Heli Hilang di Sumut, Pilot Abaikan Prosedur


Senin, 12 Oktober 2015 - 18:49:31 WIB

Kapolres Samosir AKBP Eko Suprihanto me­nga­takan bahwa proses pen­carian petang kemarin di­hen­tikan sementara, dan dilanjutkan hari ini sekitar pukul 07.00 WIB.

Kini, keberadaan heli yang hilang tersebut masih misterius.

"Lokasi yang disisir yak­ni Danau Toba dan kawasan perbukitan Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Samosir," sambung Eko.

Menurut Eko, personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, dan masyarakat mencapai 800 orang. Personel itu bergerak di masing-masing wilayah.

Namun secercah hara­pan dikemukakan oleh  Di­rektur Polair Polda Sumut Kombes Pol Tubuh Mus­yareh. Menurutnya, dalam pencarian yang telah dila­kukan, terdeteksi sinyal handphone milik salah satu awak helikopter tersebut.

"Terdeteksi sinyal hand­phone yang diperoleh milik salah satu awak heli yang hilang kontak, signal tersebut di daerah Pulau Samosir," katanya.

Abaikan Prosedur

Direktur Navigasi Pener­ba­ngan Kemenhub Novie Rianto menyebut pilot heli mengabaikan prosedur penerbangan.

"Sejak awal terbang sampai sekarang enggak ada kontak, artinya bahwa heli itu untuk kembali ke Kualanamu dari Samosir enggak melakukan kon­tak," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015). Hadir pula dalam jumpa pers Direktur Kelai­kan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Moh Alwi.

"Demikian juga dengan flight planning, di mana hal itu bersifat mandatory tapi enggak dila­kukan. Jadi pesawat lost contact itu enggak, karena actualnya pesawat enggak pernah kontak unit navigasi di medan radio," katanya.

Instrumen lain yang tidak dipenuhi adalah, persyaratan jarak minimal visibility. Pasalnya penerbangan tersebut dilakukan dengan metode visual.

"Berdasarkan data mete­reo­logi yang kami kumpulkan, visi­bilitas pada pukul 11.30 WIB itu antara 400-800 meter sehingga ini tidak boleh dilakukan pener­bangan secara visual. Karena untuk visual paling tidak, baru bisa terbang kalau visibility minimal 5 km. Penerbangan pesawat ini menggunakan metode visualisasi," jelas Novie.

Ia mengatakan, disiplin dalam penerbangan kan harus dilakukan apalagi asap-asap lagi seperti itu di Sumatera. Dari Samosir sampai hilang enggak pernah pilot mela­kukan kontak atau isi flight planning, ini melanggar pro­sedur.

"Ini jenis pesawat carter niaga. Awalnya pesawat itu dicarter bawa satu keluarga dari Medan, landing sukses di Samosir. Kalau berangkatnya ini mereka lapor. Tapi pas pulangnya dari Samosir ke Kualanamu tidak, enggak pernah ada kontak," terang Novie.

"Pas balik ini bawa teman-temannya, itu penumpangnya. Saya juga kurang paham apakah itu kru lain dari PT PAS apa bukan, tapi yang jelas teman-temannya," sebut Novie. (dtc/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 28 September 2015 - 20:19:38 WIB

    BNPB Kerahkan 25 Pesawat dan Helikopter

    OPERASI UDARA WATER BOMBING

     

    JAKARTA, HALUAN — Ka­pusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho me­nga­takan pihaknya menam­bah heli­kopter water bom­bing untuk pad.

  • Senin, 29 Juni 2015 - 18:37:29 WIB

    Heli Malaysia Mendarat Ilegal di Sebatik

    KABUR SAAT DIKEJAR

    JAKARTA, HALUAN — Sebuah helikopter Malaysia memasuki wilayah kedaulatan RI di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, tanpa ijin. Helikopter sipil yang mendarat di Pos pengamanan per.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]