Petani Kota Solok Terancam Rawan Pangan


Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:55:03 WIB

Lurah Tanah Garam, Alfi Adli,di Payo, Kamis (15/10) menga­ta­kan, se­jak kemarau panjang tiga bulan terakhir ini dan di­per­parah puladengan adanya  kabut asap, aktifitas per­tanian di Payo menjadi lum­puh total. Sa­wah me­ngering  dan tidak bisa di­ta­nam,sementara itu  ku­nyit yang menjadi andalan utama petani  Payo, saat ini jugatidak mampu lagi berperoduksi.

Parahnya lagi, setelah mengalami gagal panen, pe­tani tak bisa pula menggarap areal pertaniannya. Sawah terpaksa dibiarkan kering kerontang sampai turunnya hujan. Sawah tak bisa diolah dan masa tanam pun ter­tunda sampai batas waktu yang tak je­las, akibatnya, peng­­hasilan petani me­nu­run drastis bahkan banyak diantaranya  berubah status menjadi pengangguran.

“Daya beli petani anjlok, penghasilan mereka  nyaris tak ada dan sekarang sangat rentan menderita kela­paran. Anak-anak mereka teran­cam kurang gizi,”ujar  Alfi Adli lirih.

Hal senada juga di­ung­kapkan Ketua RW Pa­yo, Yusrizal. Dik­a­ta­kan­nya, petani di Payo terpaksa me­ngang­gur dan ber­peng­ha­silan sangat minim. Hasil dari budidaya kunyit yang selama ini menjadi andalan tak bisa lagi diharapkan. Daun kunyit mengering dan tidak layak jual karena ku­rang­nya asupan air. Se­men­tara sawah juga mengering dan tak bisa lagi diolah.

“Saat ini petani hanya bisa berharap kepada per­tolongan tuhan dengan men­­datangkan hujan,”kata Yusrizal.

Sementara itu  Kepala Kantor Ketahanan Pa­ngan Ko­­­­ta Solok,  Ir. H. Ikhvan Marosa menga­kui se­bagian petani di Kota Solok se­dang terancam rawan pa­ngan.

“Berdasarkan hasil ana­lisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) yang dilakukan Kantor Ke­tahanan Pangan Kota So­lok, memang ada tergambar  warna merah disebagian daerah di Kota Solok. Dan ini telah kita tindak lanjuti dengan melaporkan kondisi itu kepada Badan Ke­ta­hanan Pangan (BKP) Pro­vin­si Sumatera Barat,”kata Ikhvan Marosa.

Lebih jauh di­ka­ta­ka­n­nya, untukmengantispasi  agar tidak terjadi Kera­wanan Pangan dan Gizi, pada hari Selasa 13 Oktober 2015lalu, BKP Provinsi Sumbar bekerja sama de­ngan Kantor Ketahanan Pa­ngan Kota So­lok te­lah me­lakukan pem­bagian sem­bako atau bahan pangan  untuk 50 orang Kepala Keluarga di Payo Tanah Garam.Bantuan itu berupa minyak goreng 2 kg, telur 30 butir, beras 10kg, susu ken­tal manis 4 kaleng dan sar­den 3 kaleng.

Ditambahkannya, de­ngan bantuan sembako  itu diharapkan akan dapat mem­­berikan semangat ke­pa­da  masyarakat, dimana Pemerintah dan Pemerintah Dae­rah se­la­lu mem­prio­ri­taskan kebu­tuhan pangan masyarakat, terutama se­perti saat sekarang.

Kepala Badan Ke­ta­ha­nan Pangan (BKP) Pro­vinsi Sumatera Barat dalam hal ini diwakili oleh Bi­dang Ke­waspadaan Pangan BKP Provinsi Sumbar, Ir. Suswita MP, saat pemberian bantuan mengatakan, kondisi seperti saat ini memang ba­nyak terjadi di daerah –daerah lainnya di Sumbar. Petani terancam rawan pa­ngan dan gizi sebagai akibat lebih jauh dari gagal panen karena  curah hujan yang sangat kurang.(h/eri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]