KWBTN Mandeh Miliki 7.000 Hektare Terumbu Karang


Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:30:26 WIB

Selanjutnya, dia juga menyebutkan secara umum terumbu karang di Pesisir Selatan memang mengalami kerusakan, artinya kondisi terumbu karang perairan laut daerah tersebut yang saat ini dalam kategori baik hanya berkisar di angka 15 hingga 20 persen saja.

Menurut Yoski, perlu per­hatian dan penanganan serius dari seluruh lapisan masyarakat terutama pe­me­rintah. Di­sam­ping harus dilestarikan dan dibangun terumbu karang baru, juga perlu dibuat payung hukum untuk menjaganya.

Dikatakannya, agar tin­da­kan perusakan dapat di­tekan, diperlukan adanya payung hukum untuk me­lin­dungi. Hal ini antara lain bertujuan agar ekosistem dan terumbu karang yang merupakan tempat tinggal ikan, bisa terjaga dari tangan segala hal perbuatan ma­nu­sia yang bisa merusaknya.

“Kerusakan terumbu karang ini tidak lain di­se­bab­kan banyak hal. Pertama ter­jadinya penggunaan ba­han beracun dan peledak di perairan Pessel, kedua peng­gunaan pukat harimau dan kemudian juga disebabkan tingginya endapan lumpur yang terbawa dari sungai,” katanya. (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]