Pertemuan Diwarnai Aksi Lempar Telur


Rabu, 14 Oktober 2015 - 19:42:55 WIB

Dari pantauan Haluan, pertemuan yang dimulai dengan pembagian loting, berlangsung sangat alot de­ngan diskusi antara peda­gang dan Dinas Pariwisata Kota Padang. Pertemuan ini dihadiri Kepala Dinas Pari­wisata Kota Padang Dian Fakri, Wakil, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra, Kapolsek Padang Barat Kompol Su­mintak, Perwakilan dari Koramil, Kabid Trantib Pol PP Padang Fajar Sukma, pihak kecamatan, kelura­han serta pengamanan oleh pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Hasil pertemuan antara pedagang dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pa­dang Dian Fakri bersama Wakil Ketua DPRD Kota Padang berhasil mem­beri­kan penjelasan kepada war­ga tentang LPC.

Menurut mereka pemin­da­han pedagang ke LPC selain untuk meningkatkan perekonomian para peda­gang, juga untuk menjaga keindahan Pantai Padang karena objek wisata itu meru­pakan milik bersama, yang dikenal oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang.

Setelah mendengar pen­jelasan yang demikian, para pedagang yang telah dapat undangan untuk pembagian kios tahap pertama ini mela­kukan loting dengan tertib, tetapi ada beberapa warga yang melakukan protes.

Tetapi pembagian loting tetap berlanjut. Setelah itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra meninggalkan tempat pertemuan karena ada ke­perluan lain.

Wakil Ketua DPRD Ko­ta Padang Wahyu Iramana Putra saat meninggalkan ruang pertemuan menuju mobilnya mengatakan kepa­da wartawan, dengan adanya pemerintah memikirkan masyarakat, para pedagang diminta untuk membantu dan bekerja sama dalam program yang dicanangkan pemerintah.

“Bagi para pedagang jangan ada kecemasan, sete­lah 68 kios pembagian ta­hap pertama ini, nanti akan dibangun lagi 40 kios lagi karena ada tahap kedua. Pembangunan tidak bisa sekaligus, DPRD akan me­nun­jang program pemko dengan APBD Kota Pa­dang, karena ini merupakan keinginan kita membangun Pantai Padang,” katanya.

Tambahnya, Pantai Pa­dang merupakan ikon Kota Padang yang baik. Semua pihak hendaknya bersama-sama membangun Kota Pa­dang, karena pantai Padang masih asli dan memiliki ombak yang bagus, selain itu untuk menunjang pereko­nomian masyarakat Kota Padang.

Namun, setelah Wakil Ketua DPRD Kota Padang meninggalkan tempat per­temuan, pembagian loting kembali berlangsung alot dengan suasana sedikit pa­nas, karena ada sebagian pedagang yang merasa na­manya ada dan mendapat undangan pembagian no­mor lot, tetapi setelah loting nama mereka tidak ada lagi.

Pedagang yang merasa diperlakukan tidak adil menduga ada main mata. Akhirnya pedagang melaku­kan protes langsung ke meja tempat pembagian lot de­ngan memperlihatkan und­angan dan SK berjualan dari Pemko Padang.

Salah seorang warga sam­pai melakukan aksi protes keras dengan bebe­rapa kali melontarkan kata-kata yang tajam.

Pasti ado main mato, kami indak mamintak apo-apo gai doh, cuma mintak kejelasan, manga yang awal­nyo namo ambo ado kok main coret seh. Ado aksi ado reaksi, manga pakai dipen­ding-pending bagai namo urang yang alah pasti ma­suak, teriak Net (42) sem­bari meronta-ronta karena namanya tidak masuk ke dalam penerima kios tahap pertama, padahal sebelum­nya namanya ada.

Bahkan perempuan pa­ruh baya ini sampai melem­parkan telur ke arah meja panitia pembagian lot dan hampir mengenai Kapolsek Padang Barat Kompol Su­mintak. Kapolsek sempat menegur perempuan yang kalap ini, meski tidak sam­pai diamankan.

Mengingat pembagian loting yang semakin panas, rapat di skorsing beberapa jam, sampai Kepala Dinas Pariwisata beserta jajaran­nya tuntas melakukan rapat dan membahas permasa­lahan pedagang yang tidak mendapatkan tempat.

Sementara itu salah seo­rang pedagang Yusni (50), pihak dari Kafe Doraemon yang nama juga tidak masuk dalam kelompok 68 me­ngatakan, sebelumnya dia merasa nama ada dan telah di data, tetapi di saat loting namanya tidak ada.

“Namo indak masuak, partamo lai ado, pas dica­liak baliak ndak ado se namo lai ado, kami kasiko dek ado bukti SK berjualan yang dibaok dan undangan dapek juo, kafe dari dulu sampai kini ndak pernah digusur, dek resmi ado SK dari Pemko,” ujarnya.

Setelah rapat diskorsing, pedagang yang namanya tidak ada dipanggil satu persatu oleh unsur Dinas Pariwisata Kota Padang ke dalam ruangan, dan mereka diberi pengertian terkait masih ada pedagang yang tidak bisa pindah ke LPC.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Dian Fakri di saat selesai melakukan rapat dan diskusi tentang perma­salahan pedagang yang tidak bisa pindah pada tahap per­tama ini, mengatakan kepa­da wartawan.(h/mg-adl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 16 Maret 2020 - 15:37:01 WIB

    Ikatan Pensiunan Bank Nagari Gelar Pertemuan Tahunan

    Ikatan Pensiunan Bank Nagari Gelar Pertemuan Tahunan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Ikatan Pensiunan Bank Nagari (IPBN) menggelar pertemuan tahunan di UPI Convention Center, Senin (16/3). Kegiatan yang dihadiri sekitar 448 pensiunan bank daerah kebanggaan Sumbar itu, menjadi ajan.
  • Selasa, 18 Juli 2017 - 18:00:35 WIB

    Pertemuan Dai dan Ulama, Wako Padang Bantah Tidak Libatkan MUI

    Pertemuan Dai dan Ulama, Wako Padang Bantah Tidak Libatkan MUI PADANG, HARIANHALUAN.COM--Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah membantah bahwa pihaknya tidak melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang dan Sumbar dalam iven pertemuan dai dan ulama se Asia Tenggara, Afrika dan E.
  • Ahad, 16 Juli 2017 - 17:05:31 WIB

    MUI Sumbar Tidak Ikut Dalam Pertemuan Dai dan Ulama

    MUI Sumbar Tidak Ikut Dalam Pertemuan Dai dan Ulama PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat menyatakan tidak akan ikut dalam pertemuan dai dan ulama se Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa yang diadakan oleh Pemerintah Kota Padang, pada 17 Juli hingga 20 J.
  • Jumat, 16 Juni 2017 - 14:05:42 WIB

    Didukung Gubernur, Wapres Akan Buka Pertemuan Dai dan Ulama di Padang

    Didukung Gubernur, Wapres Akan Buka Pertemuan Dai dan Ulama di Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, direncanakan akan membuka Musabaqah dan Multaqa Dai atau pertemuan dai se-Asia, Eropa dan Afrika, di Padang pada 10-21 Juli 2017 mendatang. Tidak itu saja, kegiatan kea.
  • Selasa, 13 Juni 2017 - 10:39:48 WIB

    Pemko Siap Gelar Pertemuan Dai dan Ulama Dunia

    PADANG, HALUAN - Pemerintah Kota Padang akan menggelar pertemuan Dai dan Ulama se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa, pada bulan Juli 2017. Hingga akhir bulan Mei persiapan pergelaran tersebut sudah hampir rampung..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]