Polisi Bakar Alat Tambang Liar


Rabu, 14 Oktober 2015 - 20:06:47 WIB

Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan, SIK yang memimpin razia ketika ditanya wartawan mengatakan razia kali ini bentuk komitmen pihak Polres Dhar­masraya untuk lakukan pener­tiban pelaku illegal mining di Kabupaten Dharmasraya. “Saat melakukan razia, kami mene­mukan 9 kapal dompeng. Kami langsung lakukan tindakan tegas dengan cara membakar kapal dompeng itu,”sebut Kapolres.

Sebelumnya, mereka juga telah mengamankan alat dom­peng dan 12 orang terduga pelaku ilegal mining. Pada tersangka hingga saat ini masih di sel tahanan Polres Dharmasraya untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Informasi yang kita dapat pelaku penambang emas dengan kuat dugaan bukan warga Dharmasraya, tetapi berasal dari luar Dharmasraya,”Sebut Kapol­res Dharmasraya.

Menurut Kapolres, tindakan tegas ini dilakukan, karena empat hari lalu, jajarannya sudah mengi­ngatkan masyarakat untuk tidak melakukan praktek illegal mining. Kendati tindakan tegas itu dibe­rikan, namun Kapolres tidak serta merta melarang masyarakat untuk mencari emas di sepanjang Sungai Batang Hari. “Kalau masyarakat mencari emas dengan cara mendulang silahkan, asalkan jangan menggunakan mesin. Kalau pakai mesin langsung kita tangkap,”tegasnya.

Hanya saja, langkah Kapolres dipandang warga tidak tepat. Warga Pulau Punjung, Inop (30) mengatakan aparat kepolisan Polres Dharmasraya dalam mela­kukan tindakan tegas dengan cara membakar kapal pencari emas warga sangatlah salah.  Katanya, Polisi bekerja untuk memberikan rasa aman nyaman kepada warga, sebagai tugas pokok sebagai pelin­dung, pengayom, dan pela­yan masyarakat, sesuai dengan UU No.2 tahun 2002. Tentang Kepo­lisian Negara Republik Indonesia.

Sementara itu, di Padang Pariaman, Warga Korong Balai Hilie, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabu­paten Padang Pariaman meminta Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Padang Pariaman turun tangan untuk menghentikan aktivitas pertambangan galian C (pasir dan batu) yang berlangsung di wilayah mereka.

Warga menilai, aktivitas pe­nambangan pasir yang telah ada sejak tahun 1990 tersebut sudah menimbulkan dampak negatif pada masyarakat dan lingkungan. Bahkan beberapa waktu lalu kegiatan ini juga telah menye­babkan jatuhnya korban jiwa.

“Aktivitas galian C yang ada di daerah kami tak hanya meru­sak lingkungan dan ekosistem sungai. Tapi kerugian yang ditim­bulkan telah bersifat multiplayer efek,” tutur salah seorang tokoh masyarakat setempat, Azminur saat mendampingi kunjungan Komisi IV DPRD Sumbar ke aktivitas galian C Lubuk Alung, Selasa, (13/10).

Azminur mengatakan, bebe­rapa efek buruk atau kerugian yang telah dirasakan masyarakat akibat kegiatan tambang tadi diantaranya, jalan menuju lokasi dimana penambangan dilakukan telah rusak berat. Penyebabnya, karena jalan yang ada itu dilalui oleh mobil-mobil dengan mua­tan sekitar 12 ton. Sementara kapasitas maksimum jalan di Nagari Lubuak Alung yang nota­bene jalan kabupaten hanyalah sekitar 6 ton.

Tak hanya itu, lanjutnya se­men­jak adanya kegiatan galian C di sana, sumur-sumur warga acap mengering dikarenakan air su­ngai yang kian dangkal.

Lebih mirisnya lagi, sekarang anak-anak atau remaja sepan­taran Sekolah Menengah Perta­ma (SMP) yang ada di daerah itu banyak yang sudah tak mau bersekolah. Mereka memilih berhenti dan kemudian bekerja dengan menjadi penambang.

Menanggapi ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Syai­ful Ardi mengatakan, DPRD khususnya Komisi IV akan men­coba mendalami persoalan yang terjadi. Dituturkan Syaiful, DPRD akan mencoba melaku­kan mediasi dengan cara me­manggil pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan yang sudah lama berlangsung ini.

“Dalam waktu dekat, kita akan memanggil semua pihak terkait, dalam hal ini, pihak ESDM, PSDA kabupaten, pihak keamanan, dan semua unsur masyarakat. Pemanggilan ini adalah untuk mencari titik persoalan dalam rangka mencari solusi yang jelas atas aktivitas galian C yang sudah meresahkan warga ini, “ kata Syaiful. (h/mg-bdr/mg-len)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]