwaslu Kota Solok, Tri Ati, AMd di Solok, Senin (12/10) mengatakan, berdasarkan pantaun Panwaslu siang hari pasangan calon seperti tak berbuat apa-apa, akan tetapi malam hari mereka bergerilya melakukan kampanye.

“Pasangan calon sangat agresif melakukan kampanye di malam hari. Mereka tidak hanya berkampanye di satu tempat sesuai dengan jadwal yang diberikan KPU. Melainkan berkampanye di beberapa tempat dalam satu malam dan melanggar jadwal yang diberikan,” ujar Tri Ati.

Lebih jauh Tri Ati mengungkapkan, pe­langgaran jadwal ini dilakukan oleh semua pasangan calon. Sehingga Panwaslu sangat kewalahan dalam mengantisipasi pergerakan mereka. Hampir  setiap hari  ada saja   kam­panye diluar jadwal yang dibubarkan Panwaslu secara paksa.  Jika pelanggaran ini dibiarkan, kata Tri Ati, itu sangat berpotensi menimbulkan gesekan antar pendukung. Apalagi materi kampanye lebih banyak menghujat lawan politik ketimbang memaparkan visi dan misi. (h/eri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]