Mengimpikan Listrik Menyala 24 Jam


Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:50:59 WIB
Mengimpikan Listrik Menyala 24 Jam

Tak jarang pula pelanggan mengeluhkan rekening listriknya yang membengkak. Bahkan ada yang mencapai dua kali lipat. Kalau pembengkakan rekening listrik ini akibat peningkatan pemakaian listrik adalah hal yang wajar. Namun tak jarang pembengkakan rekening ini akibat kesalahan pencatatan meteran.

Baca Juga : Protes PP No 57 Tahun 2021, Alirman Sori: Pancasila Seharusnya Masuk Kurikulum Wajib!

Sejak dua bulan belakangan ini, listrik di Sumbar juga sering hidup mati dengan istilah pemadaman bergilir. Dalam satu hari listrik bisa mati dua atau tiga jam. Bahkan tak jarang listrik mati bertepatan dengan waktu Magrib datang. Suara azan di masjid tiba-tiba saja hilang akibat listrik mati.

Kondisi ini terjadi karena hingga hari ini pemerintah atau PLN belum mampu menyediakan pasokan listrik yang cukup untuk rakyatnya. Penambahan pembangkit tak seimbang dengan penambahan kebutuhan masya­rakat terhadap listrik.

Baca Juga : Tak Cantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia Makul Wajib PT, Jokowi Didesak Batalkan PP 57/2021

General Manajer PT PLN Wilayah Sumbar Supri­yadi saat berkunjung ke kantor Harian Haluan, Kompleks Lanud, Tabing Selasa (13/10) sore menu­turkan, pemadaman bergilir ini tidak hanya terjadi di Sumbar. Akan tetapi hal yang sama merata terjadi untuk wilayah Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung.

Pihak PLN sendiri menjanjikan pemadaman bergilir yang dilakukan di beberapa wilayah di Sumbar belakangan ini hanya sampai akhir Oktober ini. Hal ini menyusul rampungnya masa pemeliharaan terhadap mesin pembangkit yang telah dilakukan.

Baca Juga : Peringatan HUT ke-69 Kopassus Digelar Secara Sederhana

Supriyadi mengatakan, saat ini hampir secara bersamaan, semua pembangkit tengah dilakukan perawatan termasuk Teluk Sirih. Dua bulan ini setelah usai pemeliharaan. Pasokan listrik sudah bisa kembali normal.

Selain pemeliharaan kata Supriyadi, kondisi cuaca juga cukup membuat rumit kondisi ini. Kemarau yang melanda Sumbar saat ini membuat debit air yang ada di danau Maninjau dan Singkarak ikut terdampak.

Baca Juga : PN Surabaya Tolak Gugatan Rhoma Irama Terkait Royalti Lagu Rp1 Miliar, Ini Alasannya

PLTG di Sumatera Selatan yang menjadi harapan pun tidak bisa berbuat banyak karena terpapar kabut asap. Sehingga terjadi pengurangan daya 150 MW.

Rakyat tentunya berharap pasokan listrik ini selalu normal dan tidak tergantung kepada faktor cuaca, musim panas ataupun musim hujan listrik tetap bisa menyala selama 24 jam.

Ada secercah harapan seperti disampaikan Deputi Manajer Operasi Listrik Sumbar, Junaidi bahwa saat ini PLN tengah melakukan penambahan pembangkit dengan kapasitas masing-masing 10 MW.

Pembangkit ini digerakkan dengan air keluaran dari turbin utama yaitu Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Junaidi memperkirakan proyek itu pada bulan Desember sudah bisa dioperasikan.

PLN juga tengah mencari alternatif energi baru untuk mendukung kinerja PLN. Salah satunya dengan pemanfaatan aliran sungai dan pemanfaatan geothermal.

Muara Labuh dengan sungai-sungai yang besar, itu setelah dikaji bisa menghasilkan potensi listrik sebesar 90 MW. Sedangkan untuk geothermal yang juga berada di Muara Labuh, juga mempunyai potensi listrik yang besar. Diperkirakan hingga 200 MW apabila berhasil diproduksi.

Mudah-mudahan, mimpi kita untuk mendapatkan pelayanan listrik selama 24 jam terwujud dalam waktu tak terlalu lama. ***

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]