Difitnah, IP Mengadu ke Polda


Kamis, 15 Oktober 2015 - 19:58:50 WIB

“Pak Irwan Prayitno melaporkan pencemaran nama baik di Sentra Pela­yanan Kepolisian (SPK) Polda Sumbar, atas bere­darnya buku yang mem­fitnahnya selama menjabat sebagai gubernur Sumbar,” kata salah satu tim sukses Irwan Prayitno, Novermal Yuska.

Laporan Calon Gu­ber­nur yang berpasangan de­ngan Nasrul Abit ini dite­rima langsung Kompol Budi Prayitno, S.E., M.H., Kepa­la Siaga 1 SPKT Polda Sumbar dengan Bripka D. Febriyandi dengan Surat Laporan Polisi Nomor : LP/354/X/2015/SPKT- SBR.

Dalam penjelasannya, mantan anggota DPR RI itu mengatakan, ia mendatangi Polda Sumbar untuk me­nga­dukan terkait pence­maran nama baiknya dan fitnah dalam sebuah buku.

“Isi dalam buku ini meng­­gambarkan fitnah dan mengarah kepada peng­ha­su­tan. Buku tersebut ter­dapat komentar dan analisa yang tidak sesuai dengan fakta. Walaupun mengutip berita beberapa media, namun judulnya diambil sepenggal-sepenggal yang tidak sesuai dengan kaidah profesional jurnalisme,” ung­kapnya.

Ditambahkannya, dengan laporan ini ia berharap ke depan pilkada di Sumbar berjalan bersih tanpa ada ‘Black Campaign’, tanpa fitnah, tanpa adanya pe­langgaran-pelanggaran.

Di sisi lain, Irwan meng­imbau relawan IP-NA tidak bo­leh melakukan fitnah atau apa­pun yang menjelekkan paslon lain dalam Pilkada, kendati ia sendiri sasaran kampanye hitam melalui buku yang sudah tersebar di tengah masyarakat.

“Buku yang beredar tersebut sudah ada di beberapa tempat dan dimana-mana. Sebagai contoh di Kota Padang. Kami mendapatkan laporan buku itu ada di sebuah lapau di kawasan Padang Baru dan juga ada di Pariaman,” paparnya.

Ia siap membawa saksi-saksi yang menemukan buku tersebut untuk dipertanggung jawabkan nantinya. “Karena buku ini tidak ada penulis, penerbit, dan alamat maka buku ini sama saja dengan buku kaleng, yang dilakukan secara terencana, sengaja dibuat, sistematis, dan serius,”katanya lagi.

Menanggapi ini, pengamat politik Unand, Asrinaldi berang­gapan buku yang dimaksud oleh Irwan Prayitno tersebut sudah mengarah ke Black Campaign dan merugikan kedua pasang calon di tengah konstituen.

“Buku ini justru bisa membuat beragam interpretasi di tengah masyarakat. Hari ini, masyarakat sudah bisa berasumsi sendiri. Mereka bisa beranggapan ini diproduksi kompetitor atau sebaliknya, diproduksi sendiri. Tapi, tak juga bisa diabaikan, kemungkinan ada pihak lain yang punya kepentingan pada Pilkada untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif,”katanya.

Untuk itu, ia minta kepada kedua tim sukses pasangan calon gubernur untuk mengawal secara ketat pergerakan pendukungnya serta memberikan edukasi politik yang cerdas dan benar. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terbentuk opini yang merugikan kedua pasang calon. (h/mg-adl/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]