Status Darurat Pencemaran Udara Diperpanjang


Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:22:03 WIB

Seiring dengan ke­bija­kan itu, Pemprov Riau juga akan mengaudit seluruh perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan ke­hu­tanan, yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning. Lang­kah ini ditempuh se­bagai upaya antisipasi su­paya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak ter­ulang lagi pada tahun depan.

Perusahaan yang ber­gerak di dua sektor ini, memiliki tanggung jawab besar untuk mengantisipasi supaya malapetaka musi­man itu tidak terjadi lagi.

Terkait rencana itu, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rach­man mengatakan, seluruh perusahaan perkebunan dan hutan tersebut akan di­pang­gil pada Senin (19/10) men­datang. Tidak hanya pihak perusahaan, stake holder terkait lainnya juga akan ikut diminta hadir.

Pemanggilan tersebut berdasarkan Peraturan Gu­bernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pelak­sanaan Rencana Aksi Pen­ce­gahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau.

“Hari Senin depan kita akan mengumpulkan peru­sahaan perkebunan dan kehutanan untuk menin­daklanjuti audit kepatu­han,” ujarnya, Selasa (13/9) kema­rin di Posko Karhutla Roes­min Nurjadin, Pekanbaru.

Dalam rencana Aksi se­suai yang tertera dalam Per­gub Nomor 5 tersebut, pe­merintah pusat bersama pe­merintah daerah mela­kukan rencana aksi pem­binaan dan pengawasan terha­dap peru­sahaan peme­gang konsesi yang berada di ka­wasan gam­but dalam, dan memastikan melaksanakan tata kelola air (water mana­gement) untuk memastikan gambut tetap basah dalam rangka men­cegah terjadinya Karhutla.

Dalam hal ini, pihak perusahaan harus patuh menjalankan kewajiban ter­kait antisipasi Karhutla. Perusahaan yang tidak me­lak­sanakan rekomendasi hasil audit, juga terancam akan diberi sanksi ad­minis­trasi bila tidak melaksa­nakan rekomendasi hasil audit tersebut.

Diperpanjang

Sedangkan terkait per­panjangan status darurat pencemaran udara akibat asap untuk yang keduanya kalinya, Plt Gubri Ar­sya­dju­liandi Rachman, mene­rang­kan, langkah ini ditempuh setelah pihaknya mende­ngar keterangan dan masu­kan dari beberapa pihak.

Salah satunya adalah masukan dari Badan Me­teorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pe­kanbaru. Dimana hingga akhir Oktober ini, musim kemarau akan berlanjut sebagai dampak dari fe­nomena alam Elnino.

“Status kita perpanjang hingga seminggu ke depan. BMKG menyatakan, kon­disi udara belum stabil hingga beberapa waktu ke depan. Ini menjadi alasan pertama memperpanjang status darurat pencemaran udara,” terangnya.

Tidak hanya akibat ke­marau, BMKG juga mem­perkirakan Riau masih akan mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga. Khu­sus­nya Sumatera Selatan dan Jambi, di mana titik api di dua provinsi itu masih tinggi.

Sama dengan sebe­lum­nya, Pemprov Riau bakal meningkatkan pena­nganan di sektor kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban kabut asap. Selain memaksimalkan pelayanan di posko kesehatan, hal se­rupa juga akan diber­lakukan di rumah sakit dan Pus­kesmas seluruh Riau. (hr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 01 Agustus 2016 - 03:04:19 WIB

    Enam Kabupaten di Riau Masih Berstatus Rawan Karhutla

    Enam Kabupaten di Riau Masih Berstatus Rawan Karhutla Pekanbaru, Haluan — Enam kabupaten di Provinsi Riau dinyatakan berstatus sebagai kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga November mendatang Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat karhutla..
  • Kamis, 21 April 2016 - 01:52:08 WIB

    Masyarakat Beting Berharap Peningkatan Status Pelabuhan

    BETING, HALUAN — Masyarakat Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir, sangat berharap perbaikan dan peningkatan status pelabuhan. Lokasi Pelabuhan Desa Beting salah satu pelabuhan yang dilintasi trayek kapal penumpang Dumai-.
  • Senin, 25 Januari 2016 - 03:28:13 WIB

    Pelabuhan Bulang Linggi Naik Status

    Pelabuhan Bulang Linggi Naik Status BINTAN, HALUAN — Pela­buhan speed boat Bulang Linggi Tanjungpinang, di­ren­canakan naik status dari semula bernama Unit Pe­nyelenggara Pelabuhan (UP­P) Klas II Tanjunguban akan diserahkan pe­ngelo­laannya kepada Bad.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]